Sungai Penuh,jentik,id- Kepolisian Resor (Polres) Kerinci Polda Jambi, mengerahkan sebanyak 200 personel gabungan untuk mengamankan jalannya aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh gabungan Mahasiswa dan di depan Gedung DPRD Kota Sungai penuh,Minggu (8/11/2026)
Kapolres Kerinci AKBP Hernawan Rizky Yudhantoro, S.H., S.I.K., M.I.K., melalui Kabang Ops Polres Kerinci AKP Edy Mardi, menyatakan bahwa pengamanan ini dilakukan secara humanis dan persuasif agar aspirasi masyarakat tersampaikan dengan aman tanpa mengganggu ketertiban umum.
“Kami menurunkan 200 personel untuk mengawal jalannya aksi hari ini. Fokus utama kami adalah menjaga keselamatan para pendemo serta memastikan aktivitas masyarakat umum tetap berjalan lancar,” ujar Kabag Ops Edy Mardi saat dikonfirmasi di lokasi.
Sebelum pengamanan dimulai, jajaran kepolisian telah menggelar apel kesiapan pasukan sesui dengan arahan Kapolres seluruh personel agar tidak membawa senjata api dan tetap mengedepankan sikap humanis dalam menghadapi massa.
Aksi unjuk rasa yang membawa sejumlah tuntutan terkait sesui dengan isu diantaranya Pertajakan lokasi Tempat Pengelola Sampah Terpadu (TPST) yang berlokasi di Tenah kayu Embun (RKE)
“Akasi demo ini, bertepatan dengan Rapat Paripurna atau Puncak HUT Ke 18 Kota Sungai Penuh.”Jelas kabag Ops.
” Kondisi demikian, secara tegas Kapolres Kerinci, untuk lancarnya berlangsung Rapat Paripurna dan rangkaian HUT ke 18 Kota Sungai Penuh, fokus pengamanan Personel polres disekitar areal Gedung DPRD Kota Sungai Penuh.
“Hal ini dilakukan sesui dengan standar operasi pengaman pejabat negara, mengingat untuk keamanan tamu undangan pejabat dari luar daerah seperti Gubernur Jambi, Bupati dan walikota se Provinsi Jambi dan Bupati tentangga dari Provinsi sumbar serta undangan lainnya.
“Sehingga untuk masuk ke area halaman dan ruang Gedung DPRD kita perketat, mencegah para aksi demo untuk masuk.
“Kabag Ops akui, sebelum tuntutan aksi para demo,yang bertemu dengan Wako didepan pintu pagar ingin masuk ke halaman gedung DPRD sempat terjadi insiden aksi dorong mendorong antara personelnya dengan orang pendemo, menurutnya masih batas jewajaran dan tidak ada insiden yang serius atau sampai yang cedera.baik dikalang pendemo maupun personel polisi.
“Sementara Kasi Humas Polres kerinci melalui AIPDA Dedy Sucipto menyelaskan, sesuai dengan arahan Kapolres Kerinci AKBP Hernawan Rizky Yudhantoro, S.H., S.I.K., M.I.K, pengaman dilakukan seluruh personel polres Kerinci dilapangan sebanyak 200 pesobel sudah sesui dengan standar operasi pengaman (SOP) untuk pejabat negara.” Ujar Dedy.
“Sehinga pengaman dan pengawalan secara umum berjalan dengan kondusif hingga massa membubarkan diri secara tertib pada sekitar pukul 18.15 Wib.”tutupnya.(asy*).









