Harga Minyak Mentah Melonjak 7 Persen, Brent Tembus USD 100 per Barel

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 24 Juli 2026 - 17:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kapal-kapal berlabuh di Selat Hormuz , seperti terlihat dari Musandam, Oman, 11 Juni 2026. Foto: REUTERS/Stringer

Kapal-kapal berlabuh di Selat Hormuz , seperti terlihat dari Musandam, Oman, 11 Juni 2026. Foto: REUTERS/Stringer

JAKARTA, jentik.id – Harga minyak mentah dunia melonjak pada penutupan perdagangan Kamis (23/7/2026). Kenaikan itu mendorong harga minyak Brent kembali menembus level USD 100 per barel untuk pertama kalinya sejak Mei 2026.

Kenaikan harga terjadi setelah kelompok Houthi di Yaman mengklaim menyerang dua kapal tanker minyak Arab Saudi di Laut Merah. Insiden tersebut memperburuk gangguan pasokan energi global yang sebelumnya dipicu oleh terganggunya arus pelayaran di Selat Hormuz.

Mengutip Reuters, minyak mentah Brent naik USD 6,62 atau 7 persen menjadi USD 100,69 per barel. Angka itu menjadi penutupan tertinggi sejak 22 Mei 2026. Sejak konflik Iran pecah pada Februari, harga Brent telah meningkat hampir 40 persen, dengan sebagian besar kenaikan terjadi sepanjang Juli.

Baca Juga :  Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp20.000, Tembus Rp2.825.000 per Gram

Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat menguat USD 5,36 atau 6,2 persen menjadi USD 92,19 per barel. Harga tersebut menjadi level penutupan tertinggi sejak 4 Juni 2026.

Direktur Energy Futures Mizuho, Bob Yawger, menilai risiko eskalasi konflik di Timur Tengah terus meningkat. Menurutnya, kondisi itu berpotensi mendorong harga minyak naik lebih tinggi.

Ia menjelaskan bahwa meningkatnya peluang perang darat dan terbatasnya lalu lintas kapal tanker di dua jalur energi utama dunia memperbesar tekanan terhadap pasokan minyak global. Akibatnya, harga minyak semakin mendekati rekor empat tahun sebesar USD 126,41 per barel.

Baca Juga :  Produksi Gula Tebu Merah Kayu Aro Terus Menurun

Harga CPO Menguat, Batu Bara, Nikel, dan Timah Melemah

Di pasar komoditas lainnya, harga crude palm oil (CPO) naik pada perdagangan Jumat (24/7/2026). Berdasarkan data Barchart, harga CPO menguat 0,17 persen menjadi MYR 4.604 per ton.

Sebaliknya, harga batu bara ICE Newcastle turun 0,10 persen menjadi USD 130,75 per ton pada penutupan perdagangan Kamis (23/7/2026).

Harga nikel juga bergerak turun. Data London Metal Exchange (LME) menunjukkan harga nikel melemah 0,01 persen menjadi USD 17.233 per ton.

Selain itu, harga timah ikut terkoreksi. Berdasarkan data LME, harga timah turun 1,11 persen ke level USD 53.326 per ton. (nr*)

Berita Terkait

Kopi Jambi Go Global! Kerja Sama dengan Pakistan Targetkan Nilai Perdagangan Rp18 Miliar
Siloam Kucurkan Rp1 Triliun untuk Teknologi Bedah Robotik, Siap Saingi Rumah Sakit Luar Negeri
Pemkot Sungai Penuh Gandeng BNI, Percepat Transformasi Digital dan Smart City
Adik Jusuf Kalla Alihkan Saham Bukaka Rp195 Miliar ke Dua Putrinya, Struktur Kepemilikan BUKK Berubah
Purbaya Sebut PT DSI Jadi Angin Segar bagi Pasar, Investor Berpotensi Raup Keuntun
India Meluncurkan Mobil Baru Sekelas Agya-Ayla Harganya Mulai Rp 87 Jutaan Belum Dipasarkan di Indonesia.
Mobil Listrik Masuk Tahun Pembuktian, Tanpa Insentif Masih Bisa Melaju?
PT Tren Gen Horizon Resmi Kantongi HAKI dari DJKI, Perkuat Bisnis Periklanan Digital
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 17:33 WIB

Harga Minyak Mentah Melonjak 7 Persen, Brent Tembus USD 100 per Barel

Senin, 20 Juli 2026 - 10:44 WIB

Kopi Jambi Go Global! Kerja Sama dengan Pakistan Targetkan Nilai Perdagangan Rp18 Miliar

Minggu, 19 Juli 2026 - 22:21 WIB

Siloam Kucurkan Rp1 Triliun untuk Teknologi Bedah Robotik, Siap Saingi Rumah Sakit Luar Negeri

Jumat, 5 Juni 2026 - 11:04 WIB

Pemkot Sungai Penuh Gandeng BNI, Percepat Transformasi Digital dan Smart City

Selasa, 2 Juni 2026 - 13:44 WIB

Adik Jusuf Kalla Alihkan Saham Bukaka Rp195 Miliar ke Dua Putrinya, Struktur Kepemilikan BUKK Berubah

Berita Terbaru