Sungai Penuh, jentik.id – Ketua DPC Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kota Sungai Penuh, Hardizal,S,Sos, SH menegaskan seluruh kader PDIP di Kota Sungai Penuh dilarang terlibat dalam pengelolaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Larangan tersebut merupakan tindak lanjut atas instruksi Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, yang menegaskan kader partai tidak diperkenankan mengambil bagian dalam proyek tersebut.
Hardizal mengatakan program MBG merupakan kebijakan yang ditujukan untuk kepentingan masyarakat sehingga tidak boleh dijadikan sebagai ajang komersialisasi maupun kepentingan bisnis kader partai.
“Program ini ditujukan untuk rakyat. Kita tidak boleh melakukan komersialisasi terhadap program yang diperuntukkan bagi masyarakat,” kata Hardizal, yang juga menjabat Wakil Ketua DPRD Kota Sungai Penuh, di ruang kerjanya, Selasa (21/7/2026).
Menurut Hardizal, larangan tersebut telah disampaikan kepada seluruh kader PDIP Kota Sunfai Oenuh Khususnya, sejak awal pelaksanaan Program MBG. Bahkan, DPC PDIP Kota Sungai Penuh telah pertemuan secara khusus dan secara lisan dikesempatan tersebut seluruh kader di wilayahnya tidak dibenarkan terlibat dalam proyek MBG sebagai bentuk penegasan atas instruksi partai.
Ia menyebut hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan adanya kader PDIP Kota Sungai Penuh yang terlibat dalam pengelolaan Program MBG.
“Alhamdulillah, sampai saat ini belum ada informasi maupun laporan bahwa kader PDIP di Kota Sungai Penuh terlibat dalam program tersebut dan seluruh Kader PDIP mematuhi kebijakan partai
“Disebutnya Secara berjenjang, laporan secara struktur partai Sudah dilaporkan dan terus kami pantau,” ujarnya.
Meski demikian, Hardizal menegaskan partainya tidak akan mentolerir apabila di kemudian hari ditemukan kader yang melanggar instruksi tersebut. Kader yang terbukti terlibat akan dipanggil untuk memberikan klarifikasi sebelum partai menjatuhkan sanksi sesuai mekanisme organisasi.
“Apabila ada kader yang terbukti mengikuti atau terlibat dalam program tersebut, tentu akan kami panggil untuk dimintai penjelasan.
Selanjutnya akan diproses sesuai aturan dan jenjang sanksi yang berlaku di partai,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Hardizal menilai Program Makan Bergizi Gratis merupakan gagasan yang baik karena bertujuan meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia.
Namun, menurutnya, pelaksanaan program tersebut masih memerlukan evaluasi dan ada beberapa hal yang menjadi perhatian
PDI Perjuangan sejak awal adalah metodologi, pendekatan, dan pelaksanaannya. Gagasannya baik, tetapi pelaksanaannya yang harus dikoreksi,” pungkasnya.(asy*).









