Solok, jentik.id — Tim SAR gabungan masih mencari dua warga yang hilang setelah banjir bandang menerjang Kabupaten Solok, Sumatera Barat, Senin (21/9) malam.
Kepala Kantor SAR Padang Abdul Malik mengatakan dua warga yang dilaporkan hilang berjenis kelamin laki-laki. Keduanya yakni Algusral, 59 tahun, dan Dafi, 20 tahun.
Petugas SAR mulai melakukan pencarian sejak Senin malam. Unit Siaga SAR Kabupaten Tanah Datar kemudian bergabung pada Selasa dini hari untuk memperkuat operasi di lokasi bencana.
Data sementara menunjukkan banjir bandang tersebut juga menyebabkan empat warga mengalami luka-luka. Petugas membawa mereka ke rumah sakit untuk mendapat perawatan. Selain itu, tim gabungan telah mengevakuasi 32 warga dari lokasi terdampak.
Abdul Malik mengatakan tim terus menyisir sejumlah titik untuk menemukan dua warga yang masih hilang. Petugas juga melibatkan unsur terkait dan masyarakat dalam proses pencarian.
Banjir bandang turut mengganggu akses antara Kota Padang dan Kabupaten Solok. Material berupa pasir, batu, dan lumpur menutup sejumlah ruas jalan sehingga kendaraan tidak dapat melintas dengan normal.
Di sisi lain, bencana tersebut merusak sejumlah fasilitas pemerintahan dan rumah warga di sekitar Kompleks Perkantoran Bupati Solok, Arosuka.
Bupati Solok Jon Firman Pandu menyebut beberapa kantor mengalami dampak cukup parah. Fasilitas tersebut meliputi Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Dinas Kesehatan, Badan Keuangan Daerah (BKD), Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Nagari (DPMN), Bapelitbang, serta kawasan DPRD Kabupaten Solok.
Tim gabungan masih melanjutkan pencarian korban sekaligus menangani dampak banjir di sejumlah wilayah terdampak. (nr*)









