Buaya Muara Kembali Menerkam, Pasaman Barat Minta KKP Turun Tangan

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 28 September 2026 - 08:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pasaman Barat Zulkarnain saat melihat kondisi seorang warga Sikilang, Kecamatan Sungai Aua, Sabtu (26/9/2026). ANTARA/HO-BPBD Pasaman Barat.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pasaman Barat Zulkarnain saat melihat kondisi seorang warga Sikilang, Kecamatan Sungai Aua, Sabtu (26/9/2026). ANTARA/HO-BPBD Pasaman Barat.

PASAMAN BARAT, jentik.id – Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, meminta Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) segera menangani kemunculan buaya muara yang mengancam warga di kawasan sungai dan pesisir.

BPBD Pasaman Barat mencatat kemunculan buaya semakin sering terjadi di sejumlah muara yang terhubung langsung dengan sungai dan laut. Kondisi tersebut membuat warga yang beraktivitas di sekitar perairan merasa khawatir.

Kepala Pelaksana BPBD Pasaman Barat Zulkarnain mengatakan karakter wilayah Pasaman Barat membuat buaya muara mudah bergerak dari sungai menuju kawasan pantai.

“Intensitas kemunculan buaya muara saat ini meningkat. Ini harus menjadi perhatian bersama,” kata Zulkarnain di Simpang Empat, Minggu (27/9).

Banyak Sungai Terhubung ke Pesisir

Pasaman Barat memiliki kawasan pesisir dengan sejumlah sungai dan kanal perkebunan yang bermuara ke laut. Kondisi itu menyediakan habitat yang sesuai bagi buaya muara.

Menurut Zulkarnain, BPBD selama ini menangani kondisi darurat seperti mengevakuasi korban dan memberikan imbauan kepada masyarakat.

Namun, penanganan jangka panjang membutuhkan langkah yang lebih luas. Pemerintah daerah berharap KKP ikut mengkaji populasi buaya, kondisi habitat, serta kemungkinan relokasi.

Baca Juga :  Liburan Berujung Duka, Remaja Asal Pekanbaru Tewas Terseret Ombak di Pantai Gasan Gadang

“Kami di BPBD hanya bisa melakukan evakuasi dan mengimbau warga. Untuk kajian populasi, pengendalian habitat, dan relokasi permanen, kami membutuhkan KKP,” ujarnya.

Lima Warga Jadi Korban dalam Tiga Tahun

Konflik antara manusia dan buaya bukan persoalan baru di Pasaman Barat. BPBD bersama Basarnas Pos Pasaman dan Diskominfo Pasaman Barat mencatat kejadian serupa terus berulang.

Dalam tiga tahun terakhir, sedikitnya lima orang menjadi korban serangan buaya. Kemunculan kembali predator tersebut membuat masyarakat di sekitar muara semakin waspada.

Zulkarnain meminta warga tidak lengah saat beraktivitas di sungai, kanal, maupun kawasan muara. Masyarakat juga perlu menghindari lokasi yang sering menjadi tempat kemunculan buaya.

Pencari Lokan Diserang di Sungai Batang Sikilang

Serangan terbaru terjadi pada Sabtu (26/9) sekitar pukul 11.30 WIB. Seorang warga Nagari Sikilang, Kecamatan Sungai Aur Selatan, bernama Sius (50), mengalami serangan buaya ketika mencari lokan di Sungai Batang Sikilang.

Saat korban berada di tengah sungai, seekor buaya berukuran besar tiba-tiba muncul dan menyerang kaki kirinya. Serangan tersebut menyebabkan luka terbuka sekitar 10 sentimeter pada bagian betis.

Baca Juga :  Spektakuler! Penampilan Sungai Penuh di Jambi Elok Nian 2026 Tuai Pujian Pengunjung

Korban berusaha melawan dan menarik diri dari cengkeraman buaya. Rekan-rekannya kemudian membantu menggunakan peralatan seadanya hingga korban berhasil keluar dari sungai.

Warga langsung membawa Sius ke tempat aman sebelum merujuknya ke RSUD Pasaman Barat di Jambak. Tim medis kemudian memberikan perawatan terhadap luka yang dialaminya.

BPBD menyebut kondisi korban saat ini stabil dan masih menjalani perawatan.

Warga Diminta Lebih Waspada

Pemerintah daerah mengingatkan warga agar meningkatkan kewaspadaan ketika beraktivitas di sekitar sungai dan muara. Terutama, masyarakat yang mencari ikan, lokan, atau melakukan kegiatan lain di perairan perlu memperhatikan kondisi sekitar.

BPBD juga terus melakukan pemantauan dan penanganan apabila warga melaporkan kemunculan buaya.

Pemkab Pasaman Barat berharap KKP dapat membantu menyusun langkah penanganan jangka panjang. Upaya tersebut mencakup pemetaan habitat, kajian populasi, pengendalian konflik, hingga opsi relokasi jika diperlukan.

Dengan langkah bersama, pemerintah berharap konflik antara warga dan buaya muara dapat ditekan sehingga aktivitas masyarakat di kawasan pesisir tetap aman. (nr*)

Berita Terkait

Wawako Azhar Salurkan Bantuan, Upaya Cegah Stunting Diperkuat
Wako Alfin Matangkan Rencana Flyover Sungai Penuh–Tapan Bersama TNKS
BNI Sungai Penuh Turun Tangan, 20 Paket Bantuan Disalurkan untuk Balita Berisiko Stunting
Gunung Kerinci Punya Jalur Alternatif, Solok Selatan Dorong Wisata Berbasis Konservasi
Banjir Bandang Solok, Pemkab Kerahkan Personel dan Alat Berat Percepat Pembersihan
Hari ke-16 Pencarian KM Virgo, Basarnas Kerahkan Dua Helikopter
Kasus Dugaan Keracunan MBG di Batang, Gibran Desak Investigasi Segera Tuntas
Gunung Marapi Kembali Erupsi, Abu Vulkanik Menyelimuti Bukittinggi
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 09:24 WIB

Wawako Azhar Salurkan Bantuan, Upaya Cegah Stunting Diperkuat

Rabu, 30 September 2026 - 08:18 WIB

Wako Alfin Matangkan Rencana Flyover Sungai Penuh–Tapan Bersama TNKS

Selasa, 29 September 2026 - 18:18 WIB

BNI Sungai Penuh Turun Tangan, 20 Paket Bantuan Disalurkan untuk Balita Berisiko Stunting

Selasa, 29 September 2026 - 13:54 WIB

Gunung Kerinci Punya Jalur Alternatif, Solok Selatan Dorong Wisata Berbasis Konservasi

Selasa, 29 September 2026 - 10:45 WIB

Banjir Bandang Solok, Pemkab Kerahkan Personel dan Alat Berat Percepat Pembersihan

Berita Terbaru