Jakarta, jentik.id– Mayoritas harga komoditas melemah pada akhir pekan lalu. Penurunan terbesar terjadi pada harga minyak mentah yang jatuh ke level terendah sejak Maret 2026 setelah muncul sinyal perdamaian antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.
Kesepakatan tersebut berpotensi membuka kembali Selat Hormuz, jalur pelayaran energi yang selama ini menjadi salah satu titik paling strategis bagi perdagangan minyak dunia.
Selain minyak mentah, harga batu bara dan crude palm oil (CPO) juga turun. Sebaliknya, nikel dan timah masih mencatat kenaikan.
Harga Minyak Turun Tajam
Harga minyak mentah merosot setelah Presiden AS Donald Trump dan pejabat Iran menyampaikan sinyal kesepakatan untuk mengakhiri konflik serta membuka kembali aktivitas pelayaran di Selat Hormuz.
Mengutip Reuters, harga minyak mentah Brent turun USD 3,58 atau 4,10 persen menjadi USD 83,75 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) turun USD 4,01 atau 4,72 persen ke level USD 80,87 per barel.
Sebelumnya, kedua kontrak minyak tersebut juga mencatat penurunan lebih dari 3 persen pada perdagangan Jumat lalu.
Perdana Menteri Pakistan yang berperan sebagai mediator menyebut AS dan Iran akan menandatangani nota kesepahaman di Swiss pada pekan ini.
Trump juga menyatakan Selat Hormuz akan kembali beroperasi tanpa pungutan biaya, sementara AS akan mengakhiri blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.
Media Iran, Mehr News Agency, melaporkan bahwa rancangan kesepakatan tersebut mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz dalam waktu 30 hari di bawah pengaturan Iran.
Batu Bara dan CPO Ikut Turun
Harga batu bara turut bergerak melemah pada penutupan perdagangan Jumat (12/6). Data Trading Economics menunjukkan harga batu bara turun 1,88 persen menjadi USD 148,90 per ton.
Tekanan juga terjadi pada harga minyak kelapa sawit mentah atau CPO. Pada periode yang sama, harga CPO turun 1,67 persen ke level MYR 4.475 per ton.
Nikel dan Timah Masih Menguat
Di tengah pelemahan sejumlah komoditas utama, harga nikel justru mencatat kenaikan. Berdasarkan data London Metal Exchange (LME), harga nikel naik 0,77 persen menjadi USD 17.830 per ton.
Harga timah juga melanjutkan tren positif. LME mencatat harga timah naik 1,71 persen dan ditutup pada level USD 53.752 per ton.
Pergerakan tersebut menunjukkan sentimen pasar masih memengaruhi setiap komoditas secara berbeda, terutama setelah muncul perkembangan terbaru terkait hubungan AS dan Iran yang berdampak langsung pada pasar energi global. (nr*)









