SUNGAI PENUH, jentik.id – Masyarakat adat 6 Luhah Sungai Penuh memulai rangkaian Kanuhei Clak Kanuhei Piageang, Kanuhei Adeak Kanuhei Sko Tahun 2026 melalui prosesi Ajun Arah, Minggu (21/6).
Tepat pukul 14.53 WIB, bunyi Buloih Ajeung Buloih Arah menggema. Bunyi tersebut menandai pembukaan gelanggeang sekaligus mengawali pengibaran bendera karamentang sebagai tanda dimulainya rangkaian Kenduri SKO 6 Luhah Tahun 2026.
Setelah itu, suasana haru langsung menyelimuti lokasi. Tangis bahagia anak batino pecah bersamaan dengan sorak kegembiraan masyarakat. Mereka larut dalam emosi karena kembali menyaksikan tradisi warisan leluhur yang terus mereka jaga dari generasi ke generasi.
Selanjutnya, masyarakat dari enam luhah berkumpul bersama para pemangku adat untuk mengikuti tahapan penting menjelang puncak Kenduri SKO. Mereka menjalankan setiap prosesi dengan khidmat dan penuh makna.
Prosesi Ajun Arah melibatkan Depati Nan Batujuh, Permenti Nan Sapuluh, Mangkau Nan Badue, dan Ngabiteh Satyo Bawe. Selain itu, para pemangku adat memimpin seluruh tahapan prosesi sekaligus menguatkan komitmen masyarakat untuk menjaga warisan budaya leluhur.
Bagi masyarakat Kerinci dan Sungai Penuh, Kenduri SKO bukan sekadar tradisi tahunan. Karena itu, masyarakat terus memanfaatkan momentum tersebut untuk mempererat silaturahmi, memperkuat persatuan, serta mewariskan nilai-nilai adat kepada generasi muda.
Sementara itu, masyarakat 6 Luhah berharap seluruh rangkaian Kenduri SKO 2026 berjalan lancar, aman, dan sukses. Mereka juga mengajak generasi muda agar terus menjaga dan melestarikan adat istiadat sebagai identitas budaya daerah.
Berdasarkan kesepakatan para pemangku adat, puncak Kenduri SKO 6 Luhah Sungai Penuh akan berlangsung pada 4–5 Juli 2026. Selama perhelatan tersebut, masyarakat akan melaksanakan berbagai prosesi adat yang telah mereka siapkan untuk menyambut acara puncak. (nr*)









