Padang Panjang, jentik.id– Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang Panjang mencopot dua kepala SMP menyusul dugaan kasus asusila di lingkungan sekolah masing-masing.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang Panjang, Nasrul, menyatakan pencopotan dilakukan sebagai langkah evaluasi. Untuk sementara, kedua kepala sekolah dialihtugaskan ke kantor dinas sambil menunggu keputusan mutasi dari wali kota.
Dua kepala sekolah yang dicopot yakni Kepala SMP Negeri 6, Alphabeta Nazar, dan Kepala SMP Negeri 5, Milda Guza.
Kasus pertama melibatkan seorang oknum guru pria yang dilaporkan orang tua siswi karena diduga menjalin hubungan asmara hingga melakukan hubungan badan. Pihak keluarga telah melaporkan kasus tersebut ke Polres Padang Panjang. Saat ini, penyidik masih mendalami perkara dan terlapor belum ditahan.
Sementara itu, kasus di SMP Negeri 5 mencuat setelah beredar video tak senonoh yang diduga melibatkan seorang siswi sekolah tersebut. Video itu disebut direkam sebelum Ramadan tahun ini.
Pihak sekolah telah menjatuhkan sanksi skorsing kepada siswi yang bersangkutan. Aparat kepolisian kini menangani proses hukumnya. (nr*)









