Baterai Mobil Listrik Tua Bisa Bikin Biaya Perbaikan Membengkak

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 5 Oktober 2026 - 09:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi mobil listrik. Foto: Unsplash/Andrew Roberts

Ilustrasi mobil listrik. Foto: Unsplash/Andrew Roberts

JAKARTA, jentik.id – Usia baterai menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan nilai mobil listrik bekas. Ketika baterai mengalami kerusakan setelah kendaraan berumur beberapa tahun, biaya perbaikannya berpotensi melampaui harga mobil di pasar bekas.

Petinggi Mobility Aftermarket Bosch, Rupert Hoellbacher, mengungkap persoalan tersebut dalam wawancara dengan Automobilwoche. Ia menyebut kerusakan baterai pada mobil listrik berusia 6 hingga 8 tahun sering berujung pada kondisi total loss karena biaya perbaikan yang tinggi.

Menurut Rupert, sistem servis modern turut meningkatkan biaya perawatan. Bahkan, kerusakan akibat tabrakan ringan dapat membutuhkan pemeriksaan menyeluruh, kalibrasi sensor, serta pengaturan ulang perangkat lunak.

Baca Juga :  BYD M9 Versi “Murah” Denza D9 Bakal Manjakan Konsumen Indonesia

Baterai Jadi Penentu

Rupert menilai kemampuan memperbaiki atau mengganti baterai secara ekonomis akan menentukan masa pakai mobil listrik. Jika bengkel tidak mampu menangani baterai dengan biaya terjangkau, pemilik bisa menghadapi kerugian besar.

Namun, ia tetap percaya produsen dan industri dapat mengembangkan solusi perbaikan baterai. Kondisi baterai juga tidak selalu memburuk meski kendaraan sudah menempuh jarak ratusan ribu kilometer.

Baca Juga :  Ban Mobil Listrik Tak Bisa Sembarangan, Ini Perbedaan Penting dengan Mobil Bensin

Masalah bisa muncul ketika satu modul baterai mengalami kerusakan. Pemilik tetap harus mengeluarkan biaya besar jika sistem tidak menyediakan opsi perbaikan komponen secara terpisah.

Perbaikan Terjangkau Jadi Kunci

Industri otomotif dapat menekan biaya melalui akses perangkat diagnostik yang lebih terbuka. Pabrikan juga dapat menggunakan komponen baterai modular dan terstandar.

Langkah tersebut akan membantu bengkel independen melakukan perbaikan dengan biaya lebih terjangkau. Dengan begitu, mobil listrik tua tidak langsung kehilangan nilai hanya karena kerusakan pada baterai. (nr*)

Berita Terkait

Cuma Rp9 Jutaan! Ini 7 Motor Listrik Murah yang Tren di 2026
CFMOTO 150 AURA 2027 Tampil Retro dengan Fitur Modern
Laba Astra Tembus Rp5,9 Triliun, Penjualan Mobil Ikut Melonjak
3 Mobil Listrik di Bawah Rp200 Juta, Ini Pilihannya
Kaca Mobil Retak Bisa Mulus Lagi? Kenali Metode Suntik Kaca
Baru Meluncur, New Xforce Sudah Tembus 1.000 Unit di GIIAS 2026
IONIQ 5 Viral, Hyundai Evaluasi Kompetensi Sales dan Pelayanan
Volkswagen Siap Gebrak Pasar AS! Pikap Baru Bakal Meluncur Sebelum 2030
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 11:37 WIB

Cuma Rp9 Jutaan! Ini 7 Motor Listrik Murah yang Tren di 2026

Senin, 5 Oktober 2026 - 09:57 WIB

Baterai Mobil Listrik Tua Bisa Bikin Biaya Perbaikan Membengkak

Senin, 28 September 2026 - 11:30 WIB

CFMOTO 150 AURA 2027 Tampil Retro dengan Fitur Modern

Sabtu, 26 September 2026 - 16:26 WIB

Laba Astra Tembus Rp5,9 Triliun, Penjualan Mobil Ikut Melonjak

Sabtu, 26 September 2026 - 09:26 WIB

3 Mobil Listrik di Bawah Rp200 Juta, Ini Pilihannya

Berita Terbaru