Teheran, jentik.id – Pemerintah Iran menegaskan tidak akan tunduk terhadap tekanan militer Amerika Serikat (AS). Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyatakan negaranya bukan Venezuela yang dapat dipaksa menyerah melalui operasi militer atau pergantian rezim.
Dalam wawancara dengan Mehr News Agency yang turut dikutip NDTV dan The Times of India, Senin (20/7/2026), Araghchi membantah anggapan bahwa Teheran dapat dipaksa tunduk melalui ancaman militer dari Washington.
Araghchi membandingkan kondisi politik Iran dengan Venezuela. Menurutnya, struktur pemerintahan Iran berbeda karena tidak bergantung pada satu figur pemimpin, sehingga upaya menyingkirkan satu orang tidak akan menyebabkan runtuhnya Republik Islam Iran.
“Ini bukan Venezuela, di mana ketika Anda menangkap satu orang, kemudian semua orang menjadi takut dan mundur,” tegas Araghchi.
Ia menjelaskan, sistem kepemimpinan di Iran dibangun dengan mekanisme pengambilan keputusan yang terintegrasi dan melibatkan berbagai institusi negara, sehingga tetap mampu menjaga stabilitas nasional di tengah tekanan eksternal.
Pernyataan tersebut juga menjadi respons atas sejumlah pernyataan keras Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang sebelumnya mengancam Iran dan menilai tekanan militer dapat memaksa Teheran mengubah sikapnya.
Melalui pernyataannya, Araghchi menegaskan bahwa Iran tidak akan terintimidasi oleh ancaman tersebut dan akan tetap mempertahankan kedaulatan serta 8sistem pemerintahannya.(asy*)









