IONIQ 5 Viral, Hyundai Evaluasi Kompetensi Sales dan Pelayanan

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 25 Agustus 2026 - 09:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Hyundai Gowa Fatmawati. Foto: Fitra Andrianto/kumparan

Hyundai Gowa Fatmawati. Foto: Fitra Andrianto/kumparan

JAKARTA, jentik.id – Kasus Hyundai IONIQ 5 yang viral di media sosial mendorong PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) mengevaluasi kembali standar pelayanan kepada konsumen.

Kasus tersebut tidak hanya memunculkan sorotan terhadap produk, tetapi juga menyoroti kemampuan tenaga penjual dalam memberikan edukasi kepada pelanggan. Konsumen menilai kurangnya pemahaman mengenai fitur mobil listrik menjadi salah satu persoalan dalam kasus tersebut.

Chief Operating Officer (COO) PT Hyundai Motors Indonesia, Fransiscus Soerjopranoto, mengakui kemampuan tenaga frontliner dalam menjelaskan produk sangat penting. Menurutnya, tenaga penjual harus mampu memahami fitur kendaraan sekaligus memberikan pelayanan yang baik kepada konsumen.

“Dua hal yang terpenting, yaitu bagaimana menjelaskan produk secara baik ke konsumen, tentunya untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan dari pelanggan. Yang kedua, tentunya adalah pelayanan yang diberikan oleh si sales atau frontliner,” ujar Fransiscus di Hyundai Gowa Fatmawati, Jumat (21/8/2026).

Hyundai Punya Pelatihan Berjenjang

Fransiscus menjelaskan HMID sudah menyiapkan program pelatihan untuk meningkatkan kompetensi tenaga penjual. Hyundai membagi pelatihan tersebut ke dalam beberapa tingkatan, mulai dari Certified, Expert, hingga Master.

Program tersebut bertujuan memastikan tenaga penjual memahami produk sebelum mereka berinteraksi langsung dengan konsumen.

Baca Juga :  Avanza Veloz 2016 Bekas: Harga Terbaru, Spesifikasi Lengkap, Kelebihan, Kekurangan & Tips Beli

Hyundai juga memberikan pelatihan khusus kepada staf baru. HMID mewajibkan staf menjalani onboard training selama satu hingga tiga bulan pertama.

Dalam pelatihan itu, staf mempelajari product knowledge sekaligus cara melayani pelanggan dengan baik.

“Pada dasarnya satu sampai tiga bulan kita punya yang namanya onboard training. Isinya product knowledge dan pembekalan terhadap sikap melayani pelanggan. Nah, itu merupakan standar yang sudah kita berikan,” jelas Fransiscus.

Kasus Viral Jadi Bahan Evaluasi

Meski HMID sudah memiliki standar pelatihan, Fransiscus mengakui masih bisa terjadi perbedaan antara standar perusahaan dan praktik di lapangan.

Kasus IONIQ 5 yang viral menjadi perhatian serius bagi perusahaan. HMID akan menggunakan kasus tersebut sebagai bahan evaluasi untuk memperbaiki kualitas pelayanan.

Hyundai berencana mengevaluasi kemampuan teknis dan kesiapan staf diler. Perusahaan ingin memastikan tenaga penjual mampu memberikan penjelasan secara menyeluruh, terutama mengenai fitur kendaraan yang membutuhkan pemahaman khusus.

Salah satu fitur yang menjadi perhatian dalam kasus tersebut berkaitan dengan pengoperasian mobil saat melakukan parkir paralel.

Baca Juga :  Nostalgia Raja Jalanan: Yamaha RX King 135 yang Tak Tergantikan

Fransiscus menilai perusahaan harus melihat masalah tersebut sebagai kesempatan untuk memperbaiki sistem.

“Balik lagi, kalau tidak ada masalah, maka kita tidak bisa melakukan improvement. Kami melihat permasalahan kali ini sebagai titik awal kita untuk bisa melakukan evaluasi,” tegasnya.

Hyundai Perkuat Edukasi Konsumen

Evaluasi tersebut menjadi bagian dari upaya Hyundai meningkatkan pengalaman konsumen. Tenaga penjual tidak hanya perlu menawarkan kendaraan, tetapi juga harus mampu menjelaskan berbagai fitur secara jelas.

Hal tersebut semakin penting pada kendaraan listrik yang memiliki sejumlah teknologi dan fitur berbeda dari mobil konvensional.

Hyundai ingin memastikan konsumen memahami cara menggunakan fitur kendaraan sejak awal. Edukasi yang lengkap juga dapat membantu pelanggan menghindari kesalahan saat mengoperasikan kendaraan.

Melalui evaluasi ini, HMID akan melihat kembali kesiapan tenaga frontliner di jaringan diler. Perusahaan juga dapat memberikan penyegaran materi apabila menemukan bagian yang masih perlu diperbaiki.

Kasus IONIQ 5 tersebut akhirnya menjadi momentum bagi Hyundai untuk memperkuat standar pelayanan. Perusahaan menilai peningkatan kompetensi tenaga penjual harus berjalan seiring dengan perkembangan teknologi kendaraan dan kebutuhan konsumen. (nr*)

Berita Terkait

Volkswagen Siap Gebrak Pasar AS! Pikap Baru Bakal Meluncur Sebelum 2030
Mazda Gebrak GIIAS 2026! The All-New CX-5 Makin Nyaman, CX-30 Kini Resmi Dirakit di Indonesia
Hyundai Stargazer Cartenz Hadir dengan Teknologi Modern, Siap Temani Mobilitas Keluarga
BYD dan Jaecoo Guncang Pasar Otomotif Indonesia, Merek Tiongkok Kian Mendominasi
SUV Baru Nissan Dibanderol Mulai Rp 199 Jutaan, Tawarkan Desain Gagah dan Fitur Modern
Ford Rilis Paket Supercharger 810 HP untuk Mustang GT, Performa Buas dengan Harga Lebih Terjangkau
Mitsubishi Pilih Xforce Hybrid Lebih Dulu, Ini Alasan Xpander Hybrid Belum Masuk Indonesia
Jaecoo J5 Puncaki Penjualan Mobil di Indonesia, Kendaraan Listrik Makin Mendominasi
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 25 Agustus 2026 - 09:01 WIB

IONIQ 5 Viral, Hyundai Evaluasi Kompetensi Sales dan Pelayanan

Senin, 10 Agustus 2026 - 09:49 WIB

Volkswagen Siap Gebrak Pasar AS! Pikap Baru Bakal Meluncur Sebelum 2030

Kamis, 6 Agustus 2026 - 09:37 WIB

Mazda Gebrak GIIAS 2026! The All-New CX-5 Makin Nyaman, CX-30 Kini Resmi Dirakit di Indonesia

Kamis, 30 Juli 2026 - 10:46 WIB

Hyundai Stargazer Cartenz Hadir dengan Teknologi Modern, Siap Temani Mobilitas Keluarga

Selasa, 28 Juli 2026 - 12:26 WIB

BYD dan Jaecoo Guncang Pasar Otomotif Indonesia, Merek Tiongkok Kian Mendominasi

Berita Terbaru