JAKARTA, jentik.id – Kaca depan mobil sering terkena batu yang terpental dari kendaraan lain, terutama saat melaju di jalan tol. Benturan tersebut bisa meninggalkan titik retak kecil atau stone chip.
Pemilik mobil tidak selalu harus langsung mengganti kaca. Bengkel kaca mobil memiliki metode reparasi dengan menyuntikkan resin ke bagian yang rusak.
Kiki, pemilik toko kaca mobil Alpha Glass di Kayuringin Jaya, Bekasi, menjelaskan bahwa teknisi menggunakan alat khusus untuk memasukkan resin ke dalam celah kaca.
Reparasi Stone Chip Lebih Hemat
Menurut Kiki, metode suntik kaca menjadi salah satu pilihan dengan biaya lebih rendah dibandingkan mengganti kaca secara keseluruhan.
Ia menyebut biaya perbaikan stone chip di bengkelnya sekitar Rp350 ribu. Harga tersebut berlaku tanpa membedakan merek atau jenis mobil, selama kerusakan masih bisa diperbaiki.
Teknisi terlebih dahulu memeriksa kondisi luka pada kaca. Setelah itu, mereka memasukkan resin melalui alat suntik khusus dan memberikan tekanan agar cairan mengisi rongga pada lapisan kaca.
Hanya untuk Kerusakan Tertentu
Metode ini tidak cocok untuk semua jenis kerusakan. Teknisi hanya dapat memperbaiki stone chip, yaitu titik kerusakan kecil akibat benturan benda keras.
Kiki menyebut dua bentuk kerusakan yang umum, yakni star crack dan bull’s eye crack. Star crack memiliki retakan yang menyebar seperti bintang, sedangkan bull’s eye crack berbentuk bulat.
Bengkel tersebut menggunakan beberapa jenis resin untuk menyesuaikan tingkat kerusakan. Kiki mengatakan teknisi juga menggunakan peralatan khusus yang memerlukan keterampilan dan sertifikasi.
Proses Perbaikan Sekitar Dua Jam
Perbaikan dengan metode suntik kaca membutuhkan waktu sekitar dua jam. Teknik ini hanya berlaku pada kaca mobil berjenis laminated.
Teknisi memasukkan resin ke bagian yang retak untuk mengisi rongga pada kaca. Setelah proses selesai, resin akan mengeras dan membantu memperbaiki struktur area yang mengalami kerusakan.
Namun, pemilik mobil tidak boleh berharap kaca kembali seperti kondisi baru. Bekas perbaikan biasanya masih terlihat, meski samar.
Kiki menegaskan bahwa iklan yang memperlihatkan retakan hilang sepenuhnya setelah pemberian cairan tidak menggambarkan hasil sebenarnya.
Hasil Tidak Selalu Bertahan Sama
Metode suntik kaca dapat menjadi pilihan bagi pemilik mobil yang belum ingin mengganti kaca. Pemilik bisa melakukan perbaikan sementara jika kerusakan masih memenuhi syarat untuk reparasi.
Meski begitu, metode tersebut tidak memberikan jaminan ketahanan dalam jangka waktu tertentu. Berdasarkan pengalaman Kiki, hasil perbaikan bisa bertahan lama, tetapi retakan juga dapat muncul kembali dalam waktu relatif singkat.
Karena itu, pemilik mobil perlu memeriksa kondisi kaca terlebih dahulu sebelum memilih metode perbaikan. Jika retakan sudah besar atau menyebar, teknisi perlu menentukan apakah reparasi masih memungkinkan atau penggantian kaca menjadi pilihan yang lebih tepat. (nr*)









