121 Hakim Terancam Sanksi, KY Catat Lonjakan Pelanggaran Etik pada 2026

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 31 Juli 2026 - 16:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gedung Komisi Yudisial, Jakarta. ANTARA/Laily Rahmawaty/aa.

Gedung Komisi Yudisial, Jakarta. ANTARA/Laily Rahmawaty/aa.

JAKARTA, jentik.id – Komisi Yudisial (KY) mengusulkan sanksi kepada 121 hakim yang melanggar Kode Etik dan Pedoman Perilaku Hakim (KEPPH) selama semester I 2026.

Anggota KY Bidang Pengawasan Hakim dan Investigasi, Abhan Misbah, mengatakan KY menyusun usulan tersebut setelah memeriksa 207 laporan pengaduan. Selama enam bulan terakhir, KY membahas seluruh laporan itu dalam sidang pleno.

“Kami mengusulkan sanksi terhadap 121 hakim,” kata Abhan, Jumat, 31 Juli 2026.

Jumlah tersebut naik sekitar 146,94 persen dibandingkan semester I 2025. Pada periode itu, KY hanya mengusulkan sanksi terhadap 49 hakim.

KY membagi usulan sanksi ke dalam tiga kategori. Sebanyak empat hakim menerima usulan peringatan. Kemudian, 86 hakim mendapat sanksi ringan, 14 hakim menerima sanksi sedang, dan 17 hakim mendapat usulan sanksi berat.

Baca Juga :  Heboh Kabar BPJS Kesehatan Dihapus! Ini Fakta Sebenarnya soal Program JKN

Untuk sanksi ringan, KY mengusulkan teguran lisan bagi 15 hakim, teguran tertulis bagi 47 hakim, serta pernyataan tidak puas secara tertulis bagi 24 hakim.

Selanjutnya, KY mengusulkan penundaan kenaikan gaji berkala, penundaan kenaikan pangkat, dan penempatan sebagai hakim non-palu selama paling lama enam bulan sebagai bentuk sanksi sedang.

Untuk sanksi berat, KY mengusulkan pembebasan dari jabatan, penempatan sebagai hakim non-palu lebih dari enam bulan, penurunan pangkat, pemberhentian dengan hak pensiun, hingga pemberhentian tidak dengan hormat.

Baca Juga :  Ojol Bakal Jadi UMKM? Serikat Buruh Tegas Menolak dan Tuntut Status Pekerja

Abhan menjelaskan sebagian besar hakim melakukan pelanggaran hukum acara. Pelanggaran itu meliputi kesalahan administrasi persidangan, manipulasi putusan, kesalahan menilai alat bukti, pelanggaran prinsip imparsialitas, serta penyimpangan selama proses persidangan.

Selain itu, sejumlah hakim bertemu pihak yang berperkara di luar sidang, menerima uang, mengintervensi majelis hakim, memanipulasi absensi, bersikap arogan, melakukan perselingkuhan, menikah siri, melakukan pelecehan, menyalahgunakan jabatan, tidak mematuhi kewajiban LHKPN, hingga terlibat judi online.

KY juga mengajukan delapan hakim ke Majelis Kehormatan Hakim (MKH). Sementara itu, KY dan Mahkamah Agung telah menggelar tujuh sidang MKH selama semester I 2026 untuk memutus usulan sanksi berat. (nr*)

Berita Terkait

TNI Tangkap Tiga Anggota OPM di Maybrat, Komandan Batalyon Ikut Diamankan
Putusan MA soal Suket Ijazah Gibran, Budi Arie Tegaskan Wapres Tak Akan Mundur
Kemenhaj Rilis Jadwal Haji 2027, Ini Tanggal Keberangkatan Kloter Pertama
Teh Kemasan Berbusa Saat Demo Viral, Polisi Telusuri Pihak yang Membagikan
KPK Ungkap Dugaan Kerugian Negara Triliunan Rupiah dalam Kasus Cukai PT Djarum
Dakwaan Silmy Karim Ungkap Uang Klik, Saham Rp 31 Miliar hingga Biaya Kuliah S3
Amran Bongkar Dugaan Pengoplosan 600 Ton Beras SPHP, Kerugian Capai Rp3,3 Miliar
Amran Bertindak Tegas! 8 Pejabat Bapanas-Bulog Dicopot Buntut Dugaan Penyelewengan Beras SPHP
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 11:14 WIB

TNI Tangkap Tiga Anggota OPM di Maybrat, Komandan Batalyon Ikut Diamankan

Minggu, 1 November 2026 - 09:29 WIB

Putusan MA soal Suket Ijazah Gibran, Budi Arie Tegaskan Wapres Tak Akan Mundur

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 07:58 WIB

Teh Kemasan Berbusa Saat Demo Viral, Polisi Telusuri Pihak yang Membagikan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 14:42 WIB

KPK Ungkap Dugaan Kerugian Negara Triliunan Rupiah dalam Kasus Cukai PT Djarum

Jumat, 30 Oktober 2026 - 11:32 WIB

Dakwaan Silmy Karim Ungkap Uang Klik, Saham Rp 31 Miliar hingga Biaya Kuliah S3

Berita Terbaru

Salah satu dapur MBG

Padang Panjang

7 Dapur MBG di Padang Panjang Ditutup

Minggu, 1 Nov 2026 - 11:56 WIB