BSKDN Kemendagri Kawal Implementasi Program Prioritas Nasional, Daerah Dinilai Punya Potensi Besar

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 14 Mei 2026 - 20:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menurut Kepala Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri, Yusharto Huntoyungo, keberhasilan Program Direktif Presiden tidak hanya diukur dari capaian administratif, tetapi juga sejauh mana masyarakat benar-benar merasakan manfaat kehadiran pemerintah secara nyata, adil, dan berkelanjutan.

Menurut Kepala Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri, Yusharto Huntoyungo, keberhasilan Program Direktif Presiden tidak hanya diukur dari capaian administratif, tetapi juga sejauh mana masyarakat benar-benar merasakan manfaat kehadiran pemerintah secara nyata, adil, dan berkelanjutan.

Jakarta, jentik.id – Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri menegaskan komitmennya mengawal implementasi program prioritas nasional agar berjalan efektif, tepat sasaran, dan memberi dampak nyata bagi masyarakat di daerah.

Kepala Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri, Yusharto Huntoyungo, mengatakan setiap daerah memiliki karakteristik dan potensi besar yang dapat dikembangkan untuk mendukung keberhasilan pembangunan nasional.

Menurutnya, implementasi program prioritas nasional harus dilakukan secara adaptif dengan mempertimbangkan kebutuhan dan kapasitas masing-masing daerah.

“Setiap daerah tampil dengan keunikannya dan memiliki potensi yang sangat besar. Bagi kami, tidak ada daerah yang miskin, semua memiliki potensi yang siap untuk kita aktualisasikan menjadi daerah-daerah yang maju dan sejahtera bagi masyarakatnya,” ujar Yusharto dalam keterangannya di Jakarta.

Pernyataan tersebut disampaikan saat Rapat Koordinasi Regional Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Program Direktif Presiden Batch I di Kendari.

Yusharto menegaskan Program Direktif Presiden merupakan agenda prioritas nasional yang harus dikawal secara serius oleh seluruh jajaran pemerintahan karena berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat, mulai dari pengendalian inflasi, swasembada pangan, penghapusan kemiskinan ekstrem, hingga peningkatan kualitas layanan dasar.

Baca Juga :  Balai Karantina Kalbar Perketat Pengawasan Cegah Perdagangan Satwa Ilegal

Karena itu, implementasi program di daerah memerlukan penguatan koordinasi, sinkronisasi kebijakan, serta monitoring dan evaluasi yang terpadu.

“Program Direktif Presiden merupakan agenda prioritas nasional yang harus dikawal secara serius oleh seluruh jajaran pemerintahan.

Program-program tersebut langsung bersentuhan dengan kebutuhan masyarakat sehingga implementasinya di daerah memerlukan sinkronisasi kebijakan, penguatan tata kelola pemerintahan, serta monitoring dan evaluasi yang terpadu,” katanya.

Ia menjelaskan, melalui rapat koordinasi tersebut, BSKDN berupaya menghimpun berbagai masukan dari daerah terkait capaian pelaksanaan program, hambatan di lapangan, hingga kebutuhan dukungan kebijakan yang diperlukan pemerintah daerah.

Menurutnya, forum tersebut penting untuk memperkuat kualitas rekomendasi kebijakan agar lebih operasional dan sesuai dengan kondisi di daerah.

Yusharto juga menekankan bahwa monitoring dan evaluasi pelaksanaan program tidak boleh dimaknai sekadar sebagai pengawasan administratif, melainkan harus menjadi instrumen perbaikan kebijakan yang berorientasi pada penyelesaian persoalan di lapangan.

Baca Juga :  Pemerintah Dukung Ekonomi Kreatif Berbasis Lokal

“Monitoring dan evaluasi tidak boleh dimaknai sebagai kegiatan mencari kesalahan. Monev harus menjadi instrumen perbaikan kebijakan, bukan sekadar pengawasan administratif,” tegasnya.

Selain itu, BSKDN terus memperkuat fungsi policy hub sebagai simpul strategis kebijakan di lingkungan Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia.

Melalui penguatan fungsi tersebut, BSKDN berupaya menghubungkan data, analisis, isu lapangan, serta rekomendasi kebijakan guna mendukung pengambilan keputusan yang lebih tepat sasaran dan berbasis bukti.

Menurut Yusharto, keberhasilan Program Direktif Presiden tidak hanya diukur dari capaian administratif, tetapi juga sejauh mana masyarakat benar-benar merasakan manfaat kehadiran pemerintah secara nyata, adil, dan berkelanjutan.

“Keberhasilan dari program direktif presiden harus memperhatikan sejauh mana rakyat di daerah merasakan kehadiran negara secara nyata, adil, dan berkelanjutan,” tutupnya.(asy*)

Berita Terkait

MK Tegaskan Ibu Kota Negara Indonesia Masih Jakarta, Pemindahan ke IKN Tunggu Keppres
Ketua KPK Ingatkan Bupati/Wako Stop Beri Dana Hibah Untuk Instansi Vertikal
Kemendagri Ingatkan Pemda  Waspada Terhadap Inflasi Tidak Ada Alasan Lengah
Pendapatan Negara Rp574,9 Triliun, APBN Defisit 0,93 Persen pada Kuartal I 2026
Prabowo Gerak Cepat, PPATK Dipanggil ke Hambalang Bahas Aliran Dana
Wamendagri Desak Pemda Percepat Pembentukan Dinas Damkar dan Penyelamatan
Puluhan Ribu Personel Gabungan Kawal Peringatan May Day 2026 di Jakarta
Presiden Prabowo Lantik Sejumlah Pejabat di Istana Negara
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 14 Mei 2026 - 20:14 WIB

BSKDN Kemendagri Kawal Implementasi Program Prioritas Nasional, Daerah Dinilai Punya Potensi Besar

Kamis, 14 Mei 2026 - 06:27 WIB

MK Tegaskan Ibu Kota Negara Indonesia Masih Jakarta, Pemindahan ke IKN Tunggu Keppres

Selasa, 12 Mei 2026 - 02:28 WIB

Ketua KPK Ingatkan Bupati/Wako Stop Beri Dana Hibah Untuk Instansi Vertikal

Rabu, 6 Mei 2026 - 12:30 WIB

Kemendagri Ingatkan Pemda  Waspada Terhadap Inflasi Tidak Ada Alasan Lengah

Rabu, 6 Mei 2026 - 08:37 WIB

Pendapatan Negara Rp574,9 Triliun, APBN Defisit 0,93 Persen pada Kuartal I 2026

Berita Terbaru