Efek Damai AS-Iran! Harga Minyak Ambruk, Batu Bara dan CPO Ikut Terseret.

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 15 Juni 2026 - 18:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kapal tongkang bermuatan batu bara melintasi perairan Tidore Kepulauan, Maluku Utara, Sabtu (29/4/2023). Foto: ANTARA FOTO/Andri Saputra

Kapal tongkang bermuatan batu bara melintasi perairan Tidore Kepulauan, Maluku Utara, Sabtu (29/4/2023). Foto: ANTARA FOTO/Andri Saputra

Jakarta, jentik.id– Mayoritas harga komoditas melemah pada akhir pekan lalu. Penurunan terbesar terjadi pada harga minyak mentah yang jatuh ke level terendah sejak Maret 2026 setelah muncul sinyal perdamaian antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Kesepakatan tersebut berpotensi membuka kembali Selat Hormuz, jalur pelayaran energi yang selama ini menjadi salah satu titik paling strategis bagi perdagangan minyak dunia.

Selain minyak mentah, harga batu bara dan crude palm oil (CPO) juga turun. Sebaliknya, nikel dan timah masih mencatat kenaikan.

Harga Minyak Turun Tajam

Harga minyak mentah merosot setelah Presiden AS Donald Trump dan pejabat Iran menyampaikan sinyal kesepakatan untuk mengakhiri konflik serta membuka kembali aktivitas pelayaran di Selat Hormuz.

Mengutip Reuters, harga minyak mentah Brent turun USD 3,58 atau 4,10 persen menjadi USD 83,75 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) turun USD 4,01 atau 4,72 persen ke level USD 80,87 per barel.

Baca Juga :  Pentagon Cemas! Separuh Stok Rudal THAAD AS Disebut Sudah Terkuras

Sebelumnya, kedua kontrak minyak tersebut juga mencatat penurunan lebih dari 3 persen pada perdagangan Jumat lalu.

Perdana Menteri Pakistan yang berperan sebagai mediator menyebut AS dan Iran akan menandatangani nota kesepahaman di Swiss pada pekan ini.

Trump juga menyatakan Selat Hormuz akan kembali beroperasi tanpa pungutan biaya, sementara AS akan mengakhiri blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

Media Iran, Mehr News Agency, melaporkan bahwa rancangan kesepakatan tersebut mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz dalam waktu 30 hari di bawah pengaturan Iran.

Batu Bara dan CPO Ikut Turun

Harga batu bara turut bergerak melemah pada penutupan perdagangan Jumat (12/6). Data Trading Economics menunjukkan harga batu bara turun 1,88 persen menjadi USD 148,90 per ton.

Baca Juga :  Biaya Perang AS-Iran Tembus Rp671,8 Triliun, Menhan Pete Hegseth Minta Tambahan Dana

Tekanan juga terjadi pada harga minyak kelapa sawit mentah atau CPO. Pada periode yang sama, harga CPO turun 1,67 persen ke level MYR 4.475 per ton.

Nikel dan Timah Masih Menguat

Di tengah pelemahan sejumlah komoditas utama, harga nikel justru mencatat kenaikan. Berdasarkan data London Metal Exchange (LME), harga nikel naik 0,77 persen menjadi USD 17.830 per ton.

Harga timah juga melanjutkan tren positif. LME mencatat harga timah naik 1,71 persen dan ditutup pada level USD 53.752 per ton.

Pergerakan tersebut menunjukkan sentimen pasar masih memengaruhi setiap komoditas secara berbeda, terutama setelah muncul perkembangan terbaru terkait hubungan AS dan Iran yang berdampak langsung pada pasar energi global. (nr*)

Berita Terkait

Kabut Asap Makin Meluas, NASA Ungkap Citra Karhutla Indonesia-Malaysia
Banjir Bandang Nepal dan Tibet Tewaskan 1.130 Orang, Hampir 4.500 Masih Hilang
Banjir Bandang Nepal-China Tewaskan Ratusan Orang, Lebih dari 1.400 Hilang
Keributan Final Piala Dunia Berujung Sanksi! Argentina Dijatuhi Skorsing 21 Laga
Waspada! Apple Deteksi Ancaman Spyware, Pengguna di 110 Negara Dapat Peringatan
Lama Menghilang, Mojtaba Khamenei Segera Muncul di Publik Iran
Iran Tetapkan Syarat untuk Buka Selat Hormuz, Minta Ganti Rugi Perang dari AS
Indonesia Serukan Aksi Nyata! Ajukan 5 Langkah Lindungi Al Aqsa dan Dukung Palestina
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 17:45 WIB

Kabut Asap Makin Meluas, NASA Ungkap Citra Karhutla Indonesia-Malaysia

Rabu, 2 September 2026 - 15:01 WIB

Banjir Bandang Nepal dan Tibet Tewaskan 1.130 Orang, Hampir 4.500 Masih Hilang

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 07:33 WIB

Banjir Bandang Nepal-China Tewaskan Ratusan Orang, Lebih dari 1.400 Hilang

Minggu, 23 Agustus 2026 - 10:31 WIB

Keributan Final Piala Dunia Berujung Sanksi! Argentina Dijatuhi Skorsing 21 Laga

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 13:50 WIB

Waspada! Apple Deteksi Ancaman Spyware, Pengguna di 110 Negara Dapat Peringatan

Berita Terbaru