Papua, jentik.id – Praktik penanaman ganja di wilayah pedalaman Papua menjadi perhatian serius aparat keamanan. Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan III, Lucky Avianto, mengungkap adanya dugaan intimidasi terhadap warga di Kabupaten Pegunungan Bintang oleh kelompok TPNPB-OPM untuk menanam ganja di pekarangan rumah mereka.
“Fakta yang menyayat hati. Warga mengaku dipaksa menanam ganja di sekitar pekarangan rumah mereka sendiri
“Sebagai mana dijelasksn oleh Letjen TNI Lucky Avianto, pengungkapan ladang ganja di sejumlah wilayah Papua bukan sekadar persoalan kriminal biasa, melainkan ancaman nyata terhadap ketahanan nasional dan masa depan generasi muda Papua.
“Narkoba adalah paradoks dari pembangunan dan kesejahteraan Papua. Ini bukan lagi sekadar urusan penegakan hukum biasa, tetapi ancaman serius terhadap ketahanan nasional,” tegas Lucky saat berada di Timika, Sabtu.(15/5)
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat di Tanah Papua untuk bersama-sama memerangi peredaran narkotika yang dinilai semakin meresahkan.
“Gerakan ini harus menjadi perang semesta yang melibatkan seluruh elemen bangsa di bumi Cenderawasih,” ujarnya.
Pangkogabwilhan III bersama Pangdam XVII/Cenderawasih Febriel Buyung Sikumbang dan sejumlah pejabat TNI lainnya melakukan kunjungan ke Distrik Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang, Provinsi Papua Pegunungan.
Wilayah Pegunungan Bintang yang berbatasan langsung dengan Papua Nugini selama ini disebut rawan dijadikan lokasi budidaya ganja karena kondisi geografisnya yang sulit dijangkau.
Dalam kunjungan tersebut, aparat menemukan fakta bahwa sejumlah warga mengaku mendapat tekanan dan intimidasi dari kelompok separatis TPNPB-OPM agar menanam ganja di lingkungan tempat tinggal mereka.
“Kami menemukan fakta yang menyayat hati. Warga mengaku dipaksa menanam ganja di sekitar pekarangan rumah mereka sendiri,” kata Lucky.
Selain menyasar masyarakat umum, peredaran narkoba juga disebut mulai mengincar kalangan anak muda Papua. Karena itu, TNI meningkatkan patroli dan pengamanan hingga masuk ke wilayah hutan, lembah, dan kaki pegunungan yang diduga menjadi lokasi ladang ganja.
Dalam kegiatan tersebut, jajaran TNI juga menggelar sosialisasi bahaya narkoba kepada masyarakat, termasuk anak-anak dan para pemuda di Oksibil.
“Dikesempaten tersebut Aparat juga turut membagikan foto daftar pencarian orang (DPO) tokoh-tokoh TPNPB-OPM yang diduga terlibat dalam jaringan budidaya ganja di Papua.
Selain edukasi, rombongan TNI juga memberikan bantuan berupa tas sekolah, buku tulis, dan makanan ringan kepada anak-anak setempat sebagai bentuk kepedulian sosial.
“Langkah ini merupakan komitmen nyata kami dalam mendukung perang total terhadap narkotika demi menyelamatkan generasi muda Papua,” ujar Lucky.
Pangkogabwilhan III turut mengapresiasi keberhasilan prajurit TNI yang menemukan hampir 2.000 batang pohon ganja di sejumlah wilayah Pegunungan Bintang dan daerah lain di Papua.
“Dedikasi prajurit TNI tidak hanya menjaga kedaulatan negara, tetapi juga menyelamatkan masa depan generasi muda Papua dari ancaman narkoba,” pungkasnya.(asy*)









