JAKARTA, jentik.id – Samsung Electronics optimistis mempertahankan posisinya di pasar ponsel layar lipat meski Apple bersiap meluncurkan iPhone lipat pertamanya. Perusahaan asal Korea Selatan itu mengandalkan pengalaman tujuh tahun dalam mengembangkan teknologi layar lipat sebagai keunggulan utama.
Co-CEO Samsung Electronics sekaligus Kepala Divisi Mobile Experience, Roh Tae-moon, mengatakan Samsung terus mengembangkan teknologi sekaligus mempelajari kebutuhan pengguna sejak meluncurkan ponsel lipat pertama.
“Keahlian teknologi dan pemahaman terhadap pelanggan yang kami bangun selama tujuh tahun tidak bisa dikejar dalam waktu singkat,” ujar Roh, seperti dikutip Yonhap, Kamis (23/7).
Samsung memperkenalkan tiga ponsel lipat terbaru, yaitu Galaxy Z Fold 8 Ultra, Galaxy Z Fold 8, dan Galaxy Z Flip 8. Ketiga perangkat tersebut mengusung teknologi kecerdasan buatan (AI) Gemini dari Alphabet.
Perusahaan juga menjadikan peluncuran ini sebagai ekspansi terbesar lini Galaxy Z sejak menghadirkan ponsel lipat pertama pada 2019.
Samsung Optimistis Pasar Layar Lipat Terus Berkembang
Roh menilai teknologi ponsel layar lipat kini sudah matang. Ia juga melihat penerimaan pasar terus meningkat dari tahun ke tahun.
Menurutnya, semakin banyak produsen yang masuk ke segmen layar lipat menunjukkan bahwa kategori ini telah menjadi pasar utama.
Roh menambahkan, Samsung memelopori pasar ponsel lipat dan terus menghadirkan inovasi bagi konsumen di seluruh dunia.
Samsung Prioritaskan Pasar Korea
Roh menjelaskan Samsung sengaja menetapkan harga Galaxy Z terbaru lebih kompetitif di Korea Selatan. Perusahaan mengambil langkah itu karena menganggap pasar domestik memiliki peran strategis, meski biaya produksi meningkat akibat kenaikan harga memori.
Samsung menjual Galaxy Z Fold 8 versi 256 GB seharga 2,28 juta won atau sekitar Rp26,9 juta. Harga itu lebih rendah sekitar 101.200 won dibandingkan generasi sebelumnya.
Samsung memasarkan Galaxy Z Fold 8 Ultra dengan harga 2,58 juta won atau sekitar Rp30,4 juta. Nilai tersebut lebih tinggi sekitar 198.000 won dibandingkan Galaxy Z Fold 7.
Samsung juga menawarkan Galaxy Z Flip 8 seharga 1,68 juta won atau sekitar Rp19,8 juta. Harga itu naik sekitar 198.000 won dibandingkan model sebelumnya.
Samsung akan memasarkan ketiga ponsel lipat tersebut secara bertahap di Korea Selatan dan berbagai negara mulai 7 Agustus 2026. Perusahaan juga membuka pemesanan awal di Korea Selatan mulai pekan depan hingga 3 Agustus. (nr*)









