Rupiah Melemah ke Rp17.879, Investor Menanti Keputusan BI

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 22 September 2026 - 19:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Karyawan menghitung uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung, Jakarta, Selasa (12/5/2026).

Karyawan menghitung uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung, Jakarta, Selasa (12/5/2026).

Jakarta, jentik.id — Nilai tukar rupiah melemah pada pembukaan perdagangan Selasa (22/9/2026). Rupiah turun 32 poin atau 0,18 persen ke level Rp17.879 per dolar AS dari posisi penutupan sebelumnya Rp17.847 per dolar AS.

Analis Bank Woori Saudara Rully Nova mengatakan investor memilih menunggu keputusan Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) yang berlangsung pada Rabu (23/9).

Menurut Rully, pasar memperkirakan BI masih akan mempertahankan suku bunga acuan. Pelaku pasar juga mencermati kebijakan bank sentral di sejumlah negara yang mulai menaikkan suku bunga.

“Pelemahan rupiah dipengaruhi sikap wait and see pelaku pasar terkait keputusan RDG BI besok,” kata Rully di Jakarta, Selasa.

Rully menilai BI memiliki sejumlah instrumen untuk menjaga stabilitas rupiah tanpa harus mengubah suku bunga. Instrumen itu mencakup lelang Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), swap point, serta intervensi di pasar obligasi.

Baca Juga :  Kurs Anjlok ke Rp17.090, Pasar Dibayangi Ketegangan Global

Menurut Rully, berbagai kebijakan tersebut masih membantu BI menjaga stabilitas nilai tukar dalam jangka pendek sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi.

Dari pasar global, investor juga mencermati kebijakan suku bunga sejumlah bank sentral. The Fed, Bank of Japan (BoJ), dan Bank Sentral Eropa (ECB) masing-masing menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin pada September 2026.

Selain suku bunga, investor turut mencermati pergerakan harga minyak. Harga minyak masih berada di atas asumsi APBN sebesar 70 dolar AS per barel. Kondisi tersebut berpotensi menambah tekanan terhadap defisit anggaran dan neraca perdagangan.

Baca Juga :  Pinjam Uang ke Bank Bisa Pengaruhi Bansos, Ini Penjelasannya

Namun, harga minyak turun lebih dari 2 persen pada Senin (21/9). Pasar merespons harapan perundingan Amerika Serikat dan Iran kembali berjalan serta ekspor minyak mentah Arab Saudi pulih.

Harga minyak Brent untuk pengiriman November tercatat sekitar 101,68 dolar AS per barel, turun 2,12 persen dari penutupan sebelumnya sebesar 103,87 dolar AS.

Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman November turun 2,32 persen menjadi 93,85 dolar AS per barel dari 96,08 dolar AS.

Dengan mencermati berbagai sentimen tersebut, Rully memperkirakan rupiah bergerak pada kisaran Rp17.800 hingga Rp17.900 per dolar AS dalam waktu dekat. (nr*)

Berita Terkait

Sahroni Desak Vape Dilarang Total, Soroti Dugaan Kamuflase Narkoba
Ada 14 Pejabat Baru! Suahasil Lantik Jajaran Strategis Kemenkeu
Harga BBM Naik Lagi! Daftar Terbaru Pertamina, Shell, BP-AKR, dan Vivo 7 September 2026
Abu Vulkanik Erupsi Anak Krakatau Menyebar ke Lima Provinsi Jawa dan Sumatera
Desil DTSEN Tiba-Tiba Berubah? Gus Ipul Ungkap Ada 12 Juta Data Baru
Desil Warga Tak Sesuai Kondisi? Komisi X Beri BPS Tenggat 2 Minggu
Purbaya Bertemu Pengusaha Rokok Ilegal, Pilihan Legal atau Diberantas
Ratusan Siswa dan Santri Diduga Keracunan MBG, Kepala SPPG Kalitengah Minta Maaf
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 19:47 WIB

Rupiah Melemah ke Rp17.879, Investor Menanti Keputusan BI

Senin, 21 September 2026 - 14:22 WIB

Sahroni Desak Vape Dilarang Total, Soroti Dugaan Kamuflase Narkoba

Senin, 21 September 2026 - 12:56 WIB

Ada 14 Pejabat Baru! Suahasil Lantik Jajaran Strategis Kemenkeu

Senin, 7 September 2026 - 14:22 WIB

Harga BBM Naik Lagi! Daftar Terbaru Pertamina, Shell, BP-AKR, dan Vivo 7 September 2026

Minggu, 6 September 2026 - 16:11 WIB

Abu Vulkanik Erupsi Anak Krakatau Menyebar ke Lima Provinsi Jawa dan Sumatera

Berita Terbaru

Karyawan menghitung uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung, Jakarta, Selasa (12/5/2026).

Nasional

Rupiah Melemah ke Rp17.879, Investor Menanti Keputusan BI

Selasa, 22 Sep 2026 - 19:47 WIB