Waspada Lowongan Kerja Fiktif! 7.908 Konten Dihapus, Patroli Siber Makin Diperkuat

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 2 September 2026 - 20:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Christina Aryani memberikan keterangan media di Auditorium Badan Komunikasi Pemerintah di Jakarta, Rabu (2/9/2026). (ANTARA/Prisca Triferna Violleta)

Wakil Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Christina Aryani memberikan keterangan media di Auditorium Badan Komunikasi Pemerintah di Jakarta, Rabu (2/9/2026). (ANTARA/Prisca Triferna Violleta)

JAKARTA, jentik.id – Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) memperkuat patroli siber untuk mencegah penyebaran lowongan kerja fiktif di luar negeri. Modus tersebut berpotensi menjebak calon pekerja migran agar berangkat secara nonprosedural.

Wakil Menteri P2MI Christina Aryani mengatakan Unit Patroli Siber rutin memantau iklan lowongan kerja di berbagai platform digital.

“Kita ada unit Patroli Siber yang kerjanya memonitor iklan-iklan lowongan kerja fiktif,” kata Christina dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (2/9/2026).

Menurut Christina, pelaku biasanya membuat iklan dengan tawaran menarik, termasuk pekerjaan mudah dan penghasilan besar. Karena itu, masyarakat perlu memeriksa informasi sebelum menerima tawaran kerja di luar negeri.

Sepanjang 1 Januari hingga 31 Agustus 2026, Unit Patroli Siber menemukan 10.504 tautan yang terindikasi menawarkan lowongan kerja fiktif. Kementerian P2MI kemudian mengirim laporan tersebut kepada Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).

Baca Juga :  Mulai September 2026 Kontrak PPPK Paruh Waktu Habis, Bisakah Langsung Jadi PPPK Penuh Waktu?

Dari jumlah itu, Komdigi telah menghapus 7.908 tautan atau sekitar 78 persen.

Christina menegaskan pemerintah akan terus memantau ruang digital karena pelaku dapat kembali menggunakan akun atau tautan baru setelah konten sebelumnya hilang.

“Jadi memang ini harus terus-terusan, harus berkelanjutan, kita tidak bisa berhenti,” tegasnya.

Cegah Keberangkatan Nonprosedural

Selain mengawasi iklan digital, pemerintah juga mencegah calon pekerja migran berangkat melalui jalur nonprosedural.

Data Kementerian P2MI mencatat sebanyak 6.668 calon pekerja migran nonprosedural berhasil dicegah keberangkatannya sejak 2025 hingga Juli 2026.

Petugas menemukan calon pekerja tersebut di sejumlah pintu perbatasan dan jalur keberangkatan. Beberapa lokasi pencegahan antara lain Kepulauan Riau, Kalimantan Barat, Riau, Kalimantan Utara, dan Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Christina mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya pada tawaran kerja luar negeri yang menjanjikan proses cepat dan gaji tinggi tanpa penjelasan pekerjaan yang jelas.

Baca Juga :  Pemerintah Kucurkan Bantuan Rp20,5 Triliun ke Daerah, Gaji ASN dan PPPK Jadi Prioritas

Ia menilai tawaran semacam itu dapat membawa calon pekerja ke jaringan kejahatan atau sindikat perekrutan ilegal di luar negeri.

Pemerintah Buka Kanal Pengaduan

Untuk memperkuat perlindungan, Kementerian P2MI menyediakan kanal pengaduan bagi masyarakat yang menemukan lowongan mencurigakan atau menghadapi masalah saat bekerja di luar negeri.

Masyarakat dapat menyampaikan laporan melalui hotline 0800-1000 dan 021-2924-4810, WhatsApp 0811-8080-141, situs resmi Kementerian P2MI, maupun layanan langsung di kantor kementerian.

Selain itu, masyarakat dapat mendatangi Balai Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) yang tersebar di 23 provinsi.

Christina mengajak masyarakat memanfaatkan kanal tersebut untuk melaporkan dugaan penempatan pekerja migran bermasalah.

“Pengaduan masyarakat bisa diakses melalui WA, website, datang langsung ke Kementerian atau juga BP3MI,” ujarnya. (nr*)

Berita Terkait

Harga BBM Naik Lagi! Daftar Terbaru Pertamina, Shell, BP-AKR, dan Vivo 7 September 2026
Abu Vulkanik Erupsi Anak Krakatau Menyebar ke Lima Provinsi Jawa dan Sumatera
Desil DTSEN Tiba-Tiba Berubah? Gus Ipul Ungkap Ada 12 Juta Data Baru
Desil Warga Tak Sesuai Kondisi? Komisi X Beri BPS Tenggat 2 Minggu
Purbaya Bertemu Pengusaha Rokok Ilegal, Pilihan Legal atau Diberantas
Ratusan Siswa dan Santri Diduga Keracunan MBG, Kepala SPPG Kalitengah Minta Maaf
Iming-iming Kerja Bergaji Tinggi, 8 WNI Diduga Terjebak hingga Masuk Tentara Rusia
Prabowo Tutup 290 BUMN Rugi, Pemerintah Hemat Rp50 Triliun
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 14:22 WIB

Harga BBM Naik Lagi! Daftar Terbaru Pertamina, Shell, BP-AKR, dan Vivo 7 September 2026

Minggu, 6 September 2026 - 16:11 WIB

Abu Vulkanik Erupsi Anak Krakatau Menyebar ke Lima Provinsi Jawa dan Sumatera

Jumat, 4 September 2026 - 20:22 WIB

Desil DTSEN Tiba-Tiba Berubah? Gus Ipul Ungkap Ada 12 Juta Data Baru

Kamis, 3 September 2026 - 11:32 WIB

Desil Warga Tak Sesuai Kondisi? Komisi X Beri BPS Tenggat 2 Minggu

Kamis, 3 September 2026 - 09:48 WIB

Purbaya Bertemu Pengusaha Rokok Ilegal, Pilihan Legal atau Diberantas

Berita Terbaru

Wakil Kepala Staf TNI AU Marsekal Madya TNI Tedi Rizalihadi. Lahirlah atlet tembak nasional

Sport

TNI AU Gelar Kompotisi Tembak Di Ikuti 800 Peserta 

Sabtu, 12 Sep 2026 - 19:36 WIB