Warga Diingatkan Bijak Gunakan Antibiotik Dan Antimikroba Untuk Cegah Krisis Kesehatan

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 17 Mei 2026 - 07:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi obat obat anti biotik penggunaan antibiotik yang tidak tepat dapat memicu resistensi antimikroba atau Antimicrobial Resistance (AMR), yakni kondisi ketika bakteri, virus, jamur, maupun parasit menjadi kebal terhadap obat-obatan antimikroba.
Survei WHO bersama Kementerian Kesehatan RI menunjukkan praktik penggunaan antibiotik tanpa aturan masih marak terjadi di Indonesia.

Ilustrasi obat obat anti biotik penggunaan antibiotik yang tidak tepat dapat memicu resistensi antimikroba atau Antimicrobial Resistance (AMR), yakni kondisi ketika bakteri, virus, jamur, maupun parasit menjadi kebal terhadap obat-obatan antimikroba. Survei WHO bersama Kementerian Kesehatan RI menunjukkan praktik penggunaan antibiotik tanpa aturan masih marak terjadi di Indonesia.

Kesehatan, jentik.id – Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan RI bersama Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization meluncurkan Strategi Nasional Pengendalian Resistensi Antimikroba (AMR) Sektor Kesehatan 2025–2029.

“Masyarakat diimbau lebih bijak menggunakan antibiotik dan obat antimikroba guna mencegah ancaman masalah kesehatan yang semakin serius.

Selama ini antibiotik masih dianggap sebagai “obat sakti” oleh sebagian masyarakat. Ketika mengalami demam, batuk, atau infeksi ringan, tidak sedikit warga yang menggunakan antibiotik tanpa pemeriksaan dokter, membeli obat tanpa resep, hingga menyimpan stok antibiotik untuk digunakan sewaktu-waktu.

“Padahal, penggunaan antibiotik yang tidak tepat dapat memicu resistensi antimikroba atau Antimicrobial Resistance (AMR), yakni kondisi ketika bakteri, virus, jamur, maupun parasit menjadi kebal terhadap obat-obatan antimikroba.

Survei WHO bersama Kementerian Kesehatan RI menunjukkan praktik penggunaan antibiotik tanpa aturan masih marak terjadi di Indonesia. Bahkan berdasarkan Hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, sebanyak 22,1 persen masyarakat menggunakan antibiotik oral dalam satu tahun terakhir dan 41 persen di antaranya memperoleh antibiotik tanpa resep dokter.

Baca Juga :  Direktur RSUD Mayjen H.A. Thalib Resmi Diganti, dr. Rofi Irman Dilantik

Kondisi tersebut dinilai berbahaya karena bakteri yang terus terpapar antibiotik secara sembarangan akan berkembang menjadi lebih kuat dan kebal. Akibatnya, pengobatan terhadap infeksi menjadi semakin sulit dilakukan.

Di rumah sakit, dampak resistensi antimikroba mulai sering ditemukan. Pasien dengan luka atau infeksi tertentu tidak lagi merespons antibiotik yang selama ini menjadi andalan dunia medis.

Situasi ini membuat proses penyembuhan lebih lama, biaya pengobatan meningkat, hingga memperbesar risiko kematian.
WHO mencatat resistensi antimikroba bakteri menyebabkan sekitar 1,27 juta kematian global pada 2019 dan berkontribusi terhadap 4,95 juta kematian lainnya.

Baca Juga :  Satresnarkoba Polres Metro Jakarta Pusat Bongkar Peredaran Obat Keras Ilegal Berkedok Toko Kosmetik

Sementara di Indonesia, diperkirakan terdapat 133.800 kematian yang berkaitan dengan AMR pada tahun yang sama.

Melalui Strategi Nasional Pengendalian Resistensi Antimikroba 2025–2029, pemerintah menekankan pentingnya penguatan deteksi dini, penggunaan antibiotik secara bijak, serta perluasan edukasi kepada masyarakat.

Selain itu, pendekatan One Health juga terus didorong dengan menghubungkan sektor kesehatan manusia, hewan, pangan, dan lingkungan sebagai upaya bersama mencegah penyebaran resistensi antimikroba.

Kementerian Kesehatan mengimbau masyarakat agar tidak mengonsumsi antibiotik tanpa resep dokter, menghabiskan obat sesuai anjuran medis, serta tidak menggunakan kembali resep lama demi menjaga efektivitas antibiotik di masa mendatang.(asy*)

Berita Terkait

Ratusan Anak Ikuti Sunat Massal Gratis yang Digelar Minang Kerinci di RSUD Bhakri Kota Sungai Penuh
Spanyol Dilanda Gelombang Panas Ekstrem, Lebih dari 1.000 Orang Meninggal Dunia
Warning! Hewan Peliharaan Berpotensi Menularkan Penyakit kepada Pemilik, Ini Penjelasan Ahli
Anak Kejang? Hindari Memasukkan Sendok ke Mulut, Begini Pertolongan Pertama yang Tepat
Ujung Tombak Pelayanan Dasar Kesehatan Dinilai Masih Jauh dari Harapan, Peran Kadinkes Disorot
Wali Kota Alfin  Soroti Puskesmas Tanah Kampung Paling kumuh Kadiskes Jangan Duduk Belakang Meja Saja
Menkes Sebut Program Vaksin dan Imunisasi Butuh Anggaran Rp44,49 Triliun hingga 2029
Pembangunan RSUD Kerinci Tipe C Senilai Rp137,9 Miliar Penyerahan Lahan Resmi Mulai
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 7 Juli 2026 - 10:25 WIB

Ratusan Anak Ikuti Sunat Massal Gratis yang Digelar Minang Kerinci di RSUD Bhakri Kota Sungai Penuh

Rabu, 1 Juli 2026 - 19:18 WIB

Spanyol Dilanda Gelombang Panas Ekstrem, Lebih dari 1.000 Orang Meninggal Dunia

Selasa, 30 Juni 2026 - 13:03 WIB

Warning! Hewan Peliharaan Berpotensi Menularkan Penyakit kepada Pemilik, Ini Penjelasan Ahli

Sabtu, 27 Juni 2026 - 20:29 WIB

Anak Kejang? Hindari Memasukkan Sendok ke Mulut, Begini Pertolongan Pertama yang Tepat

Rabu, 24 Juni 2026 - 01:05 WIB

Ujung Tombak Pelayanan Dasar Kesehatan Dinilai Masih Jauh dari Harapan, Peran Kadinkes Disorot

Berita Terbaru

Aparatur Sipil Negara (ASN) berkesempatan naik pangkat melebihi atasannya.PP bari.

Pemerintahan

Peraturan Baru, ASN Kini Bisa Naik Pangkat Melebihi Atasan

Rabu, 15 Jul 2026 - 18:08 WIB