Prabowo Tutup 290 BUMN Rugi, Pemerintah Hemat Rp50 Triliun

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 1 September 2026 - 11:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden RI Prabowo Subianto memberikan sambutannya pada penutupan Muktamar ke-35 NU di Jombang, Jawa Timur, Senin (31/8/2026). (ANTARA/HO-BPMI Sekretariat Presiden)

Presiden RI Prabowo Subianto memberikan sambutannya pada penutupan Muktamar ke-35 NU di Jombang, Jawa Timur, Senin (31/8/2026). (ANTARA/HO-BPMI Sekretariat Presiden)

JAKARTA, jentik.id – Presiden Prabowo Subianto menyebut pemerintah telah menutup 290 badan usaha milik negara (BUMN) yang tidak berkinerja baik dan merugi.

Prabowo menyampaikan hal tersebut saat memberikan sambutan pada penutupan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Jombang, Jawa Timur, Senin (31/8/2026).

Menurut Prabowo, pemerintah mengambil langkah tersebut untuk meningkatkan efisiensi dan mengurangi beban biaya operasional perusahaan negara.

“Dalam kurang dua tahun pemerintah yang saya pimpin, kita telah menutup 290 BUMN yang tidak menguntungkan, yang tidak punya kinerja baik, yang rugi kita tutup 290 BUMN,” ujar Prabowo.

Baca Juga :  Desil DTSEN Tiba-Tiba Berubah? Gus Ipul Ungkap Ada 12 Juta Data Baru

Ia mengatakan penutupan tersebut telah menghemat sekitar Rp50 triliun. Selanjutnya, pemerintah berencana mengurangi jumlah BUMN hingga akhir 2026.

Prabowo menyebut pemerintah menargetkan penutupan sedikitnya 700 BUMN lainnya. Dengan langkah itu, jumlah BUMN nantinya diperkirakan tersisa sekitar 200 hingga 250 perusahaan.

Target Efisiensi Rp100 Triliun

Selain mengurangi jumlah perusahaan, Prabowo ingin pemerintah memangkas biaya rutin BUMN. Ia menargetkan penghematan hingga Rp100 triliun dari biaya operasional atau overhead.

“Berarti harapan saya kita bisa menghemat Rp100 triliun dari overhead, dari biaya rutin, gaji direksi, gaji komisaris,” katanya.

Baca Juga :  Prabowo Minta Anggaran Seremoni Dialihkan untuk Naikkan Kesejahteraan Guru

Prabowo juga menyebut pemerintah telah melakukan efisiensi di berbagai sektor. Total penghematan pemerintah, menurut dia, hampir mencapai Rp300 triliun setiap tahun.

Pemerintah kemudian akan mengalihkan dana hasil efisiensi tersebut untuk mendukung berbagai program yang menyentuh kepentingan masyarakat.

“Uang inilah yang kita alihkan, yang kita gelontorkan sebesar-besarnya untuk rakyat,” ujar Prabowo. (nr*)

Berita Terkait

Harga BBM Naik Lagi! Daftar Terbaru Pertamina, Shell, BP-AKR, dan Vivo 7 September 2026
Abu Vulkanik Erupsi Anak Krakatau Menyebar ke Lima Provinsi Jawa dan Sumatera
Desil DTSEN Tiba-Tiba Berubah? Gus Ipul Ungkap Ada 12 Juta Data Baru
Desil Warga Tak Sesuai Kondisi? Komisi X Beri BPS Tenggat 2 Minggu
Purbaya Bertemu Pengusaha Rokok Ilegal, Pilihan Legal atau Diberantas
Ratusan Siswa dan Santri Diduga Keracunan MBG, Kepala SPPG Kalitengah Minta Maaf
Waspada Lowongan Kerja Fiktif! 7.908 Konten Dihapus, Patroli Siber Makin Diperkuat
Iming-iming Kerja Bergaji Tinggi, 8 WNI Diduga Terjebak hingga Masuk Tentara Rusia
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 14:22 WIB

Harga BBM Naik Lagi! Daftar Terbaru Pertamina, Shell, BP-AKR, dan Vivo 7 September 2026

Minggu, 6 September 2026 - 16:11 WIB

Abu Vulkanik Erupsi Anak Krakatau Menyebar ke Lima Provinsi Jawa dan Sumatera

Jumat, 4 September 2026 - 20:22 WIB

Desil DTSEN Tiba-Tiba Berubah? Gus Ipul Ungkap Ada 12 Juta Data Baru

Kamis, 3 September 2026 - 11:32 WIB

Desil Warga Tak Sesuai Kondisi? Komisi X Beri BPS Tenggat 2 Minggu

Kamis, 3 September 2026 - 09:48 WIB

Purbaya Bertemu Pengusaha Rokok Ilegal, Pilihan Legal atau Diberantas

Berita Terbaru

Wakil Kepala Staf TNI AU Marsekal Madya TNI Tedi Rizalihadi. Lahirlah atlet tembak nasional

Sport

TNI AU Gelar Kompotisi Tembak Di Ikuti 800 Peserta 

Sabtu, 12 Sep 2026 - 19:36 WIB