Anggaran Pariwisata Kerinci 2026 Rp 2,2 Miliar Disorot

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 19 April 2026 - 15:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kerinci, jentik.id–Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kerinci mengalokasikan anggaran sebesar Rp 2,22 miliar untuk membangun sektor industri pariwisata melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) pada 2026.

Pemkab Kerinci mencatat total anggaran mencapai Rp 2.227.901.750. Disparbud membagi anggaran tersebut ke dalam 108 paket kegiatan. Dinas ini mengarahkan salah satu alokasi terbesar ke program penelitian potensi pariwisata dengan nilai sekitar Rp 200 juta.

Disparbud memanfaatkan anggaran tersebut untuk berbagai kegiatan. Dinas ini memperbaiki ikon huruf timbul di objek wisata unggulan seperti Danau Kerinci dan Air Terjun Telun Berasap. Selain itu, dinas menyewa peralatan studio untuk mendukung pelaksanaan event dan festival daerah.

Baca Juga :  Viral di Medsos, Praktik Pungli di Jembatan PLTA Danau Kerinci Terbongkar

Pengamat pariwisata, Syamsu, menilai Kabupaten Kerinci memiliki potensi besar di sektor pariwisata. Ia melihat kekuatan itu dari wisata alam, budaya, hingga wisata buatan.

Menurut Syamsu, pemerintah daerah dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) jika mereka mengelola potensi tersebut secara optimal dan berkelanjutan.

Ia juga menilai sektor swasta memberi dukungan yang cukup baik. Pelaku usaha transportasi, restoran, dan perhotelan ikut menopang sektor pariwisata, meskipun sebagian berada di wilayah Kota Sungai Penuh.

Namun, Syamsu meminta Pemkab Kerinci dan DPRD Kerinci memberi perhatian lebih pada pengembangan sarana dan daya tarik wisata. Ia menilai langkah itu penting untuk meningkatkan minat kunjungan wisatawan.

Baca Juga :  RSUD Mayjen H.A. Thalib Hadirkan Layanan CT-Scan untuk Masyarakat

Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah harus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui sektor pariwisata.

Syamsu juga menyoroti kurangnya keseriusan Pemkab Kerinci dan DPRD dalam memprioritaskan sektor ini. Ia menilai pemerintah belum menunjukkan keberpihakan penuh pada pengembangan pariwisata.

Ia mencontohkan tingginya kunjungan wisatawan lokal saat momen tertentu, seperti libur Idul Fitri. Pada periode itu, ratusan wisatawan mengunjungi berbagai objek wisata di Kerinci.

Menurutnya, kondisi tersebut harus menjadi bahan evaluasi bagi Pemkab Kerinci. Ia mendorong pemerintah untuk membenahi objek wisata agar memiliki daya tarik yang lebih kuat. (Red/*)

Berita Terkait

Bocah 9 Tahun di Kerinci Berjuang Melawan Cerebral Palsy
Bidik Prestasi Menuju PON, Kerinci Jadi Arena Kejuaraan Menembak Perbakin Jambi
KUA-PPAS Perubahan 2026 Disepakati, Pemkab Kerinci Prioritaskan Petani, Sekolah hingga Infrastruktur
Kerinci Raih Apresiasi Program 3 Juta Rumah, 250 Unit untuk Masyarakat
Kerinci Dapat Tambahan Dana Transfer Pusat, Monadi Siapkan untuk Percepatan Pembangunan
Bawa Nama Kerinci ke Kancah Nasional! Wabup Murison Lepas 32 Pramuka ke Jamnas 2026
360 Warga Kerinci Terima Zakat ASN Rp180 Juta, Program Kerinci Cerdas dan Peduli Kembali Bergulir
Bupati Monadi Tinjau RSUD Bukit Kerman, Pastikan Layanan BPJS Semakin Optimal
Berita ini 60 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 21:21 WIB

Bocah 9 Tahun di Kerinci Berjuang Melawan Cerebral Palsy

Minggu, 30 Agustus 2026 - 07:55 WIB

Bidik Prestasi Menuju PON, Kerinci Jadi Arena Kejuaraan Menembak Perbakin Jambi

Jumat, 28 Agustus 2026 - 08:08 WIB

KUA-PPAS Perubahan 2026 Disepakati, Pemkab Kerinci Prioritaskan Petani, Sekolah hingga Infrastruktur

Kamis, 13 Agustus 2026 - 20:25 WIB

Kerinci Raih Apresiasi Program 3 Juta Rumah, 250 Unit untuk Masyarakat

Rabu, 12 Agustus 2026 - 18:51 WIB

Kerinci Dapat Tambahan Dana Transfer Pusat, Monadi Siapkan untuk Percepatan Pembangunan

Berita Terbaru