Polisi Bongkar 68 Kasus Obat Berbahaya di Jakarta Pusat, 92 Orang Ditangkap

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 31 Juli 2026 - 15:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol. Reynold E.P. Hutagalung (tengah) didampingi Kasat Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Wisnu S. Kuncoro (dua kanan) dan Kapolsek Metro Tanah Abang

Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol. Reynold E.P. Hutagalung (tengah) didampingi Kasat Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Wisnu S. Kuncoro (dua kanan) dan Kapolsek Metro Tanah Abang

JAKARTA, jentik.id – Polres Metro Jakarta Pusat mengungkap 68 kasus peredaran obat berbahaya selama Januari hingga Juli 2026. Dalam operasi itu, polisi menangkap 92 tersangka dan menyita 118.494 butir obat daftar G dari berbagai jenis.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol. Reynold E.P. Hutagalung mengatakan jajaran Polres dan polsek menggelar operasi untuk menekan peredaran obat berbahaya di wilayah Jakarta Pusat.

“Dalam operasi ini kami menangkap 92 tersangka, terdiri atas 91 laki-laki dan satu perempuan. Kami juga menyita 118.494 butir obat daftar G,” kata Reynold, Jumat, 31 Juli 2026.

Sementara itu, Tanah Abang menjadi wilayah dengan jumlah pengungkapan terbanyak. Polisi mengungkap 35 kasus dan menangkap 41 tersangka di kawasan tersebut.

Baca Juga :  Prabowo Subianto Panggil Listyo Sigit Prabowo Bahas Transformasi Polri di Hambalang

Selain itu, selama Juli 2026, Polres Metro Jakarta Pusat menangani 14 laporan polisi dan menangkap 16 tersangka dalam kasus serupa.

Polisi menyita 54.434 butir tramadol, 24.518 butir eksimer, 14.165 butir Double Y, 6.208 butir trihexyphenidyl, 3.841 butir merlozepam, 3.000 butir nova, 2.998 butir alprazolam, serta ribuan butir obat berbahaya lainnya.

Menurut Reynold, para pelaku mengedarkan sediaan farmasi yang tidak memenuhi standar keamanan, khasiat, manfaat, dan mutu sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan.

Karena itu, penyidik menjerat seluruh tersangka dengan Pasal 435 juncto Pasal 436 ayat (1) dan ayat (2) Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan. Ancaman hukumannya paling singkat lima tahun dan paling lama 12 tahun penjara.

Baca Juga :  Belanja Negara 2027 Tembus Rp4.097 Triliun, Prabowo Bidik Ekonomi Tumbuh 6 Persen

Di sisi lain, Polres Metro Jakarta Pusat juga memperkuat upaya pencegahan bersama Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Pusat, Kodim 0501/Jakarta Pusat, Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat, Balai POM, BIN Daerah, serta tokoh agama dan tokoh masyarakat.

Selanjutnya, seluruh pihak menjalankan deklarasi antiperedaran obat berbahaya di Tanah Abang, memasang spanduk dan CCTV di titik rawan, serta memberikan penyuluhan melalui program Pelajar Jaga Jakarta.

“Kami akan terus mengedepankan pencegahan, edukasi, dan penegakan hukum agar peredaran obat berbahaya dapat kami hentikan,” ujar Reynold. (nr*)

Berita Terkait

Teh Kemasan Berbusa Saat Demo Viral, Polisi Telusuri Pihak yang Membagikan
KPK Ungkap Dugaan Kerugian Negara Triliunan Rupiah dalam Kasus Cukai PT Djarum
Dakwaan Silmy Karim Ungkap Uang Klik, Saham Rp 31 Miliar hingga Biaya Kuliah S3
Amran Bongkar Dugaan Pengoplosan 600 Ton Beras SPHP, Kerugian Capai Rp3,3 Miliar
Amran Bertindak Tegas! 8 Pejabat Bapanas-Bulog Dicopot Buntut Dugaan Penyelewengan Beras SPHP
Kepala BGN Klaim Hemat Anggaran MBG Rp44 Triliun, Tutup 2.000 Dapur Bermasalah
BGN Siapkan Pejabat Daerah Setingkat Kapolres hingga Kapolda, Ini Tugasnya
Mentan Amran Bongkar Dugaan Pengalihan Beras SPHP Jadi Premium di Jakarta Timur
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 07:58 WIB

Teh Kemasan Berbusa Saat Demo Viral, Polisi Telusuri Pihak yang Membagikan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 14:42 WIB

KPK Ungkap Dugaan Kerugian Negara Triliunan Rupiah dalam Kasus Cukai PT Djarum

Jumat, 30 Oktober 2026 - 11:32 WIB

Dakwaan Silmy Karim Ungkap Uang Klik, Saham Rp 31 Miliar hingga Biaya Kuliah S3

Kamis, 29 Oktober 2026 - 20:13 WIB

Amran Bongkar Dugaan Pengoplosan 600 Ton Beras SPHP, Kerugian Capai Rp3,3 Miliar

Kamis, 29 Oktober 2026 - 16:32 WIB

Amran Bertindak Tegas! 8 Pejabat Bapanas-Bulog Dicopot Buntut Dugaan Penyelewengan Beras SPHP

Berita Terbaru