Mahasiswa Pertanyakan Prioritas dan Kebijakan Pembangunan Gubernur Jambi

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 22 April 2026 - 23:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jambi, jentik.id–Pemerintah Provinsi Jambi di bawah kepemimpinan Al Haris mendapat sorotan dari kalangan mahasiswa. Mereka menilai kebijakan pemerintah tidak selaras dengan kondisi sosial masyarakat saat ini.

Sejumlah mahasiswa menyoroti prioritas pembangunan yang terfokus pada fasilitas fisik bagi pejabat dengan sumber anggaran dari APBD Provinsi Jambi. Fokus tersebut memicu pro dan kontra di tengah masyarakat.

Mahasiswa juga menilai kebijakan itu kurang mencerminkan empati terhadap kebutuhan publik. Egil Pratama Putra, mahasiswa Universitas Jambi, menyampaikan kritik melalui media “cakapcuap.com”. Ia menyoroti ketimpangan dalam penentuan skala prioritas pembangunan daerah.

Menurut Egil, Pemerintah Provinsi Jambi saat ini lebih menekankan pembangunan fasilitas elit dibandingkan penyelesaian persoalan infrastruktur publik yang berdampak langsung bagi masyarakat luas.

Baca Juga :  BPK Jambi Lakukan Pemeriksaan Interim LKPD 2025 di Pemkot Sungai Penuh

“Terjadi pergeseran prioritas kebijakan pembangunan. Pemerintah kurang memperhatikan fasilitas yang bisa dinikmati masyarakat dan justru terjebak pada proyek yang hanya dinikmati segelintir pejabat,” ujar Egil, Selasa (21/04/2026).

Ia mencontohkan proyek rehabilitasi Rumah Dinas Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jambi yang menyerap anggaran cukup besar dari APBD. Ia menilai proyek tersebut tidak mendesak dan tidak memberi dampak signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat.

“Secara etika kepemimpinan, langkah ini tidak elok. Pemerintah tetap memprioritaskan renovasi fasilitas elit, sementara banyak fasilitas umum terbengkalai. Kondisi ini menunjukkan distorsi dalam menentukan kebutuhan rakyat,” tegasnya.

Baca Juga :  Wako Alfin Akui Belum Semua Pandangan Fraksi DPRD Dapat Dijawab

Egil juga menilai penggunaan APBD untuk proyek tersebut lebih mengakomodasi kepentingan elit dan berpotensi bermuatan politik. Ia mengingatkan bahwa pembangunan tidak boleh menjadi alat untuk memenuhi kepentingan kekuasaan.

“Jika kebijakan terus menjauh dari aspirasi rakyat, kepercayaan publik bisa runtuh. Masyarakat membutuhkan bukti nyata, bukan sekadar kemegahan fasilitas,” tambahnya.

Ia mengajak masyarakat sipil dan kalangan mahasiswa untuk terus mengawal serta mengkritisi kebijakan pemerintah daerah. Ia juga meminta DPRD Provinsi Jambi bersikap tegas dengan menunda proyek fasilitas jabatan dan mengutamakan kebutuhan publik yang lebih mendesak. (Red/*)

Berita Terkait

Wawako Azhar Hadiri Baksos Terintegrasi, Puluhan Warga Terima Operasi Katarak dan Khitanan Gratis
Bangga! STIE Sakti Alam Kerinci Kukuhkan 313 Sarjana Baru, Siap Berkontribusi untuk Daerah
39 Pemda Keluhkan Tak Mampu Bayar Gaji PPPK, Belanja Pegawai Lampaui 50 Persen APBD
Baksos Longevitology Terus Bergulir, Layanan Terapi Gratis Kini Menjangkau Muaro Bungo dan Jambi
Video ASN Pemkot Jambi Bahas Gaji ke-13 Viral, Sekda Siapkan Pembinaan
DPRD Kerinci ke Jogja di Tengah Efisiensi Anggaran, Publik Pertanyakan Tujuan Kunjungan
Polisi Tangkap Pria Pembawa Clurit dan Parang yang Resahkan Warga Tanah Kampung
Pelantikan 237 Kepala Sekolah di Merangin Tuai Protes, Muncul Isu Jual Beli Jabatan
Berita ini 38 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 14 Juni 2026 - 13:34 WIB

Wawako Azhar Hadiri Baksos Terintegrasi, Puluhan Warga Terima Operasi Katarak dan Khitanan Gratis

Minggu, 14 Juni 2026 - 12:30 WIB

Bangga! STIE Sakti Alam Kerinci Kukuhkan 313 Sarjana Baru, Siap Berkontribusi untuk Daerah

Minggu, 14 Juni 2026 - 12:12 WIB

39 Pemda Keluhkan Tak Mampu Bayar Gaji PPPK, Belanja Pegawai Lampaui 50 Persen APBD

Minggu, 14 Juni 2026 - 06:28 WIB

Baksos Longevitology Terus Bergulir, Layanan Terapi Gratis Kini Menjangkau Muaro Bungo dan Jambi

Jumat, 12 Juni 2026 - 13:42 WIB

Video ASN Pemkot Jambi Bahas Gaji ke-13 Viral, Sekda Siapkan Pembinaan

Berita Terbaru