JAKARTA, jentik.id – Harga minyak mentah dunia melonjak pada penutupan perdagangan Kamis (23/7/2026). Kenaikan itu mendorong harga minyak Brent kembali menembus level USD 100 per barel untuk pertama kalinya sejak Mei 2026.
Kenaikan harga terjadi setelah kelompok Houthi di Yaman mengklaim menyerang dua kapal tanker minyak Arab Saudi di Laut Merah. Insiden tersebut memperburuk gangguan pasokan energi global yang sebelumnya dipicu oleh terganggunya arus pelayaran di Selat Hormuz.
Mengutip Reuters, minyak mentah Brent naik USD 6,62 atau 7 persen menjadi USD 100,69 per barel. Angka itu menjadi penutupan tertinggi sejak 22 Mei 2026. Sejak konflik Iran pecah pada Februari, harga Brent telah meningkat hampir 40 persen, dengan sebagian besar kenaikan terjadi sepanjang Juli.
Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat menguat USD 5,36 atau 6,2 persen menjadi USD 92,19 per barel. Harga tersebut menjadi level penutupan tertinggi sejak 4 Juni 2026.
Direktur Energy Futures Mizuho, Bob Yawger, menilai risiko eskalasi konflik di Timur Tengah terus meningkat. Menurutnya, kondisi itu berpotensi mendorong harga minyak naik lebih tinggi.
Ia menjelaskan bahwa meningkatnya peluang perang darat dan terbatasnya lalu lintas kapal tanker di dua jalur energi utama dunia memperbesar tekanan terhadap pasokan minyak global. Akibatnya, harga minyak semakin mendekati rekor empat tahun sebesar USD 126,41 per barel.
Harga CPO Menguat, Batu Bara, Nikel, dan Timah Melemah
Di pasar komoditas lainnya, harga crude palm oil (CPO) naik pada perdagangan Jumat (24/7/2026). Berdasarkan data Barchart, harga CPO menguat 0,17 persen menjadi MYR 4.604 per ton.
Sebaliknya, harga batu bara ICE Newcastle turun 0,10 persen menjadi USD 130,75 per ton pada penutupan perdagangan Kamis (23/7/2026).
Harga nikel juga bergerak turun. Data London Metal Exchange (LME) menunjukkan harga nikel melemah 0,01 persen menjadi USD 17.233 per ton.
Selain itu, harga timah ikut terkoreksi. Berdasarkan data LME, harga timah turun 1,11 persen ke level USD 53.326 per ton. (nr*)









