BYD dan Jaecoo Guncang Pasar Otomotif Indonesia, Merek Tiongkok Kian Mendominasi

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 28 Juli 2026 - 12:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mobil listrik BYD dan Jaecoo mendorong pertumbuhan penjualan semester I 2026. Foto : caradvisers.com /malik/suara flores/

Mobil listrik BYD dan Jaecoo mendorong pertumbuhan penjualan semester I 2026. Foto : caradvisers.com /malik/suara flores/

JAKARTA, jentik.id – Industri otomotif Indonesia mencatat pertumbuhan positif sepanjang semester I 2026. Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan penjualan wholesales mencapai 436.564 unit atau naik 15,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Penjualan ritel juga naik 10,5 persen menjadi 433.848 unit. Kenaikan tersebut menunjukkan permintaan kendaraan baru terus menguat di pasar domestik.

BYD menjadi salah satu sorotan pada paruh pertama 2026. Produsen asal Tiongkok itu berhasil melampaui Honda dalam penjualan wholesales. BYD mencatat 23.257 unit, sedangkan Honda membukukan 20.673 unit.

Di segmen ritel, Honda masih memimpin dengan penjualan 23.847 unit. Namun, BYD terus mengejar dengan selisih hanya 659 unit.

Baca Juga :  IONIQ 5 Viral, Hyundai Evaluasi Kompetensi Sales dan Pelayanan

Toyota tetap mempertahankan posisi sebagai pemimpin pasar nasional dengan penjualan wholesales sebanyak 133.928 unit. Daihatsu mengikuti di posisi kedua dengan 73.545 unit, disusul Suzuki 36.319 unit dan Mitsubishi Motors 32.588 unit.

Jaecoo Tembus Delapan Besar

Selain BYD, Jaecoo juga mencatat hasil yang mengejutkan. Merek asal Tiongkok itu langsung menembus delapan besar dengan penjualan wholesales 17.334 unit dan ritel 16.986 unit.

Jaecoo bahkan mengungguli beberapa merek yang lebih dulu beroperasi di Indonesia, seperti Wuling, Hyundai, dan Geely.

Tren tersebut menunjukkan konsumen Indonesia semakin percaya pada merek baru yang menawarkan teknologi modern dan harga kompetitif.

Mobil listrik asal Tiongkok juga semakin diminati. Dukungan pemerintah melalui insentif pajak dan kebijakan kendaraan listrik ikut mempercepat pertumbuhan pasar.

Baca Juga :  Ban Mobil Listrik Tak Bisa Sembarangan, Ini Perbedaan Penting dengan Mobil Bensin

Prospek dan Tantangan Industri

Pelaku industri memperkirakan penjualan kendaraan terus meningkat pada semester II 2026. Pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 pada 29 Juli hingga 9 Agustus juga berpotensi mendorong penjualan.

Di sisi lain, industri masih menghadapi sejumlah tantangan. Pelemahan nilai tukar rupiah dapat meningkatkan biaya produksi. Kenaikan suku bunga acuan BI menjadi 5,75 persen juga berpotensi menekan permintaan kredit kendaraan.

Persaingan pun semakin sengit. Merek Jepang terus mempertahankan pangsa pasar, sementara produsen asal Tiongkok terus memperluas pasar dengan menghadirkan kendaraan berteknologi modern dan harga yang lebih kompetitif. (nr*)

Berita Terkait

Cuma Rp9 Jutaan! Ini 7 Motor Listrik Murah yang Tren di 2026
Baterai Mobil Listrik Tua Bisa Bikin Biaya Perbaikan Membengkak
CFMOTO 150 AURA 2027 Tampil Retro dengan Fitur Modern
Laba Astra Tembus Rp5,9 Triliun, Penjualan Mobil Ikut Melonjak
3 Mobil Listrik di Bawah Rp200 Juta, Ini Pilihannya
Kaca Mobil Retak Bisa Mulus Lagi? Kenali Metode Suntik Kaca
Baru Meluncur, New Xforce Sudah Tembus 1.000 Unit di GIIAS 2026
IONIQ 5 Viral, Hyundai Evaluasi Kompetensi Sales dan Pelayanan
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 11:37 WIB

Cuma Rp9 Jutaan! Ini 7 Motor Listrik Murah yang Tren di 2026

Senin, 5 Oktober 2026 - 09:57 WIB

Baterai Mobil Listrik Tua Bisa Bikin Biaya Perbaikan Membengkak

Senin, 28 September 2026 - 11:30 WIB

CFMOTO 150 AURA 2027 Tampil Retro dengan Fitur Modern

Sabtu, 26 September 2026 - 16:26 WIB

Laba Astra Tembus Rp5,9 Triliun, Penjualan Mobil Ikut Melonjak

Sabtu, 26 September 2026 - 09:26 WIB

3 Mobil Listrik di Bawah Rp200 Juta, Ini Pilihannya

Berita Terbaru