Kerinci, jentik.id- Kabut asap kiriman akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari sejumlah wilayah di Provinsi Jambi semakin tebal menyelimuti Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh.
Kondisi tersebut mulai berdampak terhadap kesehatan masyarakat, ditandai dengan meningkatnya kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Kerinci yang dihimpun melalui 21 puskesmas, jumlah kasus ISPA pada pekan ke-35 mencapai 511 kasus.
“Angka tersebut meningkat dibandingkan pekan sebelumnya yang tercatat sebanyak 470 kasus.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kerinci, H. Hermendizal, SKM., MM, mengatakan kasus ISPA di wilayah Kerinci mengalami fluktuasi setiap pekannya.
Dalam beberapa pekan sebelumnya, kasus sempat mengalami penurunan sebelum kembali meningkat pada pekan ke-34 dan ke-35.
“Pada pekan ke-30 tercatat 407 kasus, kemudian meningkat menjadi 437 kasus pada pekan ke-31 dan 454 kasus pada pekan ke-32. Selanjutnya terjadi penurunan cukup signifikan pada pekan ke-33 menjadi 363 kasus. Namun, pada pekan ke-34 kembali meningkat menjadi 470 kasus dan pekan ke-35 mencapai 511 kasus,” ujar Hermendizal.
Menurutnya, kabut asap tidak hanya berpotensi meningkatkan kasus ISPA, tetapi juga dapat memicu gangguan kesehatan lainnya. Salah satunya adalah iritasi mata yang menyebabkan mata terasa perih dan memerah.
Harmendizal menjelaskan, sebagian besar gangguan kesehatan yang berkaitan dengan paparan kabut asap masih dapat ditangani melalui pelayanan kesehatan rawat jalan di puskesmas.
Dinas Kesehatan Kabupaten Kerinci, lanjutnya, juga melakukan pemantauan secara rutin terhadap berbagai penyakit yang berpotensi menjadi wabah melalui aplikasi Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR).
“Pemantauan dilakukan setiap minggu melalui laporan dari 21 puskesmas yang berada dalam lingkup Dinas Kesehatan Kabupaten Kerinci,” katanya.
Menghadapi kondisi kabut asap yang semakin pekat, Pemerintah Kabupaten Kerinci melalui Dinas Kesehatan mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan.
Warga yang terpaksa beraktivitas di luar rumah juga diminta menggunakan masker sebagai upaya mengurangi paparan asap.
“Kami tetap mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan dan memakai masker ketika berada di luar.
Jika mengalami gejala seperti mata perih atau sesak napas, segera memeriksakan kondisi kesehatan ke fasilitas kesehatan terdekat,” imbaunya.
Sementara itu, Dinas Kesehatan Kota Sungai Penuh juga terus melakukan upaya pencegahan dengan mengerahkan mobil keliling untuk mengedukasi dan mengimbau masyarakat agar menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah.
Masyarakat juga dianjurkan memperbanyak konsumsi air putih serta segera mendatangi puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat apabila mengalami gangguan pernapasan maupun keluhan kesehatan lainnya akibat paparan kabut asap.
Kondisi kabut asap tersebut menjadi perhatian karena selain mengganggu jarak pandang dan aktivitas masyarakat, kualitas udara yang memburuk juga berpotensi meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama bagi anak-anak, lansia, serta masyarakat yang memiliki aktivitas tinggi di luar ruangan.(asy*)









