TURKI, jentik.id – Isu penemuan Bahtera Nabi Nuh kembali ramai setelah tim peneliti melakukan kajian di kawasan Durupınar, dekat Gunung Ararat, Turki. Penelitian tersebut menemukan sejumlah data yang masih perlu tim analisis lebih lanjut.
Formasi berbentuk menyerupai kapal itu sudah lama memunculkan dugaan sebagai sisa Bahtera Nabi Nuh. Namun, tim peneliti belum menyatakan bahwa formasi tersebut merupakan bahtera yang diceritakan dalam kitab suci.
Prof. Dr. Cenker Atila dari Departemen Arkeologi Sivas Cumhuriyet University memimpin penelitian tersebut. Pemerintah Turki juga memberikan izin kepada tim untuk melakukan penelitian geologi dan geofisika di kawasan Durupınar.
Penelitian Masih Berjalan
Atila dan tim menggunakan berbagai metode untuk mempelajari struktur bawah permukaan formasi Durupınar. Mereka melakukan pemetaan digital, survei radar, pengambilan sampel tanah, hingga pengeboran.
Tim mengumpulkan sekitar 1.000 sampel dari sejumlah titik. Selanjutnya, mereka membawa sampel tersebut ke laboratorium untuk mengetahui komposisi dan karakter material di dalam formasi.
Peneliti juga menggunakan ground penetrating radar (GPR) dan electrical resistivity tomography (ERT). Kedua teknologi tersebut membantu tim melihat struktur bawah permukaan tanpa harus menggali seluruh kawasan.
Melalui metode tersebut, peneliti berusaha mendapatkan gambaran yang lebih lengkap mengenai bentuk dan susunan geologi Durupınar.
Belum Ada Bukti Bahtera Nabi Nuh
Meski sejumlah pemberitaan menyebut penelitian itu sebagai penemuan Bahtera Nabi Nuh, tim peneliti belum memiliki bukti yang cukup untuk memastikan klaim tersebut.
Data yang terkumpul saat ini masih memberikan petunjuk awal. Tim masih harus memeriksa sampel tanah, material organik, struktur geologi, serta hasil pengeboran sebelum menarik kesimpulan.
Bentuk yang menyerupai kapal juga tidak otomatis membuktikan bahwa formasi tersebut merupakan kapal kuno. Peneliti perlu menemukan bukti yang dapat menunjukkan adanya aktivitas manusia atau struktur buatan.
Karena itu, masyarakat perlu membedakan antara penelitian terhadap formasi Durupınar dan klaim bahwa Bahtera Nabi Nuh telah ditemukan.
Formasi Durupınar Sudah Lama Menjadi Perhatian
Formasi Durupınar mulai menarik perhatian pada 1959. Saat itu, Kapten İlhan Durupınar menemukan bentuk menyerupai kapal melalui foto udara.
Sejak saat itu, banyak pihak meneliti kawasan tersebut. Sebagian peneliti dan kelompok tertentu menghubungkannya dengan kisah Bahtera Nabi Nuh. Namun, sejumlah kajian geologi juga menawarkan penjelasan bahwa proses alam dapat membentuk struktur menyerupai kapal.
Penelitian terbaru mencoba menambah data melalui teknologi pemetaan dan survei geofisika. Tim berharap data tersebut dapat membantu menjelaskan asal-usul formasi secara lebih ilmiah.
Sampel Laboratorium Jadi Kunci
Tim peneliti kini menunggu hasil pemeriksaan laboratorium. Mereka akan menganalisis sampel untuk mengetahui kandungan organik, komposisi tanah, serta karakter material yang berada di bawah permukaan.
Hasil analisis tersebut dapat membantu tim memahami proses pembentukan formasi Durupınar. Data laboratorium juga akan menjadi bahan penting untuk membandingkan berbagai kemungkinan mengenai asal-usul struktur tersebut.
Peneliti berencana melanjutkan kajian setelah menyelesaikan seluruh analisis lapangan dan laboratorium. Sivas Cumhuriyet University juga menyebut penelitian 2026 sebagai bagian dari kajian yang lebih panjang.
Dengan demikian, hasil penelitian tidak hanya bergantung pada bentuk formasi dari permukaan. Tim perlu menggabungkan data geologi, geofisika, pengeboran, dan analisis laboratorium.
Belum Bisa Disebut Bahtera Nabi Nuh
Ramainya kabar mengenai penelitian Durupınar membuat isu penemuan Bahtera Nabi Nuh kembali menjadi perhatian. Namun, masyarakat perlu melihat perkembangan penelitian secara utuh.
Hingga tahap ini, tim belum mengonfirmasi bahwa formasi tersebut merupakan Bahtera Nabi Nuh. Mereka masih memeriksa berbagai bukti untuk mengetahui asal-usul struktur tersebut.
Penelitian 2026 memang memberikan data tambahan melalui teknologi modern. Namun, tim masih membutuhkan analisis lebih lanjut sebelum menarik kesimpulan akhir.
Karena itu, kabar mengenai “Bahtera Nabi Nuh telah ditemukan” belum dapat dianggap sebagai fakta ilmiah yang sudah terbukti. Fakta yang tersedia saat ini menunjukkan bahwa para peneliti masih mengkaji formasi Durupınar melalui pemetaan, survei geofisika, pengambilan sampel, dan pengeboran.
Hasil penelitian dan analisis laboratorium nantinya akan menjadi dasar penting untuk menjawab apakah formasi tersebut memiliki hubungan dengan kapal kuno atau terbentuk melalui proses geologi alami. (nr*)









