Bank Jambi Bobol

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 24 Februari 2026 - 08:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

para petinggi bank jambi beri keterangan terkait raibnya uang nasabah

para petinggi bank jambi beri keterangan terkait raibnya uang nasabah

Jambi, jentik.id–Bank Jambi bobol, sistem keamanan lemah. Ribuan nasabah menyesal telah menabung di Bank milik pemerintah Provinsi Jambi ini. Ada apa dengan manajemen. Kenapa bisa bobol. Inilah pertanyaan mengantung ribuan nasabah.

Gangguan sistem perbankan yang melanda Bank Jambi kini memasuki babak baru. Manajemen bank resmi melaporkan dugaan peretasan layanan ke Kepolisian Daerah Jambi, Senin (23/2/2026), menyusul hilangnya saldo sejumlah nasabah dan terganggunya layanan digital sejak Minggu (22/2).

Perwakilan Bank Jambi mendatangi Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jambi didampingi penasihat hukum Ikhsan Hasibuan. Mereka menjalani pemeriksaan selama sekitar empat jam sebelum akhirnya keluar dari ruang penyidik.

Ikhsan menyebut laporan tersebut berkaitan dengan dugaan pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

“Kami menduga ada peretasan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Namun saat ini masih dalam proses penyelidikan,” ujarnya.

Meski belum merinci jumlah kerugian secara keseluruhan, pihak Bank Jambi memastikan dana nasabah tetap menjadi tanggung jawab bank.

“Pengembalian pasti dilakukan. Sesuai ketentuan OJK, prosesnya bisa memakan waktu hingga 10 hari kerja setelah laporan diverifikasi,” tegasnya.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jambi, Kombes Pol Taufik Nurmandia, membenarkan laporan tersebut.

“Laporan sudah kami terima dan saat ini masih dalam tahap pendalaman oleh penyidik Subdit II Perbankan,” katanya singkat, dilansir tribunjambi.com

Audit Forensik Telusuri Penyebab Gangguan

Direktur Utama Bank Jambi, Khairul Suhairi, menjelaskan bahwa pihaknya masih melakukan audit forensik untuk mengungkap penyebab gangguan sistem yang berdampak pada layanan ATM dan mobile banking.

Baca Juga :  Al Haris Lantik Komisaris Utama Baru, Bank Jambi Diminta Segera Bangkit

“Saat ini audit forensik masih berlangsung. Kami belum bisa memastikan penyebabnya karena proses penelusuran masih berjalan,” ujarnya dalam pertemuan dengan media di Gedung Mahligai Bank 9 Jambi.

Ia menegaskan, pelaporan ke kepolisian merupakan bagian dari komitmen bank untuk menyelesaikan persoalan secara transparan dan profesional.

Nasabah Panik, Antrean Panjang di Kantor Cabang

Gangguan layanan tersebut memicu kepanikan di kalangan nasabah. Sejak Senin pagi, ratusan orang memadati kantor cabang Bank Jambi di berbagai wilayah, termasuk Telanaipura, Kantor Wali Kota Jambi, Sengeti, dan Batang Hari, Kota Sungai Penuh.

Sebagian besar nasabah datang untuk memastikan saldo mereka masih aman. Namun, tidak sedikit yang mengaku kehilangan dana dalam jumlah besar.

Rendy, salah seorang nasabah, mengaku saldo tabungan orang tuanya berkurang Rp24 juta secara tiba-tiba.

“Saya tidak pernah melakukan penarikan. Tiba-tiba saldo berkurang. Itu uang tabungan orang tua saya,” ujarnya dengan nada cemas.

Nasabah lain, Helmi, mengalami kejadian serupa. Saldo rekeningnya berkurang Rp25 juta tanpa keterangan transaksi.

“Biasanya saldo Rp68 juta, sekarang tinggal Rp43 juta. Tidak ada riwayat penarikan,” katanya.

Sukartini, seorang ASN di Kota Jambi, juga terkejut saat mengetahui saldo rekeningnya berkurang lebih dari Rp24 juta.

“Saya percaya Bank Jambi karena gaji saya masuk ke sini. Tapi kejadian ini sangat mengecewakan,” ungkapnya.

Bahkan, seorang nasabah di Sengeti mengaku kehilangan lebih dari Rp100 juta, sementara nasabah lain menemukan mutasi saldo Rp24 juta tanpa penjelasan yang jelas.

Sebagian nasabah memilih menarik seluruh dana mereka karena khawatir kejadian serupa terulang. Namun, ada juga yang memastikan saldo mereka masih aman, meski layanan mobile banking belum dapat digunakan.

Baca Juga :  5 Orang Jadi Tersangka Karhutla di Jambi, 4,25 Hektare Lahan Ludes Terbakar

Nasabah di Sungai Penuh mengalami hal serupa saldonya raib tiba-tiba. “Saya tak ada lakukan transaksi, uang tabungan raib Rp25 juta,” kata Saharni.

Banyak cerita lain yang dialami nasabah di Sungai Penuh, mereka menyesal nabung di Bank Jambi, “Jika sudah pulih saya akan tarik semua uang milik saya. Kapok,” katanya singkat.

Ombudsman Minta Bank Bertanggung Jawab

Kepala Perwakilan Ombudsman Republik Indonesia Provinsi Jambi, Syaiful Roswandi, meminta Bank Jambi bertanggung jawab penuh atas kerugian nasabah.

“Bank wajib menjamin keamanan dana masyarakat. Kami juga meminta layanan digital segera dipulihkan agar tidak menimbulkan keresahan,” ujarnya.

Ia menegaskan, kejadian ini harus menjadi evaluasi serius bagi Bank Jambi untuk memperkuat sistem keamanan teknologi informasi.

Dana Kas Daerah Dipastikan Aman

Di tengah kekhawatiran masyarakat, Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi memastikan dana kas daerah yang disimpan di Bank Jambi tetap aman.

Sekretaris BPKAD Muaro Jambi, Abdul Hamid, mengatakan pihaknya telah melakukan koordinasi langsung dengan manajemen bank.

“Saldo kas daerah maupun rekening operasional pemerintah dipastikan aman dan tidak terdampak,” jelasnya.

Hingga kini, penyelidikan kepolisian dan audit forensik masih berlangsung. Bank Jambi berjanji memulihkan layanan digital secepat mungkin serta memastikan dana nasabah yang terdampak akan dikembalikan sepenuhnya.

Sementara itu, nasabah berharap ada kepastian dan penyelesaian cepat agar kepercayaan terhadap layanan perbankan daerah tersebut dapat pulih kembali. (ms)

Berita Terkait

Terbongkar! 32 Kasus Tambang Emas Ilegal di Jambi, 71 Tersangka dan 3,5 Kg Emas Disita
Penggerebekan Narkoba di Muaro Jambi, 20 Orang Diciduk, Seorang di Antaranya Lansia
Kabut Asap Ganggu Penerbangan, Bandara Sultan Thaha Jambi Buka Operasional hingga Tengah Malam
Karhutla Picu Ribuan Kasus ISPA di Kota Jambi, Polusi Udara Masuk Kategori Sangat Tidak Sehat
Dishut Jambi Anggarkan Rp1,84 Miliar untuk Peralatan Penanganan Karhutla
Indeks Kualitas Udara Jambi Capai 392, Al Haris Kerahkan ASN Muda Atasi Karhutla
Kabut Asap Ganggu Penerbangan di Bandara Sultan Thaha Jambi
Orang Tua Tolak Damai, Dugaan Penganiayaan Siswa SMA Titian Teras Berlanjut
Berita ini 102 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 16:34 WIB

Terbongkar! 32 Kasus Tambang Emas Ilegal di Jambi, 71 Tersangka dan 3,5 Kg Emas Disita

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:47 WIB

Penggerebekan Narkoba di Muaro Jambi, 20 Orang Diciduk, Seorang di Antaranya Lansia

Rabu, 14 Oktober 2026 - 12:44 WIB

Kabut Asap Ganggu Penerbangan, Bandara Sultan Thaha Jambi Buka Operasional hingga Tengah Malam

Selasa, 13 Oktober 2026 - 10:21 WIB

Karhutla Picu Ribuan Kasus ISPA di Kota Jambi, Polusi Udara Masuk Kategori Sangat Tidak Sehat

Senin, 12 Oktober 2026 - 08:37 WIB

Dishut Jambi Anggarkan Rp1,84 Miliar untuk Peralatan Penanganan Karhutla

Berita Terbaru

Listyo Sigit Prabowo ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo Subianto.

Hukum

Listyo Sigit Prabowo Kini Dibalik Jeruji Besi

Rabu, 4 Nov 2026 - 14:29 WIB