SUNGAI PENUH, jentik.id – Pemerintah Kota Sungai Penuh terus menata Pasar Tanjung Bajure melalui langkah penertiban yang terukur. Wali Kota Sungai Penuh, Alfin, bersama Wakil Wali Kota Azhar Hamzah memimpin upaya ini untuk menciptakan lingkungan pasar yang bersih, tertib, dan nyaman.
Pemkot langsung menertibkan aktivitas pedagang sekaligus memberantas praktik pungutan liar dan premanisme yang sebelumnya meresahkan. Langkah ini mulai menunjukkan hasil nyata.
Warga kini merasakan suasana pasar yang lebih rapi dan bersih. Pengunjung dapat berbelanja dengan tenang, sementara pedagang menjalankan usaha tanpa gangguan. Tingkat keamanan juga meningkat karena praktik pungli semakin berkurang.
Penataan yang lebih teratur membuat aktivitas jual beli berjalan lancar. Pedagang dan pembeli memiliki ruang yang lebih tertib sehingga transaksi berlangsung lebih efisien.
Perubahan juga terlihat dari kondisi fisik pasar. Kawasan yang sebelumnya semrawut kini tampil lebih tertata dan enak dipandang.
Wali Kota Alfin menegaskan bahwa penataan pasar bertujuan meningkatkan kenyamanan tanpa merugikan pedagang.
“Pemerintah ingin menghadirkan pasar yang layak, bersih, dan nyaman agar aktivitas jual beli berjalan lancar,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Azhar Hamzah bersama Sekda Alpian dan jajaran terkait turun langsung meninjau kondisi pasar. Mereka menyusuri area lapak, berdialog dengan pedagang, serta memastikan penataan berjalan sesuai rencana.
Azhar memastikan para pedagang telah menempati lokasi yang ditentukan dan tidak lagi berjualan di area terlarang. Ia juga mengecek kebersihan serta kerapian pasar secara menyeluruh.
Menurutnya, penataan ini menciptakan suasana yang lebih nyaman tanpa menghambat aktivitas ekonomi masyarakat.
“Kami ingin pasar ini tetap rapi, bersih, dan nyaman agar roda ekonomi berjalan lancar,” kata Azhar.
Pemkot Sungai Penuh menerapkan pendekatan humanis dengan mendata ulang pedagang. Langkah ini memastikan penertiban berjalan optimal sekaligus melindungi mata pencaharian masyarakat.
Pemerintah juga mengajak pedagang dan warga menjaga ketertiban yang sudah terbentuk. Disiplin terhadap aturan, menjaga kebersihan, dan menolak pungli menjadi kunci agar Pasar Tanjung Bajure tetap menjadi pusat ekonomi yang aman dan berdaya saing. (nr*)









