JAKARTA, jentik.id – Pasar otomotif Indonesia terus bergerak ke arah kendaraan listrik. Kini, semakin banyak konsumen memilih mobil listrik daripada kendaraan bermesin konvensional. Tren tersebut terlihat dari data penjualan wholesales yang menempatkan Jaecoo J5 BEV 4×2 Premium sebagai mobil terlaris pada Juni 2026.
Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Jaecoo J5 BEV 4×2 Premium mencatat penjualan 3.033 unit pada Juni 2026. Angka itu meningkat 4,77 persen dibandingkan Mei 2026 yang mencapai 2.895 unit.
Hasil tersebut membawa Jaecoo J5 ke puncak penjualan mobil nasional. Selain itu, pencapaian ini menunjukkan minat masyarakat terhadap kendaraan listrik terus meningkat.
Mobil Listrik Kuasai Persaingan
Jaecoo J5 berhasil mengubah peta persaingan industri otomotif nasional. Produsen asal China terus menarik perhatian konsumen melalui teknologi modern, fitur lengkap, dan harga yang kompetitif.
Di posisi kedua, Daihatsu Gran Max BV 1.3 AC membukukan penjualan 2.391 unit. Sementara itu, BYD Atto 1 Premium langsung menempati posisi ketiga dengan penjualan 1.393 unit pada bulan pertama pemasarannya.
Bahkan, BYD Atto 1 langsung mencatat penjualan tinggi sejak pertama kali hadir di pasar. Selain itu, ketersediaan unit yang memadai ikut mendorong kenaikan penjualannya.
Pabrikan Jepang Hadapi Tantangan
Di sisi lain, beberapa model dari pabrikan Jepang mencatat penurunan penjualan pada Juni 2026.
Toyota All New Avanza 1.5 G CVT hanya mencatat penjualan 989 unit atau turun 2,37 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Sementara itu, varian manualnya membukukan 899 unit setelah penjualannya turun 8,92 persen.
Meski demikian, Toyota tetap mempertahankan posisinya sebagai salah satu produsen otomotif terbesar di Indonesia berdasarkan total penjualan tahunan.
Persaingan Diprediksi Semakin Sengit
Ke depan, produsen mobil konvensional dan kendaraan listrik akan bersaing semakin ketat. Berbagai merek terus menghadirkan teknologi baru, fitur yang lebih canggih, serta harga yang semakin kompetitif.
Karena itu, konsumen kini memiliki lebih banyak pilihan sesuai kebutuhan dan anggaran. Dengan demikian, perkembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia akan semakin cepat. Pada saat yang sama, industri otomotif nasional juga terus bergerak menuju transportasi yang lebih modern, efisien, dan ramah lingkungan. (nr*)









