Wamen Ekraf Irene Umar, Daerah Butuh Dukungan Ekosistem Kreatif Terintegrasi

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 17 Mei 2026 - 19:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Irene Umar menegaskan Indonesia memiliki kekayaan identitas budaya yang sangat besar dan perlu dikelola secara terpadu agar mampu menjadi kekuatan ekonomi kreatif bernilai global, juga menilai budaya Indonesia dapat menjadi sumber inspirasi utama dalam pengembangan IP lokal. Ia mencontohkan bagaimana kekayaan budaya dapat diolah menjadi identitas kreatif yang memiliki nilai ekonomi tinggi.

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Irene Umar menegaskan Indonesia memiliki kekayaan identitas budaya yang sangat besar dan perlu dikelola secara terpadu agar mampu menjadi kekuatan ekonomi kreatif bernilai global, juga menilai budaya Indonesia dapat menjadi sumber inspirasi utama dalam pengembangan IP lokal. Ia mencontohkan bagaimana kekayaan budaya dapat diolah menjadi identitas kreatif yang memiliki nilai ekonomi tinggi.

Jakarta,jentik.id – Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Irene Umar menegaskan Indonesia memiliki kekayaan identitas budaya yang sangat besar dan perlu dikelola secara terpadu agar mampu menjadi kekuatan ekonomi kreatif bernilai global.

Menurut Irene, tantangan utama saat ini bukan soal minimnya identitas lokal, melainkan bagaimana memperkenalkan, mengelola, dan mengembangkan kekayaan Intellectual Property (IP) lokal agar dicintai masyarakat hingga mampu bersaing di tingkat internasional.

“Indonesia bukan tidak punya identitas, justru memiliki terlalu banyak identitas yang membuat lintas subsektor harus kompak bersatu dan punya market value,” ujar Irene dalam keterangan resminya yang diterima Minggu (17/5).

Pernyataan tersebut disampaikan Irene saat menjadi pembicara dalam panel “IP is Indonesia’s Next Oil” pada gelaran Manager Fest 2026 di Jakarta, Sabtu (16/5).

Dalam forum tersebut, Irene menekankan pentingnya penguatan IP lokal melalui dukungan ekosistem kreatif yang terintegrasi, mulai dari pemerintah, akademisi, sektor swasta, komunitas, media, hingga lembaga keuangan.

Baca Juga :  Auto Care Kenalkan Teknologi Touchless Shampoo, Kinclong Tanpa Risiko Baret

Menurutnya, seluruh pihak memiliki peran besar dalam memperluas ruang tampil atau showcase bagi karya anak bangsa agar semakin dikenal masyarakat luas.

“Tantangannya tentu bagaimana kita mampu memperkenalkan, mengelola, dan mengembangkan IP lokal yang bisa dicintai masyarakat secara nasional, termasuk akselerasi IP lokal menjadi sesuatu yang harus dijaga dan bisa bersaing secara global,” katanya.

Irene juga menilai budaya Indonesia dapat menjadi sumber inspirasi utama dalam pengembangan IP lokal. Ia mencontohkan bagaimana kekayaan budaya dapat diolah menjadi identitas kreatif yang memiliki nilai ekonomi tinggi.

“Kementerian Ekraf senantiasa menyediakan panggung dan ruang bagi IP lokal untuk tampil ke permukaan, sehingga tak hanya tersimpan pada ruang eksposur yang membuat masyarakat sulit mengenal dan mencintai IP-nya. Dari situlah, ekosistem kreatif bisa dibuat atau tumbuh,” ujar Irene.

Baca Juga :  Pendapatan Negara RAPBN 2027 Naik Rp9,1 Triliun, Penerimaan Pajak Bertambah Rp2 Triliun

Ia berharap sinergi berkelanjutan antar berbagai pihak mampu melahirkan lebih banyak IP lokal yang berkembang menjadi jenama global dengan karakter budaya khas Indonesia.

Sementara itu, pembicara dari INFIA Corp, Andrey Noelfry Tarigan, menyoroti pentingnya hubungan langsung antara IP lokal dengan audiens dan komunitas.

Menurut Andrey, kekuatan sebuah IP tidak cukup hanya mengandalkan popularitas di media sosial, tetapi juga harus mampu membangun keterikatan dengan pasar serta memiliki model bisnis berkelanjutan.

“Apa artinya followers dari suatu IP lokal di media sosial, kalau mereka tidak bisa engage dengan target market secara langsung,” ujar Andrey.

Gelaran Manager Fest 2026 sendiri digagas sebagai respons terhadap perubahan signifikan di dunia industri kerja, sekaligus memperkuat wawasan, keterampilan, dan jejaring kolaborasi lintas subsektor bagi para profesional di Indonesia.(asy*)

Berita Terkait

Bank Sentral Belanda Pindahkan Cadangan Emas 86 Ton Dari Amerika Serikat
Pendapatan Negara RAPBN 2027 Naik Rp9,1 Triliun, Penerimaan Pajak Bertambah Rp2 Triliun
Penerbangan Di Bandara Soetta Ditutup Sementara Imbas Abu Erupsi Anak Krakatau
Auto Care Kenalkan Teknologi Touchless Shampoo, Kinclong Tanpa Risiko Baret
Wakapolres Kerinci Pantau SPBU, Pastikan Penyaluran BBM Bersubsidi Tepat Sasaran
DPRD Sungai Penuh Sidak SPBU Playang Raya, Soroti Dugaan Pungutan Liar Nomor Antrian Isi BBM
Wali Kota Alfin Resmikan Gen Auto Care Anak Perusahaann, PT Tren Gen Hurizon
Inflasi AS Belum Jinak, Pejabat The Fed Dorong Kenaikan Suku Bunga
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 19:01 WIB

Bank Sentral Belanda Pindahkan Cadangan Emas 86 Ton Dari Amerika Serikat

Senin, 7 September 2026 - 20:30 WIB

Pendapatan Negara RAPBN 2027 Naik Rp9,1 Triliun, Penerimaan Pajak Bertambah Rp2 Triliun

Minggu, 6 September 2026 - 10:14 WIB

Penerbangan Di Bandara Soetta Ditutup Sementara Imbas Abu Erupsi Anak Krakatau

Rabu, 2 September 2026 - 15:38 WIB

Auto Care Kenalkan Teknologi Touchless Shampoo, Kinclong Tanpa Risiko Baret

Rabu, 26 Agustus 2026 - 11:22 WIB

Wakapolres Kerinci Pantau SPBU, Pastikan Penyaluran BBM Bersubsidi Tepat Sasaran

Berita Terbaru

Wakil Kepala Staf TNI AU Marsekal Madya TNI Tedi Rizalihadi. Lahirlah atlet tembak nasional

Sport

TNI AU Gelar Kompotisi Tembak Di Ikuti 800 Peserta 

Sabtu, 12 Sep 2026 - 19:36 WIB