Lima Pemicu Utama Emosi Pengemudi di Jalan Raya, Abaikan  Menyalakan  Lampu Sein 

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 27 Juni 2026 - 13:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Hasil surve lima memicu penyebab emosi dijalan raya.

Hasil surve lima memicu penyebab emosi dijalan raya.

Jakarta, jentik.id – Perilaku pengemudi lain di jalan raya masih menjadi pemicu utama munculnya emosi hingga perselisihan antarpengguna jalan.

Hasil survei internasional terbaru menunjukkan sebagian besar pengemudi pernah mengalami rasa kesal atau marah akibat perilaku berkendara yang dinilai tidak tertib.

Survei yang dilakukan DiscoverCars pada April 2026 melibatkan lebih dari 700 responden yang merupakan pelanggan platform penyewaan mobil. Mayoritas responden adalah wisatawan internasional yang melakukan perjalanan menggunakan mobil sewaan.

Dalam survei tersebut, responden diminta membagikan pengalaman mereka terkait road rage atau kemarahan di jalan raya, termasuk perilaku pengemudi lain yang paling sering memicu emosi.

Mereka juga diminta menyebutkan negara dan kota yang paling identik dengan gaya mengemudi agresif, serta menilai perilaku berkendara di negara masing-masing menggunakan skala 1 (sangat tenang) hingga 5 (sangat agresif).

Hasil survei menunjukkan bahwa 90 persen pengemudi mengaku pernah merasa terganggu oleh pengguna jalan lain. Meski demikian, sebagian besar masih mampu mengendalikan emosi.

Baca Juga :  IRGC Tegaskan Akan Hancurkan Negara Yang Izinkan Fasilitas Wilayahnya Digunakan untuk Menyerang Iran

Sebanyak 65 persen responden hanya sesekali membunyikan klakson, sementara 32 persen mengaku tidak pernah membunyikan klakson sebagai bentuk pelampiasan emosi.

Lima perilaku yang paling sering memicu kemarahan pengemudi di jalan raya adalah:
Tidak menyalakan lampu sein saat berbelok atau berpindah jalur (56 persen).

Mengemudi terlalu dekat atau menempel kendaraan di depan (tailgating) (46 persen).

Berkendara terlalu lambat di jalur menyalip (43 persen).
Pengemudi yang tidak fokus atau terdistraksi saat mengemudi (39 persen).

Melakukan pengereman mendadak tanpa alasan yang jelas (20 persen).

Survei juga mengungkap negara yang paling sering diasosiasikan dengan perilaku mengemudi agresif. Italia menempati peringkat pertama, baik berdasarkan penilaian warganya sendiri dengan skor 3,5 dari 5, maupun persepsi responden global yang mencapai 23 persen.

Baca Juga :  Tampa Satu Sempipun 6.088 Personel Gabungan TNI-Polri Amankan Aksi Demo Mahasiswa di Jakarta

Kota Naples dan Roma disebut sebagai wilayah dengan karakter pengemudi paling agresif di negara tersebut.
Di posisi kedua terdapat Britania Raya dengan 11 persen, di mana London menjadi kota yang paling sering dikaitkan dengan perilaku mengemudi agresif.

Sementara itu, Amerika Serikat berada di peringkat ketiga dengan 9 persen, dengan New York sebagai kota yang paling banyak disebut.

Posisi berikutnya ditempati Prancis dan Australia, masing-masing memperoleh 5 persen. Di Prancis, Paris menjadi kota yang paling disoroti, sedangkan Australia tetap masuk daftar meski sebagian besar warganya menilai budaya berkendara di negaranya relatif tenang.

Temuan ini menunjukkan bahwa disiplin berlalu lintas, seperti menggunakan lampu sein, menjaga jarak aman, tetap fokus saat mengemudi, dan mematuhi etika berkendara, menjadi faktor penting untuk mengurangi potensi konflik dan meningkatkan keselamatan di jalan raya.(asy*).

Berita Terkait

Polres Kerinci Ngopi Bareng Warga, Serap Aspirasi Dan Perkuat Kamtibmas
Inggris Imbau Warga Siapkan Stok Makanan dan Air, Antisipasi Ancaman Keamanan hingga 2030
Kapolres Kerinci Beri Penghargaan kepada 11 Personel Berprestasi dan Berdidikasi 
Pimpin Apel Perdana, Kapolda Jambi Tekankan Integritas, Disiplin, dan Profesionalisme Personel
Tradisi Pedang Pora Pisah SambutKapolres Gunungkidul, AKBP Rosana Albertina Polwan Pertama Tongkat Komando Polres Gunungkidul.
Iran Peringatkan AS, Perang Bisa Meluas hingga Samudra Hindia
Pemerintah Pastikan Keselamatan WNI Di Saudi Pascaserangan Houthi
Utamakan Keselamatan, Kasat Lantas Polres Kerinci Imbau Masyarakat Taat Aturan Berlalu Lintas
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 14:35 WIB

Polres Kerinci Ngopi Bareng Warga, Serap Aspirasi Dan Perkuat Kamtibmas

Selasa, 27 Oktober 2026 - 16:48 WIB

Inggris Imbau Warga Siapkan Stok Makanan dan Air, Antisipasi Ancaman Keamanan hingga 2030

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:53 WIB

Kapolres Kerinci Beri Penghargaan kepada 11 Personel Berprestasi dan Berdidikasi 

Jumat, 16 Oktober 2026 - 18:01 WIB

Pimpin Apel Perdana, Kapolda Jambi Tekankan Integritas, Disiplin, dan Profesionalisme Personel

Minggu, 11 Oktober 2026 - 18:54 WIB

Tradisi Pedang Pora Pisah SambutKapolres Gunungkidul, AKBP Rosana Albertina Polwan Pertama Tongkat Komando Polres Gunungkidul.

Berita Terbaru