Langkah Menuju Penilaian Kota Adipura 2028, Pemkot Sungai Penuh Siapkan Desa Percontohan Sanitasi

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 21 Agustus 2026 - 13:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kabid Perekonomian, Sumber Daya Alam, Infrastruktur dan Kewilayahan Bapperida Kota Sungai Penuh, Efa Marni, ST, MT, M.Eng,

Kabid Perekonomian, Sumber Daya Alam, Infrastruktur dan Kewilayahan Bapperida Kota Sungai Penuh, Efa Marni, ST, MT, M.Eng,

Sungai Penuh, Jentik.id – Pemerintah Kota Sungai Penuh terus mematangkan berbagai program pendukung sebagai bagian dari langkah strategis menuju target meraih predikat Kota Adipura pada 2028.

Sejumlah instrumen pendukung telah dikaji dan disiapkan sebagai tindak lanjut atas arahan Wali Kota Sungai Penuh Alfin, SH, termasuk program peningkatan sanitasi lingkungan yang melibatkan masyarakat secara langsung.

“Kabid Perekonomian, Sumber Daya Alam, Infrastruktur dan Kewilayahan Bapperida Kota Sungai Penuh, Efa Marni, ST, MT, M.Eng, dalam penyelasanya, menyebutkan menindak lanjuti arah dari walikita Sungai Penuh, pihaknya telah melakukan kajian sekaligus menyusun sejumlah program untuk mendukung target tersebut.
Hal itu disampaikannya saat berbincang, Jumat (21/8/2026) ketika ditemui.

Menurut Efa, salah satu program yang disiapkan yang berkaitan dengan peningkatan sanitasi lingkungan sebagai bagian dari upaya mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya dalam penyediaan air minum, sanitasi, serta peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.”katanya

Selain pembangunan sarana sanitasi, Pemkot Sungai Penuh juga mendorong penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) melalui Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) serta Program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM).

Baca Juga :  Hati-hati Konsumsi Suplemen Berlebihan Demi Menjaga Kesehatan Ginjal

“Pemkot Sungai Penuh juga menargetkan peluncuran deklarasi Kota Stop Buang Air Besar Sembarangan (SBS) atau Open Defecation Free (ODF) sebagai salah satu langkah menuju pencapaian penghargaan STBM dari Kementerian Kesehatan pada 2027,” jelas Efa.

Untuk tahun 2026, Pemkot Sungai Penuh berencana meluncurkan Program Sanitasi Sehat Terpadu dengan Desa Sandaran Galeh, Kecamatan Kumun Debai, sebagai lokasi percontohan.

Program tersebut akan difokuskan pada pengurasan dan pembersihan sampah dan pengelolan air limbah di saluran irigasi masyarakat.

Penumpukan sampah selama ini dinilai berpotensi menimbulkan berbagai persoalan lingkungan, mulai dari penyumbatan aliran air, pencemaran, munculnya bau tidak sedap hingga menjadi tempat berkembangnya sumber penyakit.

Pelaksanaan program direncanakan menggunakan skema Padat Karya Tunai Desa (PKTD). Selain bertujuan memperbaiki kondisi lingkungan dan infrastruktur desa, program tersebut diharapkan dapat membuka kesempatan kerja sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat.

Baca Juga :  Edukasi Kreatif Jadi Senjata Baru Cegah Generasi Muda Terpapar HIV/AIDS

Dengan melibatkan masyarakat secara langsung, pemerintah berharap tumbuh rasa memiliki serta tanggung jawab bersama dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.

Efa menjelaskan, pelaksanaan Program Sanitasi Sehat Terpadu ini akan dilakukan secara terpadu dengan melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), pemerintah desa, serta unsur masyarakat.

“Sebagai koordinator di antaranya Dinas PUPR, DLH, Dinas Kesehatan, Kominfo, kecamatan, pemerintah desa, Kaum Empat Jenis, pers dan LSM lingkungan,” pungkasnya.

Menurutnya, keterlibatan lintas sektor menjadi penting agar program sanitasi tidak hanya berhenti pada pembangunan sarana fisik, tetapi juga mendorong perubahan perilaku masyarakat secara berkelanjutan.

Langkah tersebut diharapkan menjadi bagian dari upaya Pemkot Sungai Penuh membangun budaya hidup bersih dan sehat sekaligus memperkuat kesiapan daerah menghadapi penilaian Adipura dan mengejar target predikat Kota Adipura 2028.(asy*)

Berita Terkait

Warga Sebukar Keluhkan Bau Menyengat Dari Air Drainase Terbengkalai
SK Wali Kota Terbit, Delapan Bulan Jasa Tenaga Medis RSUD Mayjen AH Thalib Segera Dibayar
Waspada Ikan Berformalin, Kenali Ciri-Cirinya Sebelum Membeli
Kadiskes Tegaskan Perwako Penggunaan Dana BLUD  Jasa Medis RSUD Mayjen A.H. Thalib sudah Terbit Rp12 Miliar Masih Megendap Direkning.
DPRD Kota Sungai Penuh Dan Komisi I Akan Panggil Manajemen RSUD Mayjen H.A. Thalib,Dikembangkan Dana BPJS Kesehatan Rp 12 Miliar Sudah Dicairkan.
BPJS Kesehatan Klaim Sudah Bayar Rp12 Miliar ke RSUD Mayjen H.A. Thalib, Lalu Ke Mana Dana Jasa Pelayanan Kesehatan Tujuh Bulan.
Dana Jasa Medis BPJS RSUD Mayjen H.A. Thalib Belum Dibayar Delapan Bulan, Diduga Miliaran Rupiah Menguap.
SPPG Tak Penuhi Standar Akan Ditutup, Sudaryono, Wartawan dan Masyarakat Dipersilakan Mengawasi
Berita ini 41 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 13:42 WIB

Langkah Menuju Penilaian Kota Adipura 2028, Pemkot Sungai Penuh Siapkan Desa Percontohan Sanitasi

Jumat, 14 Agustus 2026 - 19:09 WIB

Warga Sebukar Keluhkan Bau Menyengat Dari Air Drainase Terbengkalai

Rabu, 12 Agustus 2026 - 12:36 WIB

SK Wali Kota Terbit, Delapan Bulan Jasa Tenaga Medis RSUD Mayjen AH Thalib Segera Dibayar

Selasa, 11 Agustus 2026 - 11:54 WIB

Waspada Ikan Berformalin, Kenali Ciri-Cirinya Sebelum Membeli

Senin, 10 Agustus 2026 - 20:18 WIB

Kadiskes Tegaskan Perwako Penggunaan Dana BLUD  Jasa Medis RSUD Mayjen A.H. Thalib sudah Terbit Rp12 Miliar Masih Megendap Direkning.

Berita Terbaru