Sungai Penuh, jentik.id– Wacana agar RSUD Mayjen H.A. Thalib kembali dipimpin dokter terus menguat di kalangan tenaga kesehatan dan masyarakat. Mereka menilai kepemimpinan berlatar medis mampu meningkatkan mutu layanan dan keselamatan pasien.
Sejumlah pihak menegaskan rumah sakit merupakan institusi pelayanan yang kompleks. Direktur berlatar dokter lebih memahami kebutuhan klinis, alur pasien, serta standar prosedur operasional (SPO).
Dokter yang memimpin rumah sakit lebih fokus membangun budaya keselamatan pasien dan memperkuat manajemen risiko medis, termasuk saat menangani insiden.
Dari sisi koordinasi, pimpinan berlatar dokter lebih mudah menjalin komunikasi dengan dokter spesialis, perawat, dan tenaga kesehatan lain. Kolaborasi itu mendorong layanan yang terintegrasi dan responsif terhadap kebutuhan pasien.
Dalam aspek akreditasi dan regulasi, dokter memahami standar pelayanan, etika profesi, serta tata kelola klinis secara menyeluruh. Pemahaman itu mendorong peningkatan kualitas rumah sakit secara berkelanjutan.
Sejumlah kalangan mencontohkan keberhasilan RSUD dr. Iskak Tulungagung yang dipimpin Supriyanto hingga meraih berbagai pengakuan nasional dan internasional.
Namun, sebagian pihak menyatakan direktur RSUD, khususnya berstatus BLUD, tidak harus berasal dari profesi dokter. Profesional non-medis dengan kemampuan manajerial kuat tetap bisa memimpin rumah sakit selama tim klinis memberi dukungan penuh.
Pengamat kesehatan menekankan pentingnya kombinasi kompetensi. Direktur ideal harus menguasai aspek klinis dan manajemen, misalnya melalui pendidikan MARS (Magister Administrasi Rumah Sakit), agar mampu menyeimbangkan pelayanan publik dan efisiensi operasional. (nr*)









