Radar GCI Len Kedua Resmi Perkuat Pengawasan Wilayah Udara Indonesia

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 18 Mei 2026 - 22:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prabowo Subianto, dalam keterangan resmi singkatnya,menegaskan bahwa penambahan alutsista ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat kemampuan pertahanan nasional sebagai daya tangkal negara (deterrent).

Presiden Prabowo Subianto, dalam keterangan resmi singkatnya,menegaskan bahwa penambahan alutsista ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat kemampuan pertahanan nasional sebagai daya tangkal negara (deterrent).

Jakarta, jentik.id – Presiden Prabowo Subianto memastikan keamanan wilayah udara, laut, dan daratan Indonesia tetap terjaga melalui penguatan alat utama sistem persenjataan (alutsista) nasional.

Salah satu langkah strategis tersebut diwujudkan dengan resmi dioperasikannya Radar Ground Control Intercept (GCI) buatan PT Len Industri sebagai unit kedua dari total 13 radar yang disiapkan pemerintah.

Peresmian dan penyerahan radar dilakukan dalam agenda penyerahan alutsista strategis nasional oleh Kementerian Pertahanan kepada TNI di Apron Pandawa Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (18/5), yang turut disaksikan langsung Presiden Prabowo Subianto.

Dalam keterangannya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa penguatan alutsista menjadi bagian penting dalam memperkuat kemampuan pertahanan nasional sekaligus meningkatkan daya tangkal negara terhadap berbagai ancaman.

“Kita ingin memastikan keamanan wilayah udara, laut, dan daratan Indonesia tetap terjaga dengan baik. Pertahanan yang kuat adalah syarat utama menjaga stabilitas dan kedaulatan bangsa,” ujar Prabowo.

Baca Juga :  Lima Pemicu Utama Emosi Pengemudi di Jalan Raya, Abaikan  Menyalakan  Lampu Sein 

Radar GCI tersebut diproyeksikan memperkuat sistem pengawasan udara nasional melalui kemampuan deteksi dini dan pengendalian intersepsi secara terintegrasi. Penyerahan radar dilakukan langsung oleh Direktur Utama PT Len Industri, Joga Dharma Setiawan, didampingi Direktur Bisnis dan Kerja Sama Irwan Ibrahim.

“Joga menyebutkan, penyerahan Radar GCI menjadi bukti nyata komitmen industri pertahanan dalam negeri dalam mendukung sistem pertahanan udara nasional yang modern dan terintegrasi.

“Radar GCI ini tidak hanya memperkuat kemampuan pengawasan ruang udara nasional, tetapi juga menunjukkan kemampuan industri dalam negeri dalam menguasai teknologi strategis pertahanan.

Kami berkomitmen terus mendukung interoperabilitas sistem pertahanan nasional melalui pengembangan teknologi yang andal dan berkelanjutan,” kata Joga.

Baca Juga :  Presiden Prabowo Instruksikan Pemangkasan Anggaran MBG Jadi Rp268 Triliun Dari Rp 335 Triliun.

Selain penguatan sistem radar, pengadaan pesawat tempur Dassault Rafale juga dinilai memberikan peningkatan kemampuan bagi Len dalam bidang interoperabilitas komunikasi dan data link melalui program training offset Rafale.

Sebelumnya, kemampuan Link ID milik Len difokuskan untuk komunikasi antar kapal perang dan pesawat surveillance. Namun ke depan, teknologi tersebut akan dikembangkan agar mampu mendukung komunikasi data link antar pesawat tempur sehingga memperkuat integrasi sistem pertahanan udara nasional secara menyeluruh.

Selain Radar GCI dan Rafale, agenda penyerahan alutsista strategis nasional tersebut juga mencakup sejumlah platform pertahanan modern lainnya seperti Airbus A400M Atlas MRTT, Dassault Falcon 8X, rudal Meteor, serta AASM Hammer guna memperkuat kesiapan operasional TNI menghadapi dinamika ancaman global di masa depan.(asy*)

Berita Terkait

Polres Kerinci Gelar Sertijab Kasat Reskrim dan Dua Kapolsek, Lantik Kasiwas
Pemkot Sungai Penuh Dinilai Belum Konsisten Tertibkan PKL di Jalan M. Yamin
Iran Tegaskan Tak Gentar Hadapi AS: “Kami Bukan Venezuela”
Jenazah Pilot PT AMA Air yang Tewas Dalam Penyerangan OPM Di Yahukimo Berhasil  Dievakuasi TNI 
IRGC Tegaskan Akan Hancurkan Negara Yang Izinkan Fasilitas Wilayahnya Digunakan untuk Menyerang Iran
AS Kembali Serang Iran di Tengah Negosiasi Gencatan Senjata, Teheran Siagakan Pasukan
Lima Pemicu Utama Emosi Pengemudi di Jalan Raya, Abaikan  Menyalakan  Lampu Sein 
Iran Diduga Serang Kapal Berbendera Singapura di Selat Hormuz Nasib ABK Belum Diketahui
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 12:21 WIB

Polres Kerinci Gelar Sertijab Kasat Reskrim dan Dua Kapolsek, Lantik Kasiwas

Rabu, 5 Agustus 2026 - 12:08 WIB

Pemkot Sungai Penuh Dinilai Belum Konsisten Tertibkan PKL di Jalan M. Yamin

Senin, 20 Juli 2026 - 15:28 WIB

Iran Tegaskan Tak Gentar Hadapi AS: “Kami Bukan Venezuela”

Jumat, 3 Juli 2026 - 14:47 WIB

Jenazah Pilot PT AMA Air yang Tewas Dalam Penyerangan OPM Di Yahukimo Berhasil  Dievakuasi TNI 

Minggu, 28 Juni 2026 - 16:17 WIB

IRGC Tegaskan Akan Hancurkan Negara Yang Izinkan Fasilitas Wilayahnya Digunakan untuk Menyerang Iran

Berita Terbaru

Wakil Kepala Staf TNI AU Marsekal Madya TNI Tedi Rizalihadi. Lahirlah atlet tembak nasional

Sport

TNI AU Gelar Kompotisi Tembak Di Ikuti 800 Peserta 

Sabtu, 12 Sep 2026 - 19:36 WIB