Dugaan Kebocoran PAD di Pasar Tanjung Bajure, DPRD Sungai Penuh Turun Tangan

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 3 April 2026 - 15:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DPRD Kota Sungai Penuh

DPRD Kota Sungai Penuh

Sungai Penuh, jentik.id – DPRD Kota Sungai Penuh menindaklanjuti keluhan pedagang terkait dugaan kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) di kawasan Pasar Tanjung Bajure. Dalam forum dengar pendapat, pedagang menyebut potensi kebocoran mencapai ratusan juta rupiah.

Pedagang memaparkan pungutan harian yang mereka bayarkan. Mereka mengeluarkan sekitar Rp17 ribu per hari untuk kebersihan, keamanan, penggunaan payung, dan parkir.

“Setiap hari kami bayar sekitar Rp17 ribu,” ujar salah satu pedagang.

Pedagang juga membayar retribusi resmi berupa karcis di luar biaya tersebut. Kondisi ini menambah beban dan memunculkan pertanyaan soal transparansi pengelolaan.

Baca Juga :  Sekwan DPRD Kerinci Bersama Staf Pantau Harga Kebutuhan Bahan Pokok Juga Bebelanja Di Pasar Harian Senin Siulak

Selain itu, pedagang menyoroti praktik sewa lapak melalui pihak tertentu yang diduga oknum. Mereka menyewa tempat lewat jalur tersebut tanpa kejelasan sistem distribusi. Situasi ini memicu dugaan masalah dalam pengelolaan pasar.

Isu lain turut mencuat terkait kerugian pengelola lapak setelah relokasi pedagang. Nilainya mencapai ratusan juta rupiah dan menarik perhatian publik.

Di sisi lain, sebagian warga menilai penataan pasar membawa dampak positif. Hendri, warga Sungai Penuh, menyebut kondisi pasar kini lebih tertib, bersih, dan akses jalan lebih lancar.

Baca Juga :  Resmi Dibuka Wawako Azhar Hamzah, Latsar CPNS Sungai Penuh 2026 Siap Cetak ASN Profesional

“Selama ini yang diuntungkan justru oknum,” ujarnya.

Ia meminta pemerintah menindak tegas pihak yang mengambil keuntungan di luar mekanisme resmi. Ia juga menilai pengelolaan yang transparan dapat meningkatkan PAD secara signifikan.

Kasus ini menunjukkan penataan pasar tidak hanya soal ketertiban, tetapi juga menyangkut pengelolaan keuangan daerah. Sistem pungutan yang tidak tertata membuka peluang kebocoran.

Sejumlah daerah mulai menerapkan retribusi digital untuk meningkatkan transparansi. Langkah ini bisa menjadi solusi bagi Pemkot Sungai Penuh agar pengelolaan pasar lebih akuntabel dan berdampak langsung pada peningkatan PAD. (nr*)

Berita Terkait

Cabai dan Daging Naik di Pasar Tanjung Bajure Sungai Penuh
Wako Alfin Hadiri Peresmian Operasional 1.061 KDMP di Desa Aur Duri
Masjid Raya Sungai Penuh Terima Sapi Kurban Presiden Prabowo, Wako Alfin Sampaikan Kabar Ini
Peluk Korban Kebakaran Koto Tinggi, Sri Kartini Alfin Beri Dukungan Moril dan Bantuan
Wako Alfin Resmi Buka Musda PPNI 2026, Tekankan Pelayanan Cepat dan Ramah
Gratis! Sentra Alyatama Jambi Gelar Khitanan Massal untuk Warga Sungai Penuh
128 Jamaah Haji Sungai Penuh Resmi Dilepas Wako Alfin, Suasana Haru Iringi Keberangkatan
Wako Alfin Matangkan Pelaksanaan Qurban Pemkot Sungai Penuh 1447 H
Berita ini 36 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 19 Mei 2026 - 11:35 WIB

Cabai dan Daging Naik di Pasar Tanjung Bajure Sungai Penuh

Sabtu, 16 Mei 2026 - 17:36 WIB

Wako Alfin Hadiri Peresmian Operasional 1.061 KDMP di Desa Aur Duri

Sabtu, 16 Mei 2026 - 13:55 WIB

Masjid Raya Sungai Penuh Terima Sapi Kurban Presiden Prabowo, Wako Alfin Sampaikan Kabar Ini

Sabtu, 16 Mei 2026 - 06:00 WIB

Peluk Korban Kebakaran Koto Tinggi, Sri Kartini Alfin Beri Dukungan Moril dan Bantuan

Kamis, 14 Mei 2026 - 12:26 WIB

Wako Alfin Resmi Buka Musda PPNI 2026, Tekankan Pelayanan Cepat dan Ramah

Berita Terbaru

Harga cabai di Pasar Tanjung Bajure. (Foto: Ist)

Ekonomi

Cabai dan Daging Naik di Pasar Tanjung Bajure Sungai Penuh

Selasa, 19 Mei 2026 - 11:35 WIB