Teheran, jentik.id – Perdana Menteri (PM) Israel Netanyahu dilaporkan tewas dihantam rudal Iran. Kini balas dendam Iran tercapai. Nyawa Balas nyawa.
Sebelumnya Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei tewas dirudal Israe-AS, pada 28 Februari 2026.
Tewasnya PM Netanyahu banyak diberitakan media Iran dan sejumlah media di Timur Tengah. Mereka mengucapkan alhamdulillah, pemimpin Israel yang suka bikin kekacauan di dunia ini tewas dihantam rudal.
Sejumlah laporan dari media yang mengutip sumber berbahasa Ibrani menyebutkan, absennya Netanyahu dari berbagai publikasi resmi memicu dugaan bahwa pemimpin Israel itu kemungkinan mengalami cidera serius atau menghadapi situasi tertentu yang belum diketahui publik.
Salah satu indikator yang memicu spekulasi adalah tidak adanya unggahan video terbaru dari Netanyahu selama hampir empat hari terakhir. Padahal sebelumnya, Netanyahu dikenal aktif menyampaikan pesan melalui video yang diunggah di saluran resmi maupun media sosial pribadinya.
Dalam kondisi normal, setidaknya satu hingga tiga video biasanya diunggah setiap hari. Video tersebut umumnya berisi pernyataan politik, pesan kepada masyarakat Israel, maupun tanggapan terhadap perkembangan situasi keamanan di kawasan Timur Tengah.
Namun dalam beberapa hari terakhir, komunikasi yang dikaitkan dengan Netanyahu hanya berupa pernyataan tertulis. Tidak ada rekaman video maupun foto terbaru yang dirilis kepada publik, sehingga memicu berbagai spekulasi di kalangan pengamat dan media internasional.
Selain itu, sejumlah sumber juga menyebutkan bahwa pengamanan di sekitar kediaman Netanyahu dilaporkan diperketat sejak 8 Maret. Langkah tersebut disebut-sebut sebagai upaya antisipasi terhadap potensi ancaman keamanan, termasuk kemungkinan serangan drone bunuh diri.
Situasi ini semakin memicu tanda tanya setelah muncul laporan mengenai percakapan telepon antara Presiden Prancis, Emmanuel Macron, dengan Netanyahu. Pihak Istana Élysée hanya merilis isi percakapan dalam bentuk pernyataan tertulis tanpa menyebutkan secara jelas waktu terjadinya komunikasi tersebut.
Minimnya informasi resmi membuat berbagai spekulasi berkembang di media sosial maupun sejumlah media internasional. Sebagian pihak bahkan menyebut kemungkinan Netanyahu mengalami kondisi serius, meskipun kabar tersebut belum terkonfirmasi dengan pemerintah Israel. (*/syam)









