PASAMAN BARAT, jentik.id – Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, meminta Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) segera menangani kemunculan buaya muara yang mengancam warga di kawasan sungai dan pesisir.
BPBD Pasaman Barat mencatat kemunculan buaya semakin sering terjadi di sejumlah muara yang terhubung langsung dengan sungai dan laut. Kondisi tersebut membuat warga yang beraktivitas di sekitar perairan merasa khawatir.
Kepala Pelaksana BPBD Pasaman Barat Zulkarnain mengatakan karakter wilayah Pasaman Barat membuat buaya muara mudah bergerak dari sungai menuju kawasan pantai.
“Intensitas kemunculan buaya muara saat ini meningkat. Ini harus menjadi perhatian bersama,” kata Zulkarnain di Simpang Empat, Minggu (27/9).
Banyak Sungai Terhubung ke Pesisir
Pasaman Barat memiliki kawasan pesisir dengan sejumlah sungai dan kanal perkebunan yang bermuara ke laut. Kondisi itu menyediakan habitat yang sesuai bagi buaya muara.
Menurut Zulkarnain, BPBD selama ini menangani kondisi darurat seperti mengevakuasi korban dan memberikan imbauan kepada masyarakat.
Namun, penanganan jangka panjang membutuhkan langkah yang lebih luas. Pemerintah daerah berharap KKP ikut mengkaji populasi buaya, kondisi habitat, serta kemungkinan relokasi.
“Kami di BPBD hanya bisa melakukan evakuasi dan mengimbau warga. Untuk kajian populasi, pengendalian habitat, dan relokasi permanen, kami membutuhkan KKP,” ujarnya.
Lima Warga Jadi Korban dalam Tiga Tahun
Konflik antara manusia dan buaya bukan persoalan baru di Pasaman Barat. BPBD bersama Basarnas Pos Pasaman dan Diskominfo Pasaman Barat mencatat kejadian serupa terus berulang.
Dalam tiga tahun terakhir, sedikitnya lima orang menjadi korban serangan buaya. Kemunculan kembali predator tersebut membuat masyarakat di sekitar muara semakin waspada.
Zulkarnain meminta warga tidak lengah saat beraktivitas di sungai, kanal, maupun kawasan muara. Masyarakat juga perlu menghindari lokasi yang sering menjadi tempat kemunculan buaya.
Pencari Lokan Diserang di Sungai Batang Sikilang
Serangan terbaru terjadi pada Sabtu (26/9) sekitar pukul 11.30 WIB. Seorang warga Nagari Sikilang, Kecamatan Sungai Aur Selatan, bernama Sius (50), mengalami serangan buaya ketika mencari lokan di Sungai Batang Sikilang.
Saat korban berada di tengah sungai, seekor buaya berukuran besar tiba-tiba muncul dan menyerang kaki kirinya. Serangan tersebut menyebabkan luka terbuka sekitar 10 sentimeter pada bagian betis.
Korban berusaha melawan dan menarik diri dari cengkeraman buaya. Rekan-rekannya kemudian membantu menggunakan peralatan seadanya hingga korban berhasil keluar dari sungai.
Warga langsung membawa Sius ke tempat aman sebelum merujuknya ke RSUD Pasaman Barat di Jambak. Tim medis kemudian memberikan perawatan terhadap luka yang dialaminya.
BPBD menyebut kondisi korban saat ini stabil dan masih menjalani perawatan.
Warga Diminta Lebih Waspada
Pemerintah daerah mengingatkan warga agar meningkatkan kewaspadaan ketika beraktivitas di sekitar sungai dan muara. Terutama, masyarakat yang mencari ikan, lokan, atau melakukan kegiatan lain di perairan perlu memperhatikan kondisi sekitar.
BPBD juga terus melakukan pemantauan dan penanganan apabila warga melaporkan kemunculan buaya.
Pemkab Pasaman Barat berharap KKP dapat membantu menyusun langkah penanganan jangka panjang. Upaya tersebut mencakup pemetaan habitat, kajian populasi, pengendalian konflik, hingga opsi relokasi jika diperlukan.
Dengan langkah bersama, pemerintah berharap konflik antara warga dan buaya muara dapat ditekan sehingga aktivitas masyarakat di kawasan pesisir tetap aman. (nr*)









