Sungai Penuh, jentik.id–Semangat menjaga lingkungan sekaligus meningkatkan ekonomi keluarga terus tumbuh di tengah masyarakat Desa Talang Lindung, Kecamatan Sungai Bungkal.
Hal ini terlihat dari aktivitas rutin Bank Sampah Lindung Berseri yang kembali menjual hasil kumpulan sampah warga kepada pengumpul.
Setiap hari Sabtu, mulai pukul 14.00 hingga 16.00 WIB, warga berbondong-bondong menyetorkan sampah yang telah dipilah dari rumah.
Tanpa butuh waktu lama, ratusan kilogram sampah layak jual berhasil terkumpul dari para nasabah bank sampah.
Empat petugas tampak sigap melayani setoran warga. Dengan penuh semangat, mereka menimbang, mencatat, dan mengelompokkan sampah sebelum akhirnya dijual ke pengumpul setelah jumlahnya mencukupi.
Pada Sabtu, (4/4) pukul 09.30 WIB, suasana di lokasi bank sampah sudah terlihat sibuk. Para pengurus mulai mengangkut sampah layak jual yang telah dikumpulkan dari para nasabah.
Karung-karung berisi plastik, kertas, dan botol bekas diangkat satu per satu, lalu disusun rapi ke atas motor roda tiga.
Dengan penuh kehati-hatian, muatan tersebut kemudian dibawa menuju pengumpul di Kota Sungai Penuh.
Aktivitas ini menjadi pemandangan rutin yang mencerminkan kerja keras dan kekompakan para pengurus dalam memastikan sampah yang telah dipilah warga benar-benar memiliki nilai ekonomi.
Kini, Bank Sampah Lindung Berseri telah memiliki puluhan nasabah aktif. Kesadaran masyarakat untuk memilah sampah dari sumbernya pun semakin meningkat. Sampah yang dulunya dianggap tidak bernilai, kini berubah menjadi sumber penghasilan tambahan.
Pengurus Bank Sampah Lindung Berseri, Maira Deswita, mengungkapkan bahwa perubahan perilaku masyarakat sangat terasa dalam beberapa waktu terakhir.
“Saat ini masyarakat sudah mulai terbiasa memilah dan mengumpulkan sampah yang layak jual. Bahkan sebelum Idul Fitri kemarin, nasabah menerima hasil tabungan dari setoran sampah setiap Sabtu. Alhamdulillah, hasilnya cukup membantu kebutuhan belanja lebaran,” ujarnya.
Lebih dari sekadar aktivitas ekonomi, bank sampah ini juga menghadirkan harapan baru bagi lingkungan yang lebih bersih dan sehat. Maira menegaskan bahwa kebiasaan sederhana dari rumah dapat membawa dampak besar.
“Kalau kita rajin memilah sampah sejak dari dapur, lingkungan kita akan bersih. Sampah basah bisa diolah menjadi pupuk organik, sementara sampah kering bisa menjadi tabungan,” tambahnya.
Ia pun mengajak seluruh masyarakat untuk ikut ambil bagian dalam gerakan peduli lingkungan. Menurutnya, perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil di rumah.
Di balik tumpukan sampah yang dikumpulkan setiap pekan, tersimpan cerita tentang kepedulian, kebersamaan, dan harapan.
Bank Sampah Lindung Berseri bukan hanya tempat menabung sampah, tetapi juga ruang tumbuhnya kesadaran bahwa menjaga lingkungan adalah investasi masa depan—bagi diri sendiri, keluarga, dan generasi yang akan datang. (ms)









