Jakarta, jentik.id-Desil ekonomi merupakan metode untuk mengelompokkan masyarakat berdasarkan tingkat kesejahteraan. Pemerintah membagi penduduk ke dalam 10 kelompok, mulai dari Desil 1 yang memiliki tingkat kesejahteraan terendah hingga Desil 10 yang tertinggi.
Pengelompokan ini membantu pemerintah memetakan kondisi ekonomi masyarakat sekaligus menentukan sasaran berbagai program bantuan sosial (bansos).
Berikut pembagian desil berdasarkan tingkat kesejahteraan ekonomi:
1. Desil 1 (Sangat Miskin) Kelompok ini mencakup 10 persen penduduk dengan tingkat kesejahteraan terendah. Pemerintah memprioritaskan kelompok ini dalam berbagai program bantuan sosial.
2. Desil 2 (Miskin) Kelompok ini terdiri atas 10 persen penduduk berikutnya dengan tingkat kesejahteraan rendah. Pemerintah dapat menjadikannya sasaran program bantuan dan perlindungan sosial.
3. Desil 3 (Kelompok Ekonomi Rendah) Kelompok ini berada pada urutan ketiga terbawah. Kondisi ekonominya masih rentan sehingga membutuhkan perhatian dalam program perlindungan sosial.
4. Desil 4 (Rentan Miskin) Masyarakat dalam kelompok ini memiliki kondisi ekonomi yang relatif terbatas. Guncangan ekonomi, seperti kehilangan pekerjaan atau kenaikan harga kebutuhan pokok, dapat memperburuk kesejahteraan mereka.
5. Desil 5–7 (Menengah) Kelompok ini mencakup masyarakat dengan tingkat kesejahteraan menengah. Kondisi ekonominya relatif lebih stabil, meskipun sebagian rumah tangga masih menghadapi keterbatasan.
6. Desil 8–9 (Menengah Atas) Kelompok ini terdiri atas masyarakat dengan tingkat kesejahteraan yang lebih tinggi. Mereka umumnya memiliki kondisi ekonomi yang lebih mapan dibandingkan kelompok sebelumnya.
7. Desil 10 (Paling Sejahtera) Kelompok ini mencakup 10 persen penduduk dengan tingkat kesejahteraan tertinggi. Pemerintah umumnya tidak memprioritaskan kelompok ini sebagai penerima bantuan sosial yang ditujukan bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Catatan: Pembagian desil menunjukkan posisi relatif kesejahteraan rumah tangga, bukan batas penghasilan yang berlaku sama di seluruh wilayah. Penetapan penerima bansos juga mengikuti kriteria dan ketentuan masing-masing program. Karena itu, desil tidak otomatis menentukan seseorang berhak atau tidak berhak menerima bantuan. (nr)









