Perang Modern Dipertontonkan Iran versus Amerika-Israel ” Masih Relevansi Pertahanan Rakyat Semesta Dan Perang Gerilya “

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 20 Mei 2026 - 13:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Jentik.id – Konflik modern antara Iran melawan Amerika Serikat dan sekutunya, Israel, memperlihatkan perubahan besar dalam pola peperangan dunia. Dominasi kapal induk raksasa, jet tempur generasi terbaru, dan persenjataan mahal tidak lagi otomatis menjamin

“Menurut pengamat ahli meliter dan perang dari beberapa negara, mengamati perang modern Rusia Versus Ukraina, hingga kini masih berlangsung kedua belah pihak menggunakan persenjataan moderen. Ukraina senjata dipasok dari negara Eropa dan Amerika.

“Di kawasan Selat Hormuz, Iran menunjukkan bagaimana negara dengan keterbatasan ekonomi dan teknologi tetap mampu menciptakan tekanan strategis besar terhadap kekuatan militer dunia melalui perang asimetris berbiaya murah.

Iran tidak memilih menghadapi Amerika Serikat secara konvensional dalam pertempuran terbuka. Teheran memahami bahwa kekuatan militer Washington dan Israel jauh lebih unggul dalam teknologi, armada laut, hingga kekuatan udara.

Karena itu, strategi yang dibangun bukan penguasaan laut penuh, melainkan “sea denial” atau penolakan laut.

Strategi tersebut bertujuan membuat wilayah laut menjadi mahal, berbahaya, dan sulit digunakan oleh lawan.
Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) mengembangkan armada “mosquito fleet”, yakni ratusan kapal cepat berukuran kecil yang dipersenjatai roket, rudal, drone, dan ranjau laut.

Baca Juga :  744 Personel TNI Tiga Matra Diberangkatkan Jalankan Misi Perdamaian UNIFIL di Lebanon

Kapal-kapal kecil itu bergerak dalam pola serangan kawanan atau swarm attack yang sulit dideteksi radar kapal perang besar.

Selain itu, Iran juga disebut mulai memanfaatkan drone boat kamikaze yang menyamar sebagai kapal nelayan untuk mengganggu tanker minyak dan kapal logistik di Selat Hormuz.

Dampaknya sangat signifikan terhadap ekonomi global. Sekitar seperlima jalur perdagangan minyak dunia melewati Selat Hormuz. Ketika Iran meningkatkan operasi kawanan dan ancaman drone laut, harga minyak dunia langsung bergejolak, premi asuransi kapal meningkat, dan distribusi energi global terganggu.

Fenomena tersebut menunjukkan bahwa perang modern kini tidak hanya ditentukan oleh senjata paling mahal, tetapi oleh kemampuan memanfaatkan geografi, teknologi murah, jaringan informasi, serta operasi asimetris yang efektif.

“Menurut para ahli yersebut, Konsep pertahanan Iran dibangun secara menyeluruh di darat, laut, dan udara dengan orientasi menghadapi tekanan jangka panjang. Selain mempersiapkan kemampuan serangan balik, Iran juga mengandalkan semangat nasionalisme dan dukungan rakyat terhadap pertahanan negara.

“Kondisi ini memunculkan pertanyaan penting bagi Indonesia, apakah konsep Pertahanan Rakyat Semesta (Sishankamrata) dan perang gerilya masih relevan menghadapi perang modern?

“Pengamat militer menilai konsep tersebut justru semakin relevan. Dalam sejarah Indonesia, strategi perang gerilya terbukti efektif menghadapi musuh yang memiliki teknologi dan persenjataan lebih unggul.

Baca Juga :  Kemhan Tampilkan Personel Ahli Drone Kamikaze dalam Defile di Lanud Halim

Perang modern saat ini menunjukkan bahwa kekuatan besar tetap dapat dilemahkan melalui mobilitas tinggi, perang jaringan, drone murah, serangan siber, hingga dukungan rakyat.

Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki karakter geografis yang sangat strategis. Ribuan pulau, selat sempit, serta wilayah laut luas dapat menjadi keuntungan pertahanan apabila dipadukan dengan teknologi drone, rudal pantai, kapal cepat, dan sistem pertahanan rakyat semesta.

Namun, tantangan ke depan tidak lagi sekadar perang fisik. Konflik modern juga mencakup perang informasi, siber, ekonomi, hingga penguasaan kecerdasan buatan dan teknologi satelit.

Karena itu, modernisasi pertahanan Indonesia tidak cukup hanya membeli alutsista mahal, tetapi juga harus memperkuat industri pertahanan dalam negeri, teknologi drone, sistem radar, pertahanan siber, serta membangun kesiapan rakyat dalam menghadapi ancaman multidimensi.

Perang Iran versus Amerika Serikat dan Israel menjadi pelajaran penting bahwa perang masa depan semakin bersifat fleksibel, murah, cepat, dan tidak terduga. Negara yang mampu memadukan teknologi, strategi asimetris, dan kekuatan rakyat berpotensi menciptakan daya tangkal besar meski menghadapi kekuatan militer superior.(asy*

Berita Terkait

Jenazah Pilot PT AMA Air yang Tewas Dalam Penyerangan OPM Di Yahukimo Berhasil  Dievakuasi TNI 
IRGC Tegaskan Akan Hancurkan Negara Yang Izinkan Fasilitas Wilayahnya Digunakan untuk Menyerang Iran
AS Kembali Serang Iran di Tengah Negosiasi Gencatan Senjata, Teheran Siagakan Pasukan
Lima Pemicu Utama Emosi Pengemudi di Jalan Raya, Abaikan  Menyalakan  Lampu Sein 
Iran Diduga Serang Kapal Berbendera Singapura di Selat Hormuz Nasib ABK Belum Diketahui
LSM Pedas Datangi Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Kerinci, Sampaikan Delapan Tuntutan dan Desak Penghentian Praktik Percaloan
Delegasi Perundingan Iran Bersandi “Minab 168” Tiba di Swiss 
14 Poin Isi Kesepakatan AS-Iran Akhiri Perang 60 Hari Kedepan Masih Labil, Israel Tidak Terikat Perjanjian
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 3 Juli 2026 - 14:47 WIB

Jenazah Pilot PT AMA Air yang Tewas Dalam Penyerangan OPM Di Yahukimo Berhasil  Dievakuasi TNI 

Minggu, 28 Juni 2026 - 16:17 WIB

IRGC Tegaskan Akan Hancurkan Negara Yang Izinkan Fasilitas Wilayahnya Digunakan untuk Menyerang Iran

Sabtu, 27 Juni 2026 - 14:48 WIB

AS Kembali Serang Iran di Tengah Negosiasi Gencatan Senjata, Teheran Siagakan Pasukan

Sabtu, 27 Juni 2026 - 13:01 WIB

Lima Pemicu Utama Emosi Pengemudi di Jalan Raya, Abaikan  Menyalakan  Lampu Sein 

Jumat, 26 Juni 2026 - 14:10 WIB

Iran Diduga Serang Kapal Berbendera Singapura di Selat Hormuz Nasib ABK Belum Diketahui

Berita Terbaru

Aparatur Sipil Negara (ASN) berkesempatan naik pangkat melebihi atasannya.PP bari.

Pemerintahan

Peraturan Baru, ASN Kini Bisa Naik Pangkat Melebihi Atasan

Rabu, 15 Jul 2026 - 18:08 WIB