Kekhawatiran Semakin Besar Dampak Negatif media sosial Bagi anak.

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 6 Juni 2026 - 14:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Eksekutif Information and Communication Technology (ICT) Institute itu memaparkan, pihaknya telah lebih dulu melakukan survei serupa. Hasilnya bahkan lebih kuat lagi di mana 80 persen masyarakat setuju bahwa ruang digital tidak selalu aman bagi anak.

Direktur Eksekutif Information and Communication Technology (ICT) Institute itu memaparkan, pihaknya telah lebih dulu melakukan survei serupa. Hasilnya bahkan lebih kuat lagi di mana 80 persen masyarakat setuju bahwa ruang digital tidak selalu aman bagi anak.

Jakarta,jentik.id- Berbagai kasus yang muncul di media terkait kekerasan siber, penipuan, maupun gangguan kesehatan mental telah meningkatkan perhatian publik terhadap pentingnya perlindungan terhadap anak.

Menurutnya, masyarakat kini menilai perlindungan anak di ruang digital sudah menjadi kebutuhan mendesak dan memerlukan intervensi kebijakan yang lebih tegas.

Direktur Eksekutif Information and Communication Technology (ICT) Institute itu memaparkan, pihaknya telah lebih dulu melakukan survei serupa. Hasilnya bahkan lebih kuat lagi di mana 80 persen masyarakat setuju bahwa ruang digital tidak selalu aman bagi anak.

Meski demikian, Heru mengingatkan bahwa pembatasan usia tidak serta-merta menjadi solusi tunggal dalam melindungi anak di ruang digital.

Menurut dia, kebijakan tersebut merupakan langkah awal untuk mengurangi paparan berbagai risiko yang dihadapi anak-anak.

“Pembatasan usia dapat menjadi langkah awal yang penting untuk mengurangi paparan risiko digital pada anak. Namun efektivitasnya sangat bergantung pada mekanisme verifikasi usia yang andal, kepatuhan platform digital, serta pengawasan yang konsisten,” katanya.

Baca Juga :  Momen Upgrade! Harga iPhone 16 dan 17 Turun Drastis Jelang Lebaran 2026

Ia menilai tanpa implementasi yang kuat, kebijakan pembatasan media sosial berpotensi mudah diakali sehingga tidak mencapai tujuan yang diharapkan.

Tantangan tersebut juga semakin besar mengingat banyaknya aplikasi dan platform digital yang beroperasi di Indonesia.

Menurut Heru, saat ini terdapat lebih dari 16.000 aplikasi yang tersedia dan sekitar 1.600 platform di antaranya diperkirakan masuk kategori berisiko tinggi bagi anak.

Oleh karena itu, selain melalui pembatasan akses media sosial, Heru menekankan upaya perlindungan anak harus dilakukan melalui pendekatan yang komprehensif dengan melibatkan berbagai pihak.

Ia menjelaskan upaya tersebut mencakup penguatan literasi digital, peningkatan peran orang tua dalam mendampingi anak saat mengakses internet, edukasi di lingkungan sekolah, serta tanggung jawab platform digital untuk menghadirkan lingkungan daring yang lebih aman bagi pengguna anak.

Baca Juga :  ALVA Perkenalkan Teknologi AIPRO pada Motor Listrik N3 Next Gen di GIIAS 2026

“Kebijakan yang seimbang antara regulasi, edukasi, dan pengawasan akan memberikan hasil yang lebih efektif dan berkelanjutan,” kata Heru yang juga menjabat sebagai President of Asia Digital Connectivity and Society periode 2026-2031.

Sebagai informasi, hasil survei yang dilakukan Poltracking Indonesia bertajuk “Evaluasi Kinerja Pemerintah dan Isu Aktual Strategis” menunjukkan sebanyak 77,4 persen masyarakat menyatakan setuju terhadap PP Tunas yang mengatur pembatasan media sosial bagi anak-anak.

Sementara itu 13,6 persen menyatakan kurang setuju sedangkan 9 persen lainnya tidak menjawab.

“Kita dalami juga soal pembatasan media sosial untuk anak usia di bawah 16 tahun 77,4 persen publik setuju, sementara itu yang tidak setuju hanya di angka 13,6 persen,” kata Peneliti Utama Poltracking Masduri Amrawi dalam pemaparan hasil survei.(asy*).

Berita Terkait

Regulator China Tarik 183.211 Mobil Listrik BYD Seri Qin dan Tang
Samsung Galaxy S26 FE Resmi Meluncur, Bawa One UI 9 dan Galaxy AI
BYD M9 Versi “Murah” Denza D9 Bakal Manjakan Konsumen Indonesia
iPhone Lipat Pertama Apple Segera Hadir, Intip Bocoran iPhone Ultra 2026
Jangan Ganti HP Dulu! 9 Cara Bikin Android Lemot Kembali Ngebut
Huawei Watch GT 7 Resmi Meluncur! Baterai Tahan 21 Hari dan Hadir dalam 8 Warna
Galaxy Z Fold 8 Tawarkan Rasio Layar Unik, Samsung Klaim Lebih Nyaman untuk Aktivitas Harian
ALVA Perkenalkan Teknologi AIPRO pada Motor Listrik N3 Next Gen di GIIAS 2026
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 21:07 WIB

Regulator China Tarik 183.211 Mobil Listrik BYD Seri Qin dan Tang

Minggu, 30 Agustus 2026 - 15:17 WIB

Samsung Galaxy S26 FE Resmi Meluncur, Bawa One UI 9 dan Galaxy AI

Jumat, 28 Agustus 2026 - 11:45 WIB

BYD M9 Versi “Murah” Denza D9 Bakal Manjakan Konsumen Indonesia

Kamis, 27 Agustus 2026 - 07:53 WIB

iPhone Lipat Pertama Apple Segera Hadir, Intip Bocoran iPhone Ultra 2026

Minggu, 23 Agustus 2026 - 13:44 WIB

Jangan Ganti HP Dulu! 9 Cara Bikin Android Lemot Kembali Ngebut

Berita Terbaru

Wawako Azahar Hamzah, Ceo Toko Ensd Garuda, serangkaian kegiatan Funrun meraton 5 K dan 10 K serangkaian peringatan HUT  Ke-18 Kota Sungai Penuh yang digelar dilapangan Merdeka Sungai Penuh  Minggu 1 Noprmber 2026 diikuti 500 peserta dari masyarakat dan berbagai komonitas.

Sport

Berita poto kegiatan Funrun

Minggu, 1 Nov 2026 - 13:26 WIB

Salah satu dapur MBG

Padang Panjang

7 Dapur MBG di Padang Panjang Ditutup

Minggu, 1 Nov 2026 - 11:56 WIB