SUNGAI PENUH, jentik.id – Wakil Wali Kota Sungai Penuh, Azhar Hamzah, membuka Rapat Koordinasi Evaluasi Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) 2026 di Ruang Pola Bappeda, Senin (2/3). Kegiatan ini digelar untuk mematangkan persiapan evaluasi tahun depan.
Sebagai tindak lanjut, Pemkot merujuk pada Keputusan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI Nomor 24 Tahun 2024 tentang Instrumen Evaluasi KLA. Melalui forum ini, peserta menyamakan persepsi sekaligus memperkuat koordinasi antarperangkat daerah.
Dalam arahannya, Azhar menegaskan Pemkot tidak hanya mengejar predikat KLA. Sebaliknya, ia meminta seluruh OPD memastikan kebijakan dan program benar-benar melindungi serta memenuhi hak anak.
“Evaluasi ini harus menjadi refleksi bersama. Karena itu, kita wajib memastikan setiap kebijakan berpihak pada kepentingan terbaik anak,” tegasnya.
Selain itu, Azhar meminta OPD menyiapkan data dukung yang lengkap dan valid. Ia juga menekankan kesesuaian data dengan indikator pemerintah pusat. Dengan demikian, akurasi data dapat menentukan hasil evaluasi secara optimal.
Sementara itu, rakor ini turut melibatkan instansi vertikal dan para pemangku kepentingan. Perwakilan sektor pendidikan, kesehatan, dan perlindungan sosial ikut memperkuat sinergi lintas sektor.
Ke depan, Pemkot Sungai Penuh menargetkan penguatan lima klaster KLA. Antara lain hak sipil dan kebebasan, lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif, kesehatan dasar dan kesejahteraan, pendidikan dan pemanfaatan waktu luang, serta perlindungan khusus.
Melalui rakor ini, Pemkot mendorong seluruh pihak bergerak terpadu dan berkelanjutan. Dengan kolaborasi tersebut, pemerintah berharap Sungai Penuh semakin aman dan ramah bagi tumbuh kembang anak. Selain pemerintah, masyarakat juga diajak berperan aktif mendukung upaya tersebut. (nr*)









