Ban Mobil Listrik Tak Bisa Sembarangan, Ini Perbedaan Penting dengan Mobil Bensin

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 15 Juni 2026 - 10:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ukuran ban 12 inci mobil listrik Wuling Air ev, menggunakan velg kaleng yang ditutupi dop. Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparan

Ukuran ban 12 inci mobil listrik Wuling Air ev, menggunakan velg kaleng yang ditutupi dop. Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparan

Jakarta, jentik.id-Pemilik mobil listrik perlu lebih teliti saat memilih ban pengganti. Ban EV tidak sama dengan ban mobil bensin, meski secara tampilan terlihat serupa.

Perbedaan utama muncul dari karakter kendaraan listrik yang lebih berat, memiliki torsi instan, serta menuntut efisiensi dan kenyamanan lebih tinggi.

Mobil Listrik Lebih Berat, Butuh Ban Kuat

Sales Manager Bridgestone, Ahmad Nuril, menjelaskan mobil listrik membawa beban lebih besar dibanding mobil konvensional. Hal itu terutama berasal dari baterai berkapasitas besar.

Karena itu, pabrikan ban merancang extra load tire untuk menopang bobot kendaraan listrik.

“Mobil listrik memiliki beban lebih berat, sehingga butuh ban dengan daya dukung lebih tinggi,” kata Nuril.

Baca Juga :  Konsumen Wajib Cek 6 Spesifikasi EV Sebelum Membeli Mobil Listrik

Torsi Instan Bikin Ban Lebih Cepat Aus

Motor listrik menghasilkan tenaga secara instan sejak awal bergerak. Kondisi ini membuat ban bekerja lebih keras.

Ban EV kemudian memakai kompon khusus agar lebih tahan aus dan tidak cepat habis.

“Torsi instan membuat ban lebih cepat aus, jadi komponnya dibuat lebih kuat,” jelas Nuril.

Lebih Senyap dan Efisien

Mobil listrik nyaris tanpa suara mesin. Karena itu, suara ban lebih mudah terdengar di kabin.

Produsen ban kemudian menekan kebisingan lewat desain telapak khusus dan teknologi peredam suara.

Beberapa ban EV juga memakai rolling resistance rendah untuk meningkatkan efisiensi daya dan jarak tempuh.

Baca Juga :  Onvo L60 Kini Pakai LiDAR! Nio Siap Tantang Tesla dan BYD di Pasar SUV Listrik

Ban EV Punya Ciri Khusus

Secara umum, ban untuk mobil listrik memiliki karakter:

  • Daya tahan beban lebih tinggi
  • Tingkat kebisingan lebih rendah
  • Hambatan gulir lebih kecil
  • Kompon lebih tahan aus

Beberapa produsen juga memberi label khusus seperti EV Ready untuk memudahkan konsumen.

Salah Pilih Ban Bisa Rugi

Nuril menegaskan penggunaan ban biasa pada mobil listrik bisa menimbulkan masalah.

“Ban biasa di EV bisa membuat umur ban lebih pendek, lebih berisik, dan jarak tempuh baterai menurun,” ujarnya.

Meski masih bisa digunakan, ban konvensional tidak ideal untuk karakter mobil listrik. Karena itu, pemilik kendaraan disarankan selalu mengecek spesifikasi sebelum mengganti ban. (nr*)

Berita Terkait

Hyundai Stargazer Cartenz Hadir dengan Teknologi Modern, Siap Temani Mobilitas Keluarga
BYD dan Jaecoo Guncang Pasar Otomotif Indonesia, Merek Tiongkok Kian Mendominasi
SUV Baru Nissan Dibanderol Mulai Rp 199 Jutaan, Tawarkan Desain Gagah dan Fitur Modern
Ford Rilis Paket Supercharger 810 HP untuk Mustang GT, Performa Buas dengan Harga Lebih Terjangkau
Mitsubishi Pilih Xforce Hybrid Lebih Dulu, Ini Alasan Xpander Hybrid Belum Masuk Indonesia
Jaecoo J5 Puncaki Penjualan Mobil di Indonesia, Kendaraan Listrik Makin Mendominasi
Toyota Zenix Hybrid Laris di Segmen Fleet, Dipilih Instansi hingga Taksi Premium
BMW iX3 Terbaru Siap Debut di GIIAS 2026, Usung Teknologi Neue Klasse
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 10:46 WIB

Hyundai Stargazer Cartenz Hadir dengan Teknologi Modern, Siap Temani Mobilitas Keluarga

Selasa, 28 Juli 2026 - 12:26 WIB

BYD dan Jaecoo Guncang Pasar Otomotif Indonesia, Merek Tiongkok Kian Mendominasi

Senin, 27 Juli 2026 - 09:48 WIB

SUV Baru Nissan Dibanderol Mulai Rp 199 Jutaan, Tawarkan Desain Gagah dan Fitur Modern

Kamis, 23 Juli 2026 - 11:18 WIB

Ford Rilis Paket Supercharger 810 HP untuk Mustang GT, Performa Buas dengan Harga Lebih Terjangkau

Senin, 20 Juli 2026 - 09:20 WIB

Mitsubishi Pilih Xforce Hybrid Lebih Dulu, Ini Alasan Xpander Hybrid Belum Masuk Indonesia

Berita Terbaru