Viral! Pedagang Sayur di Sungai Penuh Ngamuk, Dagangan Dihamburkan

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 3 April 2026 - 11:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

sumber foto: tangkapan layar facebook

sumber foto: tangkapan layar facebook

Sungai Penuh, jentik.id – Sebuah video aksi emosional pedagang sayur di Sungai Penuh viral di media sosial, terutama Facebook. Dalam video tersebut, seorang ibu terlihat menghamburkan dagangannya di area pasar, disaksikan warga sekitar.

Peristiwa itu diduga terkait kebijakan relokasi pedagang ke Pasar Tanjung Bajure. Aksi tersebut menjadi bentuk penolakan terhadap pemindahan lapak yang tengah dijalankan pemerintah daerah.

Warga yang berada di lokasi tampak terkejut. Sebagian hanya menyaksikan, sementara lainnya merekam kejadian hingga akhirnya viral di media sosial. Video itu memicu beragam reaksi, mulai dari simpati kepada pedagang hingga dukungan terhadap penataan pasar.

Baca Juga :  Kota Sungai Penuh Dikepung Sampah, Warga Pertanyakan Operasional TPST Renah Kayu Embun

“Iya, ada pedagang yang menghamburkan dagangan di luar Pasar Tanjung Bajure,” ujar Sari, salah satu saksi di lokasi.

Hingga kini, belum ada keterangan resmi terkait penyebab pasti aksi tersebut. Namun, kebijakan relokasi yang sedang berlangsung disebut menjadi pemicu penolakan dari sebagian pedagang.

Pemerintah Kota Sungai Penuh terus melanjutkan penataan pasar. Mereka menargetkan pasar yang lebih tertib, bersih, dan nyaman, sekaligus meningkatkan daya saing pasar tradisional.

Baca Juga :  Sambut Hari Kemenangan, Pemkot Sungai Penuh Matangkan Persiapan Sholat Ied

Di sisi lain, sejumlah pedagang mengaku khawatir kehilangan pelanggan jika pindah ke lokasi baru yang dianggap kurang strategis. Mereka juga menunggu kepastian soal fasilitas dan potensi pendapatan setelah relokasi.

Kondisi ini menunjukkan bahwa relokasi tidak hanya soal tempat, tetapi juga menyangkut keberlangsungan usaha. Karena itu, komunikasi dan dialog dinilai penting agar kebijakan berjalan tanpa menimbulkan konflik.

Jika dikelola dengan baik, penataan pasar tidak hanya menciptakan lingkungan yang lebih rapi, tetapi juga tetap menjaga ekonomi pedagang kecil (nr*)

Berita Terkait

Harkitnas ke-118, Wali Kota Alfin Ajak Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara
Sekda Alpian Sidak Pasar Tanjung Bajure, Pedagang Sampaikan Berbagai Keluhan
Sri Kartini Alfin Hadiri HUT IBI ke-75 di RS Melati Sungai Penuh
Cabai dan Daging Naik di Pasar Tanjung Bajure Sungai Penuh
Wako Alfin Hadiri Peresmian Operasional 1.061 KDMP di Desa Aur Duri
Masjid Raya Sungai Penuh Terima Sapi Kurban Presiden Prabowo, Wako Alfin Sampaikan Kabar Ini
Peluk Korban Kebakaran Koto Tinggi, Sri Kartini Alfin Beri Dukungan Moril dan Bantuan
Wako Alfin Resmi Buka Musda PPNI 2026, Tekankan Pelayanan Cepat dan Ramah
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 20 Mei 2026 - 14:28 WIB

Harkitnas ke-118, Wali Kota Alfin Ajak Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara

Selasa, 19 Mei 2026 - 16:37 WIB

Sekda Alpian Sidak Pasar Tanjung Bajure, Pedagang Sampaikan Berbagai Keluhan

Selasa, 19 Mei 2026 - 15:35 WIB

Sri Kartini Alfin Hadiri HUT IBI ke-75 di RS Melati Sungai Penuh

Selasa, 19 Mei 2026 - 11:35 WIB

Cabai dan Daging Naik di Pasar Tanjung Bajure Sungai Penuh

Sabtu, 16 Mei 2026 - 17:36 WIB

Wako Alfin Hadiri Peresmian Operasional 1.061 KDMP di Desa Aur Duri

Berita Terbaru