Simpang Empat, jentik.id – Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat mengingatkan warga yang tinggal di tepi sungai agar meningkatkan kewaspadaan karena curah hujan masih tinggi.
Bupati Yulianto menyatakan pemerintah telah menerbitkan surat edaran Nomor 300.2.3/42/BPBD/2026 kepada camat, wali nagari, serta BUMN dan BUMD. Pemerintah meminta seluruh pihak menyampaikan imbauan itu kepada masyarakat.
Pemkab meminta warga tidak membuang sampah ke sungai, tidak mencemari aliran air, dan menunda aktivitas di bantaran sungai. Orang tua juga diminta melarang anak-anak bermain di tepi sungai saat debit air meningkat. Selain itu, pemerintah mengajak masyarakat menanam pohon untuk menjaga lingkungan.
Pemerintah juga meminta wali nagari memasang spanduk peringatan di lokasi rawan banjir agar warga lebih waspada.
Pasaman Barat memiliki sejumlah sungai besar yang kerap meluap saat musim hujan. Di Kecamatan Pasaman, Sungai Batang Pasaman sering menggenangi rumah warga. Di Kecamatan Lembah Melintang, Sungai Batang Sikabau dan Batang Bayang juga rawan banjir.
Selain itu, Sungai Batang Batahan di Kecamatan Ranah Batahan dan Sungai Anak Air Haji di Kecamatan Sungai Aur kerap meluap ketika hujan deras turun. Setiap curah hujan meningkat, air sungai naik dan merendam permukiman sekitar.
Pemkab juga mengingatkan warga yang tinggal di wilayah perbukitan, pegunungan, dan pesisir agar siaga menghadapi potensi longsor dan abrasi. Kecamatan Talamau rawan longsor, sedangkan Pantai Sasak terancam abrasi.
Pemerintah meminta masyarakat tetap siaga menghadapi cuaca ekstrem dan segera melapor jika terjadi tanda-tanda bencana. (nr*)









