JAKARTA, jentik.id – Volkswagen menyiapkan model pikap baru untuk memperkuat bisnisnya di pasar otomotif Amerika Serikat. Perusahaan melihat segmen pikap sebagai salah satu peluang untuk meningkatkan penjualan sekaligus memperluas pilihan produknya.
Laporan Carscoops pada Sabtu (8/8) menyebut manajemen baru Volkswagen di Amerika Serikat sedang mengevaluasi kembali jajaran kendaraan yang mereka tawarkan. Langkah tersebut muncul karena pangsa pasar Volkswagen di Negeri Paman Sam masih berada di kisaran 4 persen.
Bidik Pasar Pikap
Volkswagen melihat kendaraan pikap memiliki potensi besar di Amerika Serikat. Permintaan yang tinggi membuat segmen ini mampu memberikan margin keuntungan yang menarik bagi produsen otomotif.
Volkswagen terakhir menjual pikap secara resmi di Amerika Serikat pada era 1980-an melalui Volkswagen Pickup berbasis Rabbit. Setelah itu, perusahaan menghentikan penjualan pikap di pasar tersebut meski tetap mengembangkan model Amarok untuk pasar global.
Volkswagen sebelumnya juga pernah mencoba menarik perhatian konsumen Amerika Serikat lewat konsep Atlas Tanoak. Namun, perusahaan tidak melanjutkan konsep tersebut ke produksi massal.
Kini, Volkswagen menargetkan pikap baru tersebut hadir sebelum akhir dekade. Perusahaan juga berencana memproduksinya di pabrik Chattanooga, Tennessee.
Manfaatkan Produksi Lokal
Produksi di Amerika Serikat dapat membantu Volkswagen mengurangi dampak tarif impor. Selain itu, langkah tersebut memungkinkan perusahaan memanfaatkan kembali fasilitas Chattanooga yang sebelumnya memproduksi ID.4.
Volkswagen kemungkinan tidak akan mengembangkan pikap tersebut sendirian. Pengembangan pikap dengan konstruksi body-on-frame membutuhkan biaya besar sehingga kerja sama dengan produsen lain menjadi salah satu opsi.
Ford menjadi salah satu kandidat mitra yang berpotensi terlibat. Kedua perusahaan sudah menjalin kerja sama dalam sejumlah proyek kendaraan.
Hubungan tersebut terlihat dari Volkswagen Amarok generasi terbaru yang menggunakan basis Ford Ranger. Sebaliknya, Ford memanfaatkan platform kendaraan listrik MEB milik Volkswagen untuk beberapa model di pasar Eropa.
Jika kedua perusahaan kembali bekerja sama, Volkswagen dapat mempercepat pengembangan pikap baru sekaligus memanfaatkan teknologi dan platform yang sudah teruji.
Dengan strategi tersebut, Volkswagen berharap bisa menghadirkan produk yang lebih sesuai dengan selera konsumen Amerika Serikat sekaligus memperkuat posisi perusahaan di pasar otomotif negara tersebut. (nr*)









