Jentik.id–Perlu waspada dan hati – hati jika membeli mobil bekas, karena jelang lebara kesempatan penipu mengakali agar anda tergoda, ini beberapa tips agar terhindar dari jerat penipu.
Menjelang momen Idul Fitri, permintaan kendaraan biasanya meningkat tajam. Tidak hanya diler resmi yang kebanjiran pesanan, pasar mobil bekas juga ikut ramai diserbu pembeli yang ingin memiliki kendaraan untuk mudik atau liburan Lebaran.
Harga yang lebih terjangkau menjadi salah satu alasan utama masyarakat memilih mobil bekas. Selain itu, proses pembelian biasanya lebih cepat karena kendaraan sudah siap pakai tanpa harus menunggu lama pengurusan dokumen seperti mobil baru.
Namun di balik tingginya minat tersebut, calon pembeli perlu lebih berhati-hati. Pasalnya, meningkatnya transaksi mobil bekas menjelang Lebaran juga kerap dimanfaatkan oleh oknum penjual nakal untuk melakukan penipuan.
Modus Penipuan Mobil Bekas yang Sering Terjadi
Beberapa penjual tidak bertanggung jawab memanfaatkan kelengahan calon pembeli dengan memanipulasi kondisi mobil agar terlihat bagus. Kendaraan yang sebenarnya bermasalah dibuat tampil semulus mungkin sehingga kekurangannya tidak terlihat.
Padahal, mobil tersebut bisa saja pernah mengalami kecelakaan berat, terendam banjir, atau memiliki kondisi mesin yang sudah tidak prima.
Trik yang sering dilakukan adalah memperbaiki tampilan luar mobil agar terlihat menarik. Sementara kerusakan penting seperti pada mesin, rangka, atau kaki-kaki sering kali tidak diberitahukan kepada calon pembeli.
Banyak Konsumen Terjebak Panic Buying
Presiden Direktur Mobil88, Halomoan Fischer, mengatakan bahwa mendekati Lebaran biasanya jumlah pelaku penipuan di pasar mobil bekas meningkat.
Menurutnya, kondisi tersebut sering dimanfaatkan karena banyak konsumen membeli kendaraan secara terburu-buru.
“Biasanya semakin dekat Lebaran semakin banyak pemainnya. Konsumen sering panic buying karena ingin segera memiliki kendaraan untuk libur Lebaran,” ujarnya.
Dalam situasi seperti itu, pembeli cenderung hanya memeriksa kondisi mobil secara sekilas tanpa mengecek detail bagian penting kendaraan.
Menariknya, penjual nakal biasanya tidak memasang harga terlalu murah agar tidak menimbulkan kecurigaan. Harga yang ditawarkan tetap mengikuti standar pasar sehingga calon pembeli merasa yakin dengan kualitas mobil tersebut.
Jangan Tergoda Tampilan Luar
Di sisi lain, Kepala Bengkel Body and Paint Auto2000 Kenjeran, Yusuf Bahtiar, mengingatkan bahwa membeli mobil bekas tidak semudah membeli mobil baru.
Menurutnya, orang awam sering kali sulit membedakan mobil yang benar-benar masih baik dengan mobil yang sudah dipoles agar terlihat seperti baru.
Karena itu, calon pembeli disarankan tidak hanya terpaku pada penampilan luar kendaraan saja.
“Lebih baik membeli mobil bekas di tempat terpercaya atau membawa teman yang ahli agar tidak seperti membeli kucing dalam karung,” jelas Yusuf.
Tips Aman Membeli Mobil Bekas
Agar tidak tertipu saat membeli mobil bekas, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan:
-
Beli di dealer atau showroom terpercaya
-
Periksa kondisi mesin dan kaki-kaki kendaraan
-
Cek riwayat kendaraan, termasuk kemungkinan bekas banjir atau kecelakaan
-
Lakukan test drive sebelum membeli
-
Mintalah garansi atau jaminan dari penjual
Selain itu, sebaiknya pembelian mobil dilakukan jauh-jauh hari sebelum Lebaran agar tidak terburu-buru dalam mengambil keputusan.
Dengan langkah yang lebih teliti, konsumen bisa mendapatkan mobil bekas berkualitas tanpa harus khawatir tertipu oleh oknum penjual yang tidak bertanggung jawab. ****









