Pemerintah Pusat Hadir Pulihkan Situasi Keamanan di Wamena

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 17 Mei 2026 - 17:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemerintah pusat memastikan penanganan konflik di Wamena, Papua Pegunungan dilakukan secara menyeluruh dengan mengutamakan pemulihan masyarakat hingga kondisi kembali kondusif.hal tersebut disampaikan pada Rapat koordinasi tersebut dihadiri Gubernur Papua Pegunungan, para bupati, unsur TNI-Polri, Majelis Rakyat Papua (MRP), Lembaga Masyarakat Adat (LMA), tokoh agama, tokoh masyarakat, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya.

Pemerintah pusat memastikan penanganan konflik di Wamena, Papua Pegunungan dilakukan secara menyeluruh dengan mengutamakan pemulihan masyarakat hingga kondisi kembali kondusif.hal tersebut disampaikan pada Rapat koordinasi tersebut dihadiri Gubernur Papua Pegunungan, para bupati, unsur TNI-Polri, Majelis Rakyat Papua (MRP), Lembaga Masyarakat Adat (LMA), tokoh agama, tokoh masyarakat, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya.

Papua Pegunungan,jentik.id – Pemerintah pusat memastikan penanganan konflik di Wamena, Papua Pegunungan dilakukan secara menyeluruh dengan mengutamakan pemulihan masyarakat hingga kondisi kembali kondusif.

Hal tersebut disampaikan Wakil Menteri Dalam Negeri Ribka Haluk saat memimpin rapat koordinasi perkembangan situasi keamanan di Wamena, Sabtu (16/5).

Ribka menegaskan pemerintah pusat hadir penuh untuk memulihkan situasi keamanan menyusul konflik yang berdampak terhadap masyarakat di wilayah tersebut.

“Kami atas nama Menteri Dalam Negeri mewakili Pemerintah Pusat menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada masyarakat Wamena dan seluruh komponen pembangunan yang telah melakukan upaya-upaya penyelamatan,” kata Ribka dalam keterangannya di Jakarta.

Rapat koordinasi tersebut dihadiri Gubernur Papua Pegunungan, para bupati, unsur TNI-Polri, Majelis Rakyat Papua (MRP), Lembaga Masyarakat Adat (LMA), tokoh agama, tokoh masyarakat, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya.

Baca Juga :  Jalan Sungai Penuh–Tapan Kembali Bisa Dilewati, Awas Masih Licin dan Pasokan BBM Terancam

Dalam kesempatan itu, Ribka mengapresiasi gerak cepat masyarakat yang membantu warga terdampak dan menjaga situasi tetap terkendali saat konflik berlangsung.

“Pertama, kepada masyarakat Wamena yang pada saat kejadian langsung ada pergerakan cepat dan melakukan tindakan-tindakan yang baik untuk saling membantu dan menenangkan di antara mereka,” ujarnya.

Pemerintah provinsi dan kabupaten juga diminta segera melakukan pendataan warga terdampak serta menghitung kebutuhan penanganan bersama delapan kabupaten di Papua Pegunungan.

Menurut Ribka, hasil pendataan tersebut akan menjadi dasar pemerintah dalam menentukan dukungan pembiayaan melalui APBD kabupaten, APBD provinsi, maupun bantuan pemerintah pusat.

“Bersama-sama kita semua bertanggung jawab. Pendataan ini akan menjadi dasar untuk menghitung seberapa besar kemampuan pemerintah dalam membantu warga-warga yang terdampak,” katanya.

Ia menegaskan seluruh unsur pemerintah, tokoh adat, tokoh agama, dan aparat keamanan telah sepakat menghentikan konflik dan memprioritaskan pemulihan sosial masyarakat.

Baca Juga :  Jusuf Kalla Dorong Penyelesaian Papua dengan Pendekatan Politis

“Kami sudah menyatakan bahwa konflik-konflik sudah tidak ada lagi. Sekarang kita fokus menyelesaikan persoalan pemerintahan dan pemulihan masyarakat yang terdampak,” tegas Ribka.

Kementerian Dalam Negeri juga akan memfasilitasi penyusunan Peraturan Daerah Khusus (Perdasus) terkait penanganan konflik di delapan kabupaten Papua Pegunungan agar proses penanganan memiliki dasar hukum yang jelas.

Selain memimpin rapat koordinasi, Ribka bersama pemerintah daerah turut meninjau rumah warga yang terbakar, rumah sakit, serta lokasi pengungsian guna memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi.

Pemerintah juga menyiapkan proses pemulangan pengungsi secara bertahap setelah situasi keamanan dinyatakan stabil.

“Intinya masyarakat harus kembali ke kehidupan normal, dan masyarakat dapat melakukan aktivitas sebagaimana biasa. Aktivitas ekonomi, pendidikan, kesehatan, semuanya berjalan secara baik,” tutup Ribka.(asy*)

Berita Terkait

Safari Jumat ke Pinggir Air, Wako Alfin Serahkan Bantuan Rp5 Juta untuk Masjid Baiturrahim
Kapolres Kerinci Pimpin Green Policing, Tanam Pohon Kehidupan Produktif Di Lingkungan Asrama Polres
6.516 Hektare Lahan Terbakar di Kaltim, 33 Tersangka Jadi Sasaran Penegakan Hukum
Karhutla Meluas, TNI AU Kerahkan 11 Pesawat Angkut untuk Padamkan Kebakaran
Kapolres Kerinci Tinjau BLK, Dorong Peningkatan Keterampilan Dan Peluang Kerja Bagi Generasi Muda
Wawako Azhar Hadiri HUT ke-27 Muaro Jambi, Perkuat Sinergi Daerah
Polda Riau Sita 35 Kg Sabu Senilai Rp62,9 Miliar, Jaringan Malaysia Sasar Tiga Provinsi
BAZNAS Pariaman Bantu Pemulung Bangkit, Bentor Jadi Modal Cari Rezeki Lebih Mudah
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 19:50 WIB

Safari Jumat ke Pinggir Air, Wako Alfin Serahkan Bantuan Rp5 Juta untuk Masjid Baiturrahim

Jumat, 30 Oktober 2026 - 13:31 WIB

Kapolres Kerinci Pimpin Green Policing, Tanam Pohon Kehidupan Produktif Di Lingkungan Asrama Polres

Jumat, 30 Oktober 2026 - 12:38 WIB

6.516 Hektare Lahan Terbakar di Kaltim, 33 Tersangka Jadi Sasaran Penegakan Hukum

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:27 WIB

Karhutla Meluas, TNI AU Kerahkan 11 Pesawat Angkut untuk Padamkan Kebakaran

Kamis, 29 Oktober 2026 - 15:17 WIB

Kapolres Kerinci Tinjau BLK, Dorong Peningkatan Keterampilan Dan Peluang Kerja Bagi Generasi Muda

Berita Terbaru