Mobil Bekas Diburu Jelang Lebaran, Ini Harganya…

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 24 Februari 2026 - 22:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

mobil bekas banyak peminat jelang lebarang, untung beli dibandingkan nyewa

mobil bekas banyak peminat jelang lebarang, untung beli dibandingkan nyewa

Jakarta, jentik.id–Masyarakat memburu mobil bekas jelang lebarang, permintaan naik tajam lebih 100 persen, bahkan pedagang kewalahan menyediakan mobil bekas berkualitas.

Pasar mobil bekas di Indonesia mulai menunjukkan tren positif pada awal tahun 2026. Sejumlah pedagang mengaku penjualan meningkat tajam dibandingkan tahun sebelumnya, bahkan tanda-tanda kebangkitan pasar sudah terasa sejak akhir 2025.

Salah satu pedagang, Andi, pemilik showroom Jordy Motor di MGK Kemayoran, Jakarta Pusat, mengatakan permintaan mobil bekas meningkat drastis sejak memasuki tahun ini.

“Masuk ke tahun ini semuanya bagus. Naiknya drastis,” ujar Andi, Jumat (20/2/2026).

Menurutnya, tingginya permintaan membuat para pedagang harus bergerak cepat untuk mendapatkan stok mobil. Jumlah unit yang tersedia di pasar tidak sebanding dengan jumlah pembeli, sehingga persaingan antar pedagang semakin ketat.

“Permintaannya banyak, tapi yang jual mobil sedikit. Kita pedagang sampai rebutan beli. Yang jual juga jadi bisa pilih harga tertinggi,” katanya.

Kondisi tersebut berdampak langsung pada harga mobil bekas yang ikut naik. Bahkan, pedagang terkadang kesulitan mendapatkan unit pengganti setelah berhasil menjual mobil.

Baca Juga :  India Meluncurkan Mobil Baru Sekelas Agya-Ayla Harganya Mulai Rp 87 Jutaan Belum Dipasarkan di Indonesia.

“Kadang kita jual mobil Rp130 juta, tapi saat mau beli lagi, sudah tidak dapat harga segitu. Harganya sudah naik di atas itu,” jelasnya.

Andi mengungkapkan, penjualan di showroom miliknya meningkat hingga 100 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kenaikan ini mulai terasa sejak Desember 2025 dan semakin kuat pada Januari 2026.

“Naik 100 persen dibanding tahun lalu. Desember sudah mulai bergerak, Januari lebih bagus lagi. Semoga ini bukan hanya karena faktor Lebaran, tapi bisa terus berlanjut,” ujarnya.

Ia menilai, meningkatnya penjualan mobil bekas juga menjadi tanda bahwa kondisi ekonomi masyarakat mulai bergerak.

“Kalau penjualan mobil bagus, biasanya sektor lain juga ikut bergerak,” tambahnya.

Hal serupa disampaikan Rama, pemilik showroom Rama Dagang Mobil di kawasan Rempoa, Bintaro. Ia mengatakan awal tahun memang sering menjadi periode sibuk bagi pedagang mobil bekas, terutama menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Menurutnya, Lebaran 1447 Hijriah yang diperkirakan jatuh pada pertengahan Maret 2026 menjadi salah satu faktor utama meningkatnya permintaan.

Baca Juga :  Pertamina Tetapkan Harga BBM Non-Subsidi Terbaru

“Kalau mau Lebaran biasanya orang cari mobil, baik untuk mudik atau menambah kendaraan di rumah,” kata Rama.

Meski demikian, Rama mengaku belum bisa memastikan apakah tren positif ini akan bertahan sepanjang tahun. Salah satu faktor yang dapat memengaruhi pasar mobil bekas adalah perkembangan mobil listrik yang semakin pesat.

Saat ini, pilihan mobil listrik semakin beragam dengan harga yang semakin terjangkau, bahkan sudah ada yang dijual di kisaran Rp200 jutaan. Kondisi ini berpotensi membuat sebagian konsumen beralih dari mobil bekas ke mobil listrik baru.

“Kita masih lihat perkembangan ke depan, apalagi mobil listrik sekarang semakin banyak pilihan dan harganya juga makin terjangkau,” ujarnya.

Meski menghadapi tantangan baru, para pedagang tetap optimistis pasar mobil bekas akan tetap diminati, terutama karena harganya lebih terjangkau dan masih menjadi pilihan utama masyarakat.

Besarnya minat masyarakat membeli mobil bekas kadang berlaku saat jelang lebaran, karena lebih baik beli mobil bekas jika dibandingkan menyewa mobil karena hanya dipakai saat lebaran saja. (ms/*)

Berita Terkait

Harga Minyak Mentah Melonjak 7 Persen, Brent Tembus USD 100 per Barel
Kopi Jambi Go Global! Kerja Sama dengan Pakistan Targetkan Nilai Perdagangan Rp18 Miliar
Siloam Kucurkan Rp1 Triliun untuk Teknologi Bedah Robotik, Siap Saingi Rumah Sakit Luar Negeri
Pemkot Sungai Penuh Gandeng BNI, Percepat Transformasi Digital dan Smart City
Adik Jusuf Kalla Alihkan Saham Bukaka Rp195 Miliar ke Dua Putrinya, Struktur Kepemilikan BUKK Berubah
Purbaya Sebut PT DSI Jadi Angin Segar bagi Pasar, Investor Berpotensi Raup Keuntun
India Meluncurkan Mobil Baru Sekelas Agya-Ayla Harganya Mulai Rp 87 Jutaan Belum Dipasarkan di Indonesia.
Mobil Listrik Masuk Tahun Pembuktian, Tanpa Insentif Masih Bisa Melaju?
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 17:33 WIB

Harga Minyak Mentah Melonjak 7 Persen, Brent Tembus USD 100 per Barel

Senin, 20 Juli 2026 - 10:44 WIB

Kopi Jambi Go Global! Kerja Sama dengan Pakistan Targetkan Nilai Perdagangan Rp18 Miliar

Minggu, 19 Juli 2026 - 22:21 WIB

Siloam Kucurkan Rp1 Triliun untuk Teknologi Bedah Robotik, Siap Saingi Rumah Sakit Luar Negeri

Jumat, 5 Juni 2026 - 11:04 WIB

Pemkot Sungai Penuh Gandeng BNI, Percepat Transformasi Digital dan Smart City

Selasa, 2 Juni 2026 - 13:44 WIB

Adik Jusuf Kalla Alihkan Saham Bukaka Rp195 Miliar ke Dua Putrinya, Struktur Kepemilikan BUKK Berubah

Berita Terbaru