Sungai Penuh, jentik.id – Pemerintah Kota Sungai Penuh tengah mematangkan rencana peluncuran Sekda Alpian, Pemkot Sungai Penuh Siapkan Peluncuran Program PHBS dan Gerakan Menuju Sanitasi Aman serta menciptakan lingkungan kota yang bersih dan sehat.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Sungai Penuh, Alpian, mengatakan program tersebut saat ini masih dalam tahap kajian agar pelaksanaannya sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan kearifan lokal.
“Gerakan ini menjadi gerakan kita bersama yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan, terutama peran aktif masyarakat.
Saat ini konsepnya masih dikaji agar implementasinya tepat dan sesuai dengan kondisi daerah,” ujar Alpian usai pembahasan rencana program menuju Kota Sungai Penuh yang lebih sehat.
Menurutnya, pelaksanaan program akan dilakukan secara kolaboratif antara Pemerintah Kota Sungai Penuh dengan pemerintah pusat, serta didukung berbagai mitra pembangunan seperti UNICEF, organisasi masyarakat, dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang bergerak di bidang lingkungan.
Alpian menjelaskan, program tersebut merupakan implementasi amanat Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, yang menegaskan bahwa penyediaan air minum dan sanitasi merupakan bagian dari pelayanan dasar yang wajib dipenuhi pemerintah daerah.
Ia menegaskan, Pemkot Sungai Penuh juga berkomitmen mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada sektor penyediaan air minum, sanitasi, dan peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.
Selain pembangunan sarana sanitasi, pemerintah juga terus menggalakkan kampanye Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) melalui Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) serta Program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM).
“Kami berharap program ini nantinya mendapat dukungan penuh dari seluruh elemen masyarakat sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara luas,” kata Alpian.
Dalam waktu dekat, Pemkot Sungai Penuh juga menargetkan peluncuran deklarasi Kota Stop Buang Air Besar Sembarangan (SBS) atau Open Defecation Free (ODF) sebagai langkah menuju pencapaian penghargaan STBM dari Kementerian Kesehatan pada 2027.
Untuk mendukung target tersebut, Dinas Kesehatan bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Sungai Penuh akan mengintensifkan sosialisasi PHBS dan sanitasi aman melalui seluruh puskesmas hingga ke desa-desa.
Meski demikian, Alpian mengakui masih terdapat sejumlah tantangan dalam mewujudkan akses air minum dan layanan sanitasi yang aman sebagaimana ditargetkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2026–2029.
Ia berharap sinergi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga internasional, dan masyarakat dapat mempercepat terwujudnya sanitasi yang aman dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya hidup bersih dan sehat.
“Semakin banyak masyarakat yang menerapkan PHBS dan menjaga sanitasi, maka kualitas kesehatan masyarakat akan semakin baik dan cita-cita mewujudkan Indonesia yang sehat dapat tercapai,” tutup Alpian.(asy*).









